Sopir angkot dipukuli oknum brimob
Kamis, 08 November 2012 - 17:38 WIB
Sopir angkot dipukuli oknum brimob
A
A
A
Sindonews.com – Sudiyana (43), warga Dusun Tegowanu, Kaliagung, Sentolo harus menjalani perawatan intensif di ruang Dahlia 1 RSUP Sardjito, Yogyakarta. Sopir angkot ini mengalami luka serius di bagian mata setelah dihajar anggota Brimob berinisial J dari Datasemen B Pelopor, Sentolo.
Sudiyan mengatakan, tindakan tidak terpuji oknum aparat ini terjadi akibat salah paham. Saat itu, dirinya tengah berada di warung rokok di daerah Kaligalang, Kaliagung, Sentolo atau di depan perumahan Kaliagung Baru. Tanpa ragu, korban kemudian berbincang dengan anggota brimob itu karena merasa sudah kenal.
Saat itulah, korban merasa tersinggung dengan ucapan pelaku. Tanpa basa basi, oknum aparat itu pun langsung menghajar korban di depan rekan-rekannya. Warga yang ada di sekitar lokasi tak berani menghentikan.
“Saya dipukuli di depan teman-teman. Dia tersinggung dengan ucapan saya,” ungkap Sudiyana saat mendapat perawatan di RSUP Sardjito menjelaskan kepada wartawan, Kamis (8/11/2012).
Puas menuntaskan amarahnya, anggota brimob itu langsung meninggalkan korban yang sudah terkapar. Setelah itu, barulah warga berani menolong membawa korban ke Puskesmas Sentolo.
Akibat luka yang cukup parah, petugas medis langsung merujuknya ke RSUD Wates. "Saya mendapat lima jahitan. Setelah itu diperbolehkan pulang," tandasnya.
Sudiyana kembali dilarikan ke RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta, karena rasa sakitnya tak kunjung hilang. Dari sana, korban dirujuk ke RS dr. YAP, sebelum dilarikan lagi ke RSUP dr Sardjito.
"Kata dokter harus dioperasi karena mengalami luka dalam," jelasnya.
Dia berharap, petugas memproses tindakan pelaku secara hukum. "Saya minta kasus ini diselesaikan secara hukum. Pelaku harus diproses sesuai dengan aturan yang berlaku. Sebagai aparat seharusnya member contoh yang baik," harapnya.
Sudiyan mengatakan, tindakan tidak terpuji oknum aparat ini terjadi akibat salah paham. Saat itu, dirinya tengah berada di warung rokok di daerah Kaligalang, Kaliagung, Sentolo atau di depan perumahan Kaliagung Baru. Tanpa ragu, korban kemudian berbincang dengan anggota brimob itu karena merasa sudah kenal.
Saat itulah, korban merasa tersinggung dengan ucapan pelaku. Tanpa basa basi, oknum aparat itu pun langsung menghajar korban di depan rekan-rekannya. Warga yang ada di sekitar lokasi tak berani menghentikan.
“Saya dipukuli di depan teman-teman. Dia tersinggung dengan ucapan saya,” ungkap Sudiyana saat mendapat perawatan di RSUP Sardjito menjelaskan kepada wartawan, Kamis (8/11/2012).
Puas menuntaskan amarahnya, anggota brimob itu langsung meninggalkan korban yang sudah terkapar. Setelah itu, barulah warga berani menolong membawa korban ke Puskesmas Sentolo.
Akibat luka yang cukup parah, petugas medis langsung merujuknya ke RSUD Wates. "Saya mendapat lima jahitan. Setelah itu diperbolehkan pulang," tandasnya.
Sudiyana kembali dilarikan ke RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta, karena rasa sakitnya tak kunjung hilang. Dari sana, korban dirujuk ke RS dr. YAP, sebelum dilarikan lagi ke RSUP dr Sardjito.
"Kata dokter harus dioperasi karena mengalami luka dalam," jelasnya.
Dia berharap, petugas memproses tindakan pelaku secara hukum. "Saya minta kasus ini diselesaikan secara hukum. Pelaku harus diproses sesuai dengan aturan yang berlaku. Sebagai aparat seharusnya member contoh yang baik," harapnya.
(azh)