Anggota DPRD hunus badik, ribut di sidang paripurna
Senin, 13 Agustus 2012 - 16:21 WIB
Anggota DPRD hunus badik, ribut di sidang paripurna
A
A
A
Sindonews.com - Adu mulut yang nyaris adu jotos terjadi antara anggota DPRD Bulukumba Askar dengan anggota Komisi B Andi Asman. Aksi itu terjadi sebelum sidang paripurna penyerahan sisa lebih penggunan anggaran (Silpa) Tahun Anggaran (TA) 2011 dimulai, Senin (13/8/2012).
Bahkan salah seorang anggota DPRD sempat menghunus badik yang sudah dipersiapkannya, beruntung rekan-rekannya sempat melerai sehingga badik tersebut tidak makan korban.
Kejadian yang disaksikan langsung oleh Bupati Bulukumba Zainuddin
Hasan dan Wakil Bupati Syamsuddin ini berawal ketika Askar dan Andi Asman bersitegang mengenai rapat paripurna penyerahan Silpa.
Di satu sisi ingin dibatalkan, dan yang lainnya ingin dilanjutkan. Alasannya, karena dianggap tak sesuai prosuder yang berlaku.
Hanya saja, Askar yang juga Ketua DPC PPP Bulukumba marah dan tetap ngotot bagaimana supaya paripurna dilanjutkan. Karena tak ada titik temu, keduanya langsung emosi dan nyaris adu jotos.
Beruntung, peristiwa yang memalukan tersebut tidak berlangsung lama setelah anggota DPRD lainya berhasil memisahkan keduanya. Sebenarnya Askar sempat mengeluarkan badik yang tersimpan di pinggangnya dan mencari Andi Asman yang sudah meninggalkan ruang paripurna DPRD Bulukumba.
Sekretaris Fraksi Bulukumba Bersatu (FBB) DPRD Bulukumba Muhammad Djuharta mengungkapkan, bahwa penjadwalan kembali paripurna ini pasca tidak kuorum sebenarnya melanggar prosuder.
Sebab, penetapan tidak melibatkan semua fraksi hanya beberapa saja. Padahal, sesuai tata tertib (Tatib) ketika tidak kuorum dan dijadwal kembali harus melibatkan seluruh anggota.
Sementara itu, Aktivis Aliansi Masyarakat Penegak Demokrasi (AMPD) Bulukumba Muhammad Musafir menyayangkan insiden adu jotos di ruang sidang. Menurutnya, kejadian ini tidak mencerminkan kedewasaan DPRD. Seharusnya mereka bisa menahan diri terlebih di bulan suci Ramadan ini.
Bahkan salah seorang anggota DPRD sempat menghunus badik yang sudah dipersiapkannya, beruntung rekan-rekannya sempat melerai sehingga badik tersebut tidak makan korban.
Kejadian yang disaksikan langsung oleh Bupati Bulukumba Zainuddin
Hasan dan Wakil Bupati Syamsuddin ini berawal ketika Askar dan Andi Asman bersitegang mengenai rapat paripurna penyerahan Silpa.
Di satu sisi ingin dibatalkan, dan yang lainnya ingin dilanjutkan. Alasannya, karena dianggap tak sesuai prosuder yang berlaku.
Hanya saja, Askar yang juga Ketua DPC PPP Bulukumba marah dan tetap ngotot bagaimana supaya paripurna dilanjutkan. Karena tak ada titik temu, keduanya langsung emosi dan nyaris adu jotos.
Beruntung, peristiwa yang memalukan tersebut tidak berlangsung lama setelah anggota DPRD lainya berhasil memisahkan keduanya. Sebenarnya Askar sempat mengeluarkan badik yang tersimpan di pinggangnya dan mencari Andi Asman yang sudah meninggalkan ruang paripurna DPRD Bulukumba.
Sekretaris Fraksi Bulukumba Bersatu (FBB) DPRD Bulukumba Muhammad Djuharta mengungkapkan, bahwa penjadwalan kembali paripurna ini pasca tidak kuorum sebenarnya melanggar prosuder.
Sebab, penetapan tidak melibatkan semua fraksi hanya beberapa saja. Padahal, sesuai tata tertib (Tatib) ketika tidak kuorum dan dijadwal kembali harus melibatkan seluruh anggota.
Sementara itu, Aktivis Aliansi Masyarakat Penegak Demokrasi (AMPD) Bulukumba Muhammad Musafir menyayangkan insiden adu jotos di ruang sidang. Menurutnya, kejadian ini tidak mencerminkan kedewasaan DPRD. Seharusnya mereka bisa menahan diri terlebih di bulan suci Ramadan ini.
(ysw)