Kurang modal, Rieke-Teten disumbang kemeja Jokowi
Selasa, 13 November 2012 - 12:06 WIB
Kurang modal, Rieke-Teten disumbang kemeja Jokowi
A
A
A
Sindonews.com - Kemeja kotak-kotak yang dipakai calon gubernur (Cagub) dan calon wakil gubernur (Cawagub) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Rieke Dyah Pitaloka-Teten Masduki menuai pertanyaan banyak orang. Hal itu dinilai sebagai peminjaman citra Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).
"Soal kotak-kotak ini Jokowi yang akan menjelaskannya," kata Cagub PDIP Rieke Dyah Pitaloka saat melakukan kunjungan ke beberapa media di Bandung, Selasa (13/11/2012).
Rieke dan Teten yang hari ini mengenakan kemeja kotak-kotak, menuturkan kemeja tersebut merupakan sumbangan dari Jokowi. "Ya ada beberapa ratus lah sisa kampanye Jokowi-Basuki," katanya.
Menurut Rieke, pihaknya menerima sumbangan kemeja dari Jokowi karena tidak punya modal besar untuk Pilgub Jabar 2013 nanti.
Rieke sendiri tidak masalah dirinya disebut mengkloning Jokowi. Pasalnya, pihaknya mengkloning hal positif dari sosok yang memahami reformasi birokrasi seperti pasangan Jokowi-Ahok.
Sementara Teten Masduki menjelaskan, kotak-kotak yang dipakainya di Pilgub Jabar merupakan simbol perubahan yang diusungnya di Jabar. Sama halnya perubahan yang diusung Jokowi-Ahok di DKI Jakarta.
"Jokowi kan kader PDIP, dan dia berhasil di Pilgub Jakarta karena koalisi dengan rakyat. Jokowi-Ahok berhasil menyingkirkan calon lain yang diusung partai besar," jelas Teten.
Makanya, kata dia, PDIP di Pilgub Jabar ini akan kembali melakukan koalisi kembali dengan rakyat.
"Makanya kotak-kotak ini simbol yang berkesinambungan dari gelombang perubahan yang kita usung. Gelombang perubahan terus kita dorong ke Jabar, kotak-kotak juga akan dibawa ke Jateng, Jatim. Saya yakin masyarakat Jabar ingin perubahan," terang pendiri Indonesia Corruption Watch (ICW) ini.
Teten mengakui tidak punya modal untuk modal Pilgub Jabar ini. Namun dia yakin, masyarakat Jabar tidak ingin dibeli dengan uang. "Kita hanya akan tularkan semangat untuk lakukan perubahan," ucapnya.
Menurutnya, perubahan tersebut meliputi reformasi birokrasi, dengan membangun kultur pemerintahan yang baru dan bersih.
"Soal kotak-kotak ini Jokowi yang akan menjelaskannya," kata Cagub PDIP Rieke Dyah Pitaloka saat melakukan kunjungan ke beberapa media di Bandung, Selasa (13/11/2012).
Rieke dan Teten yang hari ini mengenakan kemeja kotak-kotak, menuturkan kemeja tersebut merupakan sumbangan dari Jokowi. "Ya ada beberapa ratus lah sisa kampanye Jokowi-Basuki," katanya.
Menurut Rieke, pihaknya menerima sumbangan kemeja dari Jokowi karena tidak punya modal besar untuk Pilgub Jabar 2013 nanti.
Rieke sendiri tidak masalah dirinya disebut mengkloning Jokowi. Pasalnya, pihaknya mengkloning hal positif dari sosok yang memahami reformasi birokrasi seperti pasangan Jokowi-Ahok.
Sementara Teten Masduki menjelaskan, kotak-kotak yang dipakainya di Pilgub Jabar merupakan simbol perubahan yang diusungnya di Jabar. Sama halnya perubahan yang diusung Jokowi-Ahok di DKI Jakarta.
"Jokowi kan kader PDIP, dan dia berhasil di Pilgub Jakarta karena koalisi dengan rakyat. Jokowi-Ahok berhasil menyingkirkan calon lain yang diusung partai besar," jelas Teten.
Makanya, kata dia, PDIP di Pilgub Jabar ini akan kembali melakukan koalisi kembali dengan rakyat.
"Makanya kotak-kotak ini simbol yang berkesinambungan dari gelombang perubahan yang kita usung. Gelombang perubahan terus kita dorong ke Jabar, kotak-kotak juga akan dibawa ke Jateng, Jatim. Saya yakin masyarakat Jabar ingin perubahan," terang pendiri Indonesia Corruption Watch (ICW) ini.
Teten mengakui tidak punya modal untuk modal Pilgub Jabar ini. Namun dia yakin, masyarakat Jabar tidak ingin dibeli dengan uang. "Kita hanya akan tularkan semangat untuk lakukan perubahan," ucapnya.
Menurutnya, perubahan tersebut meliputi reformasi birokrasi, dengan membangun kultur pemerintahan yang baru dan bersih.
(rsa)