Ayan kambuh, Riki tewas tenggelam di Kali Krukut
Selasa, 13 November 2012 - 17:37 WIB
Ayan kambuh, Riki tewas tenggelam di Kali Krukut
A
A
A
Sindonews.com - Riki (20), seorang pemuda asal RT 004/009, Kampung Rawakalong, Grogol, Limo, Depok, tewas setelah terbawa arus deras Kali Krukut yang melintas sekitar 50 meter dari rumahnya.
Saat itu, Riki sedang memancing dan hujan deras. Riki menderita penyakit epilepsi atau ayan. "Saat itu, tiba-tiba ayannya kambuh. Dia menggelepar dan tercebur ke kali," kata Salam, orang tua Riki, di Depok, Selasa (13/11/2012).
Keluarga kemudian mencari jasad Riki, dengan menyusuri aliran Kali Krukut hingga sekitar Matoa. Sekitar dua jam kemudian, Riki ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Dia tersangkut di tepi Kali Krukut, di daerah Pohon Timbul, sekitar 500 meter dari lokasi dia terjatuh.
Jasad Riki terlihat membiru, karena dingin. Kemudian digotong dan ditutup kain batik. Polisi berdatangan setelah jasad ditemukan. Mereka membantu mengamankan lokasi kejadian yang menjadi tontotan banyak warga.
Riki adalah anak baik dan pendiam. Bahkan dia sering dimintai tolong untuk memijat orang-orang. Dia juga sering terlihat sholat berjamaah di musholla yang terletak sekitar 100 meter dari rumahnya.
"Ini sudah kehendak Allah. Dia anak baik, dipanggil duluan. Semoga sahid," ucap Salam.
Saat itu, Riki sedang memancing dan hujan deras. Riki menderita penyakit epilepsi atau ayan. "Saat itu, tiba-tiba ayannya kambuh. Dia menggelepar dan tercebur ke kali," kata Salam, orang tua Riki, di Depok, Selasa (13/11/2012).
Keluarga kemudian mencari jasad Riki, dengan menyusuri aliran Kali Krukut hingga sekitar Matoa. Sekitar dua jam kemudian, Riki ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Dia tersangkut di tepi Kali Krukut, di daerah Pohon Timbul, sekitar 500 meter dari lokasi dia terjatuh.
Jasad Riki terlihat membiru, karena dingin. Kemudian digotong dan ditutup kain batik. Polisi berdatangan setelah jasad ditemukan. Mereka membantu mengamankan lokasi kejadian yang menjadi tontotan banyak warga.
Riki adalah anak baik dan pendiam. Bahkan dia sering dimintai tolong untuk memijat orang-orang. Dia juga sering terlihat sholat berjamaah di musholla yang terletak sekitar 100 meter dari rumahnya.
"Ini sudah kehendak Allah. Dia anak baik, dipanggil duluan. Semoga sahid," ucap Salam.
(san)