Merapi semburkan asap sulfatara

loading...
Merapi semburkan asap sulfatara
Merapi semburkan asap sulfatara
Sindonews.com - Asap sulfatara muncul dari puncak Gunung Merapi. Hembusan asap terlihat dua kali membumbung di ketinggian sekira 100 meter.

Relawan Jaringan Informasi Lingkar (Jalin) Merapi, Mujianto mengatakan, asap sulfatara terlihat pekat ketika warga tengah bersiap melakukan aktivitas pagi. Hembusan pertama terjadi pukul 05.55 WIB dan kedua pukul 06.15 WIB. Namun kejadian ini tidak berdampak bagi masyarakat sekitarnya.

“Asap itu terlihat jelas dari rumah saya. Hembusan ke arah lereng barat laut,” ujar Mujiyanto yang tinggal di lereng Merapi di Desa Samiran, Kecamatan Selo, Boyolali, Jateng, Rabu (24/10/2012).

Meski hanya berlangsung beberapa menit, hembusan sempat mengakibatkan hujan abu vulkanik di sekitar lereng Merapi arah barat laut. Namun, keberadaannya tidak sampai ke pemukiman warga.

Pihaknya mengimbau agar warga berhati-hati, mengingat hembusan asap sulfatara disertai hujan abu dimungkinkan masih terus terjadi. Para pendaki juga diminta tetap waspada mengingat asap sulfatara cukup berbahaya bagi kesehatan. Sebelum melakukan pendakian ke puncak, pendaki diharapkan mengetahui kondisi terkini gunung teraktif di dunia itu.

Petugas pos pengamatan Gunung Merapi di Desa Jrakah, Kecamatan Selo Boyolali, Tri Mujiyanto mengakui, adanya hembusan asap sulfatara. Asap tebal berwarna putih itu ketinggiannya mencapai sekira 100 meter dan condong ke arah barat. Namun keberadaannya tidak mencapai pemukiman warga.

“Sementara untuk tingkat kepekatan asap tidak terpantau,” beber Tri Mujiyanto.

Kendati demikian, hingga saat ini status Merapi masih aktif normal. Pihaknya juga mengimbau agar para pendaki waspada. Selain kondisinya licin, jalur pendakian menuju puncak sangat rapuh dan mudah terjadi guguran.
(rsa)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top