Teten yakin bisa kelola anggaran Jabar
Senin, 12 November 2012 - 16:38 WIB
Teten yakin bisa kelola anggaran Jabar
A
A
A
Sindonews.com - Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Barat (Jabar) Teten Masduki mengakui, salah satu alasannya maju bersama Rieke Dyah Pitaloka di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jabar, karena Pemerintah Jabar belum efisien dalam mengelola anggaran.
Akibat belum efisien penggunaan anggaran tersebut, banyak warga Jabar yang keadaannya belum sejahtera dan tergolong warga miskin.
“Iya saya tertarik karena Jabar masih tidak efisien (anggarannya), masyarakatnya juga kurang sejahtera. Ini yang saya kira menjadi tantangan,“ kata Teten, saat melaporkan harta kekayaannya di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (12/11/2012).
Teten sesumbar, jika nanti dirinya terpilih sebagai Wagub Jabar, akan melakukan perubahan besar terhadap birokrasi Jabar.
“Ini soal pilihan. Saya berpikir, ini satu eksperimentasi baru, untuk mencoba memulai dari dalam birokrasi. Saya kira kalau mau melakukan perubahan dari dalam birokrasi," tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, meski tidak memiliki modal banyak Teten optimis, bisa memenangkan Pilkada Jabar. Diakuinya, keyakinan itu muncul, setelah Pilkada DKI Jakarta yang memenangkan Joko Widodo (Jokowi) sebagai DKI I.
“Saya kira PDIP sudah memulai suatu perubahan. Rieke sama saya ini sama-sama miskin, tidak punya uang. Ini saya kira harus direspon oleh kita semua. Nah pengalaman Jokowi membuat demokrasi sedikit maju. Bagaimana kekuatan uang bisa dikalahkan dengan koalisi rakyat. Saya kira kita semua optimis," ujarnya.
Aktivis antikorupsi ini mengungkapkan, jika nanti terpilih jadi Jabar II, dirinya bertekad untuk membersihkan praktik korupsi di provinsi Bumi Parahyangan.
"Iya (saya akan membersihkan Jabar dari korupsi). Saya tertarik, karena Jabar masih tidak efisien. Masyarakatnya juga kurang sejahtera. Ini yang saya kira menjadi tantangan," tandasnya.
Akibat belum efisien penggunaan anggaran tersebut, banyak warga Jabar yang keadaannya belum sejahtera dan tergolong warga miskin.
“Iya saya tertarik karena Jabar masih tidak efisien (anggarannya), masyarakatnya juga kurang sejahtera. Ini yang saya kira menjadi tantangan,“ kata Teten, saat melaporkan harta kekayaannya di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (12/11/2012).
Teten sesumbar, jika nanti dirinya terpilih sebagai Wagub Jabar, akan melakukan perubahan besar terhadap birokrasi Jabar.
“Ini soal pilihan. Saya berpikir, ini satu eksperimentasi baru, untuk mencoba memulai dari dalam birokrasi. Saya kira kalau mau melakukan perubahan dari dalam birokrasi," tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, meski tidak memiliki modal banyak Teten optimis, bisa memenangkan Pilkada Jabar. Diakuinya, keyakinan itu muncul, setelah Pilkada DKI Jakarta yang memenangkan Joko Widodo (Jokowi) sebagai DKI I.
“Saya kira PDIP sudah memulai suatu perubahan. Rieke sama saya ini sama-sama miskin, tidak punya uang. Ini saya kira harus direspon oleh kita semua. Nah pengalaman Jokowi membuat demokrasi sedikit maju. Bagaimana kekuatan uang bisa dikalahkan dengan koalisi rakyat. Saya kira kita semua optimis," ujarnya.
Aktivis antikorupsi ini mengungkapkan, jika nanti terpilih jadi Jabar II, dirinya bertekad untuk membersihkan praktik korupsi di provinsi Bumi Parahyangan.
"Iya (saya akan membersihkan Jabar dari korupsi). Saya tertarik, karena Jabar masih tidak efisien. Masyarakatnya juga kurang sejahtera. Ini yang saya kira menjadi tantangan," tandasnya.
(maf)