PNS Sumba Timur kerap bolos demi pacuan kuda
Kamis, 06 September 2012 - 13:59 WIB
PNS Sumba Timur kerap bolos demi pacuan kuda
A
A
A
Sindonews.com - Daya tarik pacuan kuda tradisional Sumba bisa jadi sangat menggiurkan bagi sejumlah oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan oknum anggota DPRD Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hasrat untuk menonton aksi para joki cilik memacu kuda Sandle Wood di arena pacuan Rihi Eti, Kelurahan Prailiu, Waingapu, seakan membius mereka hingga lupa akan tugas pokok dan fungsi keberadaan mereka sebagai abdi negara dan masyarakat.
Seperti terpantau hari ini Kamis (6/9/2012) siang tadi sejumlah oknum PNS baik yang berseragam resmi PNS maupun berpakaian bebas, nampak menonton dan berbaur di tribun penonton pacuan kuda. Tak hanya itu, bahkan sebagian diantaranya ikut memasang taruhan.
Perilaku tak jauh beda juga ditunjukan oleh sejumlah oknum anggota DPRD setempat. Di kala rekan-rekan sesama anggota legislatif lainnya bersimbah peluh dan berbalut debu di desa dan kecamatan untuk melakukan agenda kerja uji petik Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) pemerintah setempat, oknum anggota DPRD lainnya justru asyik bersukaria di arena pacuan kuda.
Padahal para anggota DPRD telah mengambil dana perjalanan unutk melakukan uji petik di lapangan untuk enam hari ke depan.
“Para anggota dewan sudah ambil dana atau uang jalan untuk uji petik sejak dua hari lalu. Kami tidak punya kewenangan untuk menahan atau membatalkan pencairan dana itu. Hanya masalahnya jujur saja kami tidak tahu pasti apakah benar mereka ke lapangan atau tidak. Tidak pernah ada anggota dewan yang menyerahkan kembali uang jalan jika tidak pergi,” jelas Melkianus Dadi, Sekretaris DPRD Sumba Timur kala ditemui di ruang kerjanya.
pada berita sebelumnya, Anggota DPRD Sumba Timur kepergok sedang menonton pacuan kuda ketika tengah menjalankan tugas.
Seperti terpantau hari ini Kamis (6/9/2012) siang tadi sejumlah oknum PNS baik yang berseragam resmi PNS maupun berpakaian bebas, nampak menonton dan berbaur di tribun penonton pacuan kuda. Tak hanya itu, bahkan sebagian diantaranya ikut memasang taruhan.
Perilaku tak jauh beda juga ditunjukan oleh sejumlah oknum anggota DPRD setempat. Di kala rekan-rekan sesama anggota legislatif lainnya bersimbah peluh dan berbalut debu di desa dan kecamatan untuk melakukan agenda kerja uji petik Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) pemerintah setempat, oknum anggota DPRD lainnya justru asyik bersukaria di arena pacuan kuda.
Padahal para anggota DPRD telah mengambil dana perjalanan unutk melakukan uji petik di lapangan untuk enam hari ke depan.
“Para anggota dewan sudah ambil dana atau uang jalan untuk uji petik sejak dua hari lalu. Kami tidak punya kewenangan untuk menahan atau membatalkan pencairan dana itu. Hanya masalahnya jujur saja kami tidak tahu pasti apakah benar mereka ke lapangan atau tidak. Tidak pernah ada anggota dewan yang menyerahkan kembali uang jalan jika tidak pergi,” jelas Melkianus Dadi, Sekretaris DPRD Sumba Timur kala ditemui di ruang kerjanya.
pada berita sebelumnya, Anggota DPRD Sumba Timur kepergok sedang menonton pacuan kuda ketika tengah menjalankan tugas.
(azh)