Terlalu murah, warga ogah jual lahan untuk prabrik
Kamis, 08 November 2012 - 17:28 WIB
Terlalu murah, warga ogah jual lahan untuk prabrik
A
A
A
Sindonews.com – Lima warga di Desa Tuksono, Sentolo bersikeras menolak melepas lahannya karena harga yang dinilai terlalu murah. Setiap meter persegi, lahan milik warga hanya dihargai Rp7.000-8.000. lahan itu akan digunakan sebagai lokasi dua pabrik oleh investor asing.
"Masih ada lima warga dari 100 yang menolak melepas tanahnya. Ini menjadi kendala serius buat kami. Kami tidak dapat berbuat apa-apa lagi," ungkap Kepala Desa Tuksono, Panut Hadi Santoso, Kamis (8/11/2012).
Menurutnya, nilai yang ditawarkan kepada pemilik lahan menjadi salah satu penyebab penolakan mereka. Namun di luar itu, ada juga warga yang menolak dengan alasan mempertahankan warisan leluhur.
“Kami tidak berani langsung meminta mereka melepas tanahnya,” terang dia.
Sebagai alternatif, lanjut Panut, pihaknya akan meminta bantuan Pemkab untuk membujuk warga yang masih menolak. Langkah itu dinilai tepat untuk menghapus tudingan bahwa upaya itu mereka merupakan bagian proyek terselubung dari pemdes.
Dia menambahkan, sebenarnya harga yang ditawarkan sudah cukup ideal. Alasannya, lahan di lokasi yang akan digunakan untuk pabrik kurang mendukung kegitan pertanian.
"Harganya memang tidak sama antara yang dekat dengan jalan dan lahan yang agak menjorok ke tengah. Menurut saya kisaran harga itu sudah sesuai,” tambahnya.
Dua pabrik yang akan dibangun di Sentolo membutuhkan 20 hektare lahan. Di atasnya akan dibangun pabrik boneka dan packaging sekaligus.
"Masih ada lima warga dari 100 yang menolak melepas tanahnya. Ini menjadi kendala serius buat kami. Kami tidak dapat berbuat apa-apa lagi," ungkap Kepala Desa Tuksono, Panut Hadi Santoso, Kamis (8/11/2012).
Menurutnya, nilai yang ditawarkan kepada pemilik lahan menjadi salah satu penyebab penolakan mereka. Namun di luar itu, ada juga warga yang menolak dengan alasan mempertahankan warisan leluhur.
“Kami tidak berani langsung meminta mereka melepas tanahnya,” terang dia.
Sebagai alternatif, lanjut Panut, pihaknya akan meminta bantuan Pemkab untuk membujuk warga yang masih menolak. Langkah itu dinilai tepat untuk menghapus tudingan bahwa upaya itu mereka merupakan bagian proyek terselubung dari pemdes.
Dia menambahkan, sebenarnya harga yang ditawarkan sudah cukup ideal. Alasannya, lahan di lokasi yang akan digunakan untuk pabrik kurang mendukung kegitan pertanian.
"Harganya memang tidak sama antara yang dekat dengan jalan dan lahan yang agak menjorok ke tengah. Menurut saya kisaran harga itu sudah sesuai,” tambahnya.
Dua pabrik yang akan dibangun di Sentolo membutuhkan 20 hektare lahan. Di atasnya akan dibangun pabrik boneka dan packaging sekaligus.
(azh)