Kemarau, kera Goa Kreo serbu pemukiman warga
Kamis, 13 September 2012 - 23:26 WIB
Kemarau, kera Goa Kreo serbu pemukiman warga
A
A
A
Sindonews.com - Musim kemarau yang panjang mengakibatkan pasokan makanan bagi kera-kera di kawasan wisata Goa Kreo, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati Kota, Semarang, Jawa Tengah (Jateng) menipis. Hal ini memaksa kera-kera ekor panjang itu masuk ke pemukiman warga untuk mencari makan.
Warung-warung milik warga yang ada di sekitar obyek wisata menjadi sasaran. Sedikitnya ada sekitar enam warung di rusak dan isinya di jarah. Pemilik warung pun harus berjaga supaya barang dagangan tidak dicuri oleh kera-kera lapar.
Selain mencari makanan kera-kera ekor panjang itu juga mencari tempat untuk berteduh dari panasnya sinar matahari, karena banyak pohon ditebang untuk pembangunan waduk Jatibarang.
Salah seorang pemilik warung Sarminah,56, mengaku warungnya beberapa kali pernah dirusak dan banyak dagangan miliknya, dijarah kera.
“Setelah ada proyek (waduk Jatibarang), banyak pohon ditebangi, sehingga kera-kera itu tidak punya tempat untuk berteduh dan mencari makan,” katanya, Kamis (13/9/2012).
Untuk menghindari masuknya kera ke dalam warung, Sarminah mengaku terpaksa menyimpan barang daganganya ditempat yang aman dan terkunci. ”Akhirnya saya beli etalase untuk menyimpan makanan,” katanya.
Tidak hanya masuk warung, kera-kera kreo juga masuk ke rumah – rumah warga. Untuk mengusirnya warga mempersiapkan diri dengan ketapel.
Salah satu rumah yang kerap menjadi sasarana para kera adalah rumah milik Kusno. Rumahnya yang cukup dekat dengan area wisata Goa Krea, hampir setiap hari dimasuki kera. ”Kalau dulu sebelum ada pembangunan waduk, paling hanya di pohon-pohon dekat rumah, tapi sekarang hampir setiap hari masuk rumah,” kata Kusno.
Warung-warung milik warga yang ada di sekitar obyek wisata menjadi sasaran. Sedikitnya ada sekitar enam warung di rusak dan isinya di jarah. Pemilik warung pun harus berjaga supaya barang dagangan tidak dicuri oleh kera-kera lapar.
Selain mencari makanan kera-kera ekor panjang itu juga mencari tempat untuk berteduh dari panasnya sinar matahari, karena banyak pohon ditebang untuk pembangunan waduk Jatibarang.
Salah seorang pemilik warung Sarminah,56, mengaku warungnya beberapa kali pernah dirusak dan banyak dagangan miliknya, dijarah kera.
“Setelah ada proyek (waduk Jatibarang), banyak pohon ditebangi, sehingga kera-kera itu tidak punya tempat untuk berteduh dan mencari makan,” katanya, Kamis (13/9/2012).
Untuk menghindari masuknya kera ke dalam warung, Sarminah mengaku terpaksa menyimpan barang daganganya ditempat yang aman dan terkunci. ”Akhirnya saya beli etalase untuk menyimpan makanan,” katanya.
Tidak hanya masuk warung, kera-kera kreo juga masuk ke rumah – rumah warga. Untuk mengusirnya warga mempersiapkan diri dengan ketapel.
Salah satu rumah yang kerap menjadi sasarana para kera adalah rumah milik Kusno. Rumahnya yang cukup dekat dengan area wisata Goa Krea, hampir setiap hari dimasuki kera. ”Kalau dulu sebelum ada pembangunan waduk, paling hanya di pohon-pohon dekat rumah, tapi sekarang hampir setiap hari masuk rumah,” kata Kusno.
(azh)