Biaya perjalanan dinas di Cianjur diduga dikorupsi

Kamis, 13 September 2012 - 02:52 WIB
Biaya perjalanan dinas...
Biaya perjalanan dinas di Cianjur diduga dikorupsi
A A A
Sindonews.com - Bendahara pengeluaran di Kantor Dinas Perpajakan Kabupaten Cianjur Syarif Hidayat menjalani sidang dakwaan korupsi perjalanan dinas di Pengadilan Negeri (PN) Bandung. Syarif diduga terlibat kasus korupsi perjalanan dinas di Kabupaten Cianjur.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Devianti menyebutkan dari 70 pegawai yang wajib dibayarkan biaya perjalanan dinasnya, Syarif diduga rugikan Rp 614,9 juta.

"Anggaran perjalanan dinas pada tahun 2009 itu sebesar Rp 1,095 miliar untuk dialokasikan bagi 70 pegawai. Tapi rata-rata masing-masing pegawai hanya diberi Rp 430 ribu," kata Devianti di Ruang IV PN Bandung usai sidang, Rabu (12/9/2012).

Sisa dana yang terhitung oleh auditor investigasi Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Barat senilai Rp 614,9 juta. "Jadi itu tidak dibayarkannya sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA). Dalam pencairannya, dia memotong 25-50 persen pada setiap pegawai," ucap Devianti.

Perbuatannya juga disebut melanggar Peraturan Bupati Cianjur pada 2009, yang mengatur tentang tugas pokok dan fungsinya. Alih-alih menyalurkan dana biaya perjalanan dinas, aliran dana itu masuk ke kas keperluan pribadi Syarif.

"Di antaranya buat mebagikaan THR (tunjangan hari raya) Rp 31 juta, cicilan kredit ke BPR (Bank Perkreditan Rakyat) Rp 325,5 juta, koordinasi perwakilan di DPRD Rp26 juta, koordinasi dengan Ifan Rp172 juta, pembayaran kredit Rp45,4 juta," ujarnya.

Akan tetapi jaksa juga menyidik pengeluaran tanpa bukti ada sebesar Rp94,3 juta. Syarif pun didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-undang no. 31/1999 sebagaimana telah diubah pada UU no.21/2001 tentang antikorupsi, jo pasal 55 ayat (1) KUHP. Ancaman pidana maksimal 20 tahun kurungan penjara

Selain itu dia didakwa subsider Pasal 3 Undang-undang antikorupsi tentang penyalahgunaan wewenang dan merugikan keuangan negara atau korporasi. Kuasa hukum terdakwa Singap Pangaribuan pun langsung mengajukan eksepsi dan hakim ketua majelis Heri Sutanto menjadwalkan sidang lanjutan berlangsung Rabu 19 September mendatang.
(azh)
Berita Terkait
Kejari Kabupaten Bekasi...
Kejari Kabupaten Bekasi Selamatkan Uang Negara Rp1,1 Miliar
Richard Ohee: Perlu...
Richard Ohee: Perlu Strategi Khusus untuk Tangani Kasus Korupsi di Papua
Korupsi Proyek Jalan...
Korupsi Proyek Jalan Rantau Alai-SP Kilip Rp1,2 M, PPK dan Kontraktor Dijebloskan ke Penjara
Mantan Bupati Inhil...
Mantan Bupati Inhil Ditetapkan Tersangka Korupsi Penyertaan Modal BUMD
Usut Dugaan Korupsi,...
Usut Dugaan Korupsi, Tim Kejari Geledah Kantor KPU Kapuas
Kejati Malut Tetapkan...
Kejati Malut Tetapkan Empat Tersangka Kasus Pengadaan Kapal Nautikan
Berita Terkini
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
56 menit yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
2 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
8 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
9 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
9 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
9 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved