Terpidana bom BEJ dipindah ke Aceh
Selasa, 11 September 2012 - 21:36 WIB
Terpidana bom BEJ dipindah ke Aceh
A
A
A
Sindonews.com - Tiga narapidana politik yang didakwa melakukan pengeboman Bursa Efek Jakarta pada 14 September 2000 lalu, dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Banda Aceh, di Pagar Air, Aceh Besar.
Para narapidana politik itu sebelumnya mendekam dalam LP Cipinang, Jakarta. Tiba di bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh besar pukul 11.30 WIB menggunakan pesawat Lion Air.
"Saya bersyukur bisa kembali ke tanah kelahiran meski masih dipenjara, saya harus melanjutkan sekolah lagi," kata Ismuhadi, Selasa (11/9/2012).
Selain Ismuhadi, turut dipindahkan Irwan dan Ibrahim Hasan. Ismuhadi sudah menjalani masa tahanan 12 tahun dari seumur hidup. Namun ketiganya mendapat pengurangan masa tahanan menjadi 20 tahun setelah Presiden Yudhoyono mengeluarkan Keppres Nomor 24 tahun 2012.
Saat di bandara ketiga narapidana disambut keluarga dengan isak tangis dan sujud syukur. Para keluarga bersyukur atas pengurangan masa hukuman dan dipindahkan ke Aceh.
“Iwan mulai merantau sejak setelah tamat SMA. Waktu meugang kemarin ada dia telpon. Dia bilang bahwa sudah ada surat untuk penguangan hukuman, ” jelas Rusni, ibu Irwan.
Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, turut menjemput tiga narapidana politik yang juga terlibat dalam Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu. Sebelum kembali masuk penjara, ketiganya menjalankan tradisi tepung tawar. Bahkan sempat makan siang bersama dengan Wakil Gubernur Aceh serta sejumlah mantan petinggi GAM di pendopo gubernur.
"Harusnya peristiwa bersejarah ini terjadi lima tahun lalu, namun pemerintahan lalu tidak peduli," kata Muzakir Manaf.
Bursa Efek Jakarta diledakan menggunakan bom mobil dari lantai bawah tanah, dalam peristiwa tersebut dinyatakan 15 orang meninggal. Ismuhadi disebut sebagai perakit bom. Saat perundingan damai antara Pemerintah Indonesia dan GAM, ketiganya tidak dibebaskan.
Para narapidana politik itu sebelumnya mendekam dalam LP Cipinang, Jakarta. Tiba di bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh besar pukul 11.30 WIB menggunakan pesawat Lion Air.
"Saya bersyukur bisa kembali ke tanah kelahiran meski masih dipenjara, saya harus melanjutkan sekolah lagi," kata Ismuhadi, Selasa (11/9/2012).
Selain Ismuhadi, turut dipindahkan Irwan dan Ibrahim Hasan. Ismuhadi sudah menjalani masa tahanan 12 tahun dari seumur hidup. Namun ketiganya mendapat pengurangan masa tahanan menjadi 20 tahun setelah Presiden Yudhoyono mengeluarkan Keppres Nomor 24 tahun 2012.
Saat di bandara ketiga narapidana disambut keluarga dengan isak tangis dan sujud syukur. Para keluarga bersyukur atas pengurangan masa hukuman dan dipindahkan ke Aceh.
“Iwan mulai merantau sejak setelah tamat SMA. Waktu meugang kemarin ada dia telpon. Dia bilang bahwa sudah ada surat untuk penguangan hukuman, ” jelas Rusni, ibu Irwan.
Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, turut menjemput tiga narapidana politik yang juga terlibat dalam Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu. Sebelum kembali masuk penjara, ketiganya menjalankan tradisi tepung tawar. Bahkan sempat makan siang bersama dengan Wakil Gubernur Aceh serta sejumlah mantan petinggi GAM di pendopo gubernur.
"Harusnya peristiwa bersejarah ini terjadi lima tahun lalu, namun pemerintahan lalu tidak peduli," kata Muzakir Manaf.
Bursa Efek Jakarta diledakan menggunakan bom mobil dari lantai bawah tanah, dalam peristiwa tersebut dinyatakan 15 orang meninggal. Ismuhadi disebut sebagai perakit bom. Saat perundingan damai antara Pemerintah Indonesia dan GAM, ketiganya tidak dibebaskan.
(azh)