Pasutri korupsi, ditahan berbeda

Kamis, 27 September 2012 - 15:35 WIB
Pasutri korupsi, ditahan...
Pasutri korupsi, ditahan berbeda
A A A
Sindonews.com – Pasangan suami-istri (Pasutri) yakni Nurhadi anggota DPRD Bojonegoro, dengan Munjiatun, Kepala Desa Sambong, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, ditahan karena tersangkut perkara dugaan korupsi dana Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) Tahun 2010 senilai Rp127 juta.

Kendati mereka menghuni Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Bojonegoro, namun tahanan keduanya dipisahkan. Bahkan pertemuan pasutri ini dibatasi, mereka hanya boleh bertemu jika ada keluarga yang membesuknya.

Nurhadi, anggota DPRD dari PKNU kini menghuni ruang Masa Pengenalan Lingkungan (Mapenaling) No.04 di dalam kompleks bui. Ia satu ruangan dengan tujuh penghuni lainnya.

Sedangkan istrinya, Munjiatun, ditempatkan di ruang blok C yakni ruangan khusus tahanan dan napi perempuan.

“Meski sama-sama menghuni bui, keduanya tidak dicampur,” ujar Kepala Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Bojonegoro, Hendra Eka Putra, Kamis (27/9/2012).

Ruangan tahanan dan napi perempuan dengan laki-laki memang dipisah. Ruangan untuk tahanan dan napi perempuan berada di depan di dalam kompleks bui, sedangkan ruangan untuk tahanan dan napi perempuan berada di belakang.

Pasangan Nurhadi-Munjiatun itu juga masih mempunyai bayi berumur tiga bulan. Pihak LP Kelas II A Bojonegoro akan membolehkan Munjiatun mengasuh anaknya itu bila memang perlu.

“Kami membolehkan kalau anaknya yang masih kecil itu diasuh di bui,” ujar Hendra.

Pasangan Nurhadi-Munjiatun ini masih menunggu proses sidang perkara dugaan korupsi dana Jasmas di Desa Sambong, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro senilai Rp127 juta.

Pihak Kejaksaan Negeri Bojonegoro menduga proyek dana Jasmas untuk pembangunan kantor balai desa, masjid, dan poliklinik tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Nurhadi saat ditemui di ruang Mapenaling mengatakan ia akan mengikuti proses hukum yang sedang berjalan. “Saya ikuti proses hukum ini. Meski sebetulnya saya merasa tidak bersalah dalam perkara ini,” ucapnya pelan.

Kepala Kejaksaan Negeri Bojonegoro, Tugas Utoto, mengatakan, berkas perkara dugaan korupsi dana Jasmas dengan tersangka Munjiatun dan Nurhadi itu akan dipisah. “Berkas perkaranya dipecah,” ujar Tugas Utoto.

Ia mengatakan, pihak Kejaksaan akan memeriksa kembali penyaluran dana Jasmas tahun 2010 di Kabupaten Bojonegoro. Total dana Jasmas yang disalurkan pada sejumlah kelompok penerima saat itu mencapai Rp33 miliar.
(ysw)
Berita Terkait
Kejari Kabupaten Bekasi...
Kejari Kabupaten Bekasi Selamatkan Uang Negara Rp1,1 Miliar
Richard Ohee: Perlu...
Richard Ohee: Perlu Strategi Khusus untuk Tangani Kasus Korupsi di Papua
Korupsi Proyek Jalan...
Korupsi Proyek Jalan Rantau Alai-SP Kilip Rp1,2 M, PPK dan Kontraktor Dijebloskan ke Penjara
Mantan Bupati Inhil...
Mantan Bupati Inhil Ditetapkan Tersangka Korupsi Penyertaan Modal BUMD
Usut Dugaan Korupsi,...
Usut Dugaan Korupsi, Tim Kejari Geledah Kantor KPU Kapuas
Kejati Malut Tetapkan...
Kejati Malut Tetapkan Empat Tersangka Kasus Pengadaan Kapal Nautikan
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
1 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
2 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
3 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
4 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
4 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
4 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved