Protes video, HTI rusak bendera AS
Minggu, 16 September 2012 - 11:13 WIB
Protes video, HTI rusak bendera AS
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan massa dari kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) kembali melakukan unjuk rasa di kawasan Tugu Kujang, Bogor, Jawa Barat. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap penyebaran video Innocent of Muslims.
Para pengunjuk rasa tersebut menuding video yang sempat ada di YouTube itu merupakan salah satu bentuk penghinaan terhadap Islam. Karenanya, HTI melakukan unjuk rasa pada Minggu (16/6/2012), sebagai bentuk pembelaan terhadap Islam.
Aksi tersebut pun mengundang simpati dari para bikers yang ada di sekitar Tugu Kujang, Bogor. Para bikers ikut turun berunjuk rasa meminta Sam Bacile dihukum, karena telah membuat film yang melecehkan agama tertentu.
Selain meminta agar Sam Bacile dihukum, para pengunjuk rasa pun melakukan penurunan bendera Amerika Serikat (AS), dan merusak bendera Negeri Paman Sam itu.
Sebelumnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin meminta seluruh umat Islam di Indonesia menahan diri dalam menyikapi film tersebut. "Kalau umat Islam mau demo, saya kira wajar. Itu ungkapan perasaan, namun jangan sampai anarkis, merusak, dan bertindak brutal," katanya.
Dia meminta agar film yang dianggap telah melecehkan Islam itu tidak masuk ke Indonesia. "Kalau ada video, dan sebagainya agar ditarik. Kalau ada di internet, saya harap pemerintah bisa memblokirnya," ujarnya.
Para pengunjuk rasa tersebut menuding video yang sempat ada di YouTube itu merupakan salah satu bentuk penghinaan terhadap Islam. Karenanya, HTI melakukan unjuk rasa pada Minggu (16/6/2012), sebagai bentuk pembelaan terhadap Islam.
Aksi tersebut pun mengundang simpati dari para bikers yang ada di sekitar Tugu Kujang, Bogor. Para bikers ikut turun berunjuk rasa meminta Sam Bacile dihukum, karena telah membuat film yang melecehkan agama tertentu.
Selain meminta agar Sam Bacile dihukum, para pengunjuk rasa pun melakukan penurunan bendera Amerika Serikat (AS), dan merusak bendera Negeri Paman Sam itu.
Sebelumnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin meminta seluruh umat Islam di Indonesia menahan diri dalam menyikapi film tersebut. "Kalau umat Islam mau demo, saya kira wajar. Itu ungkapan perasaan, namun jangan sampai anarkis, merusak, dan bertindak brutal," katanya.
Dia meminta agar film yang dianggap telah melecehkan Islam itu tidak masuk ke Indonesia. "Kalau ada video, dan sebagainya agar ditarik. Kalau ada di internet, saya harap pemerintah bisa memblokirnya," ujarnya.
(lil)