Guru ancam mogok mengajar

Selasa, 07 Agustus 2012 - 16:20 WIB
Guru ancam mogok mengajar
Guru ancam mogok mengajar
A A A
Sindonews.com - Sejumlah guru sertifikasi di Pemerintah Kabupten (Pemkab) Bulukumba mengancam akan mogok mengajar jika tunjangan sertifikasi yang menunggak dari triwulan I dan II tak segera dibayarkan.

Salah seorang guru SMP Zukrillah mengungkapkan, rencana akan mogok mengajar tersebut karena guru sudah lama menunggu pencairan sertifikasi.

“Guru sudah mulai konsolidasi tidak masuk mengajar awal tahun ajaran baru sebelum tunjangan mereka dibayarkan,” ungkap Zukrillah.

Menurut dia, banyak guru yang bertanya-tanya kenapa di Bulukumba pembayaran guru terlambat. Sedangkan di beberapa daerah lain sudah membayarkan tepat waktu.

“Saya kurang paham kenapa selalu menunggak. Sedangkan Kabupaten lain sudah lunas,” terangnya, Selasa (7/8/2012).

Dia berharap kepada pemerintah agar segera memberikan perhatian yang serius. Untuk mengantisipasi terjadinya mogok mengajar yang dijadwalkan pasca lebaran mendatang.

Sementara itu, Sekretaris Komisi B DPRD Bulukumba Zulkifli Sayye mengemukakan, pihaknya menduga uang sertifikasi guru itu didepositokan oleh pemerintah. Sebab, anggaran tersebut tidak diketahui kemana.

“Kami tidak percaya uang tidak ada. Sebab pusat mencairkan itu sebelum masuk triwulan berikutnya,” ungkap dia.

Dalam membuktikan, tambah Zulkifli, dirinya meminta agar rekening koran hasil transfer sebaiknya diserahkan ke Dewan. Alasannya, jika hanya melalui komentar sulit dipercaya karena pusat tidak mungkin menunda pencairan apalagi itu adalah hak guru.

“Saya akan panggil Keuangan Pemkab. Kami ingin membuktikan apakah memang tidak atau didepositokan,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Anggaran Dinas Pengelola Keuangan Daerah (DPKD) Bulukumba Muhammad Rifai mengemukakan, pengusulan pembayaran sertifikasi guru triwulan tersebut, sudah diusulkan ke pemerintah pusat. Hanya saja, hingga kini anggaran belum turun, sehingga pihaknya berharap guru bersabar sambil menunggu.

“Kalau tidak ada halangan dalam waktu dekat sudah turun. Saya juga berencana akan melakukan konsultasi langsung ke pemerintah pusat. Jumlah diusulkan berdasarkan jumlah sebelumnya yakni sekitar Rp19 miliar lebih,” ujar dia.
(ysw)
Berita Terkait
Tikam Korban Pakai Taji...
Tikam Korban Pakai Taji Ayam, Pemuda di Kajang Diamankan Polisi
Kejari Bulukumba Terima...
Kejari Bulukumba Terima SPDP Dugaan Korupsi BOK Dinkes
Istri Wakil Bupati Dilantik...
Istri Wakil Bupati Dilantik Jadi Ketua TP PKK Bulukumba
1 Unit Rumah Disita...
1 Unit Rumah Disita Milik Tersangka Kasus BOK Bulukumba Disita
Tidak Ada Perubahan,...
Tidak Ada Perubahan, Program Kotaku di Bulukumba Disorot
Dewan Anggap Abdur Rajab...
Dewan Anggap Abdur Rajab Tak Cocok Jadi Direktur RSUD Bulukumba
Berita Terkini
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
1 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
1 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
1 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
2 jam yang lalu
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
8 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
8 jam yang lalu
Infografis
Berapa Gaji Guru PPPK...
Berapa Gaji Guru PPPK dan PNS 2025? Ini Rinciannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved