Kejari endus penyimpangan pencetakan sawah

Senin, 15 Oktober 2012 - 15:13 WIB
Kejari endus penyimpangan...
Kejari endus penyimpangan pencetakan sawah
A A A
Sindonews.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantaeng mencium ada yang tidak beres dalam program Bantuan Sosial (Bansos) milik Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Bantaeng senilai Rp1,5 miliar.

Proyek yang seharusnya rampung pada Desember 2011 silam, nyatanya hinga kini masih terus berjalan.

Menurut Kepala Seksi Itelijen (Kasi Intel) Kejari Bantaeng Andi Irfan Untung, pihaknya sudah melakukan pengumpulan bukti hingga kasus ini sudah masuk ketingkat penyelidikan.

Dia mengatakan, program tersebut seharusnya sudah rampung pada Desember 2011, namun hingga saat ini, proyek tersebut belum juga rampung. Pencetakan sawah tersebut tersebar di beberapa kecamatan.

Penyidik juga telah memeriksa beberapa pihak terkait, namun, belum bisa menyimpulkan karena masih dilakukan penyelidikan lanjutan.

"Kami masih terus melakukan penelusuran," tegasnya, Senin (15/10/2012).

Sementara itu, Kepala Seksi Perluasan Areal Dispertanak Bantaeng M Nawir, membenarkan penyelidikan proyek pencetakan sawah seluas 200 hektar untuk 12 kelompok tani. Lahan tersebut di Kecamatan Pa’jukukang, Bantaeng, Gantarang Keke, Bisappu, dan Sinoa.

“Memang ada yang belum rampung, yakni di Kelurahan Onto, Kecamatan Bantaeng, Bonto Maccini Kecamatan Sinoa, Bonto Salluang Kecamatan Bisappu,” jelas Nawir.

Kendala yang terjadi saat itu adalah, lokasi lahan di Kelurahan Onto sekira empat hektar, masih ada tanaman warga. Sementara di Bonto Macci dan Bonto Salluang sudah dilakukan pencetakan, hanya saja pematang sawahnya kecil, sehingga tidak sesuai dengan gambar.

Meskipun demikian, pihaknya mengaku dananya masih ada di rekening kelompok tani, dan belum dicairkan. Selain itu, Dispertanak juga tidak bermaksud menahan proses pencairan. Pencairan tahap ke tiga ini, baru dilakukan setelah kelompok tani membuatkan surat pernyataan sanggup mengerjakan dengan baik.

“Anggaran yang tersisa saat ini sekitar Rp275 juta, untuk tiga kelompok tani. Total dana sekitar Rp1,5 miliar yang bersumber dari APBN 2011,” jelas Nawir.

Dana tersebut kata dia 70 persen diperuntukkan untuk biaya cetak sawah, dan 30 persen untuk sarana produksi, seperti bibit, pupuk, dan hand tracktor.
(ysw)
Berita Terkait
Kejari Kabupaten Bekasi...
Kejari Kabupaten Bekasi Selamatkan Uang Negara Rp1,1 Miliar
Richard Ohee: Perlu...
Richard Ohee: Perlu Strategi Khusus untuk Tangani Kasus Korupsi di Papua
Korupsi Proyek Jalan...
Korupsi Proyek Jalan Rantau Alai-SP Kilip Rp1,2 M, PPK dan Kontraktor Dijebloskan ke Penjara
Mantan Bupati Inhil...
Mantan Bupati Inhil Ditetapkan Tersangka Korupsi Penyertaan Modal BUMD
Usut Dugaan Korupsi,...
Usut Dugaan Korupsi, Tim Kejari Geledah Kantor KPU Kapuas
Kejati Malut Tetapkan...
Kejati Malut Tetapkan Empat Tersangka Kasus Pengadaan Kapal Nautikan
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
1 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
2 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
3 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
3 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
4 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
4 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved