Harga Tinggi, Permintaan Masker di Pasar Pramuka Turun Drastis

Minggu, 08 Maret 2020 - 16:07 WIB
Harga Tinggi, Permintaan...
Harga Tinggi, Permintaan Masker di Pasar Pramuka Turun Drastis
A A A
JAKARTA - Permintaan masker dan hand sanitizer di Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, dalam beberapa hari terakhir mengalami penurunan drastis. Pedagang menuding operasi pasar yang digelar PD Pasar Jaya sebagai penyebabnya.

Pedagang mengaku, sejak PD Pasar Jaya membuka operasi pasar guna menstabilkan harga masker dan handsanitizer di pasaran sejak Kamis (5/3/2020), penjualan mereka mengalami penurunan tajam.

Padahal, jauh sebelum PD Pasar Jaya melakukan operasi pasar, dalam sehari para pedagang dapat menjual masker hingga 20 boks. (Baca juga: Masyarakat Serbu Masker di Pasar Pramuka, Harga per Boks Rp400.000)

Agung, seorang karyawan di salah satu toko yang menjual alat-alat kesehatan di Pasar Pramuka mengatakan, sejak mewabahnya COVID-19 atau virus Corona di Wuhan, China, masyarakat banyak yang membeli masker untuk mengantisipasi penularan virus mematikan itu.

"Awal-awal virus Corona, di toko ini saya bisa melayani lebih 20 orang pemebeli yang mencari masker dan hand sanitizer," ujar Agung saat ditemui, Minggu (8/3/2020).

Menurut dia, sejak PD Pasar Jaya ikut menjual masker dan hand sanitizer, masyarakat mulai beralih ke gerai Jakmart. Hal itu lantaran harga masker di Pasar Pramuka masih tinggi.

Pedagang mengaku tidak bisa menurunkan harga masker sesuai permintaan PD Pasar lantaran harga beli dari distributor masih tinggi. Terlebih kualitasnya memang berbeda. (Baca juga: Harga Masker dan Hand Sanitizer Masih Menggila di Pasar Pramuka)

"Masker yang dijual di Jakmart itukan kualitasnya di bawah pedagang masker yang berjulan yang di Pasar Pramuka. Jdi kita enggak bisa samakan harganya, kecuali barang kita itu sama," katanya.

Kendati demikian, pembeli masker dan hand sanitizer di Pasar Pramuka masih tergolong tinggi. Pedagang tidak serta merta kehilangan semua konsumen.

"Kalau awal-awal itu kita bisa jual 20 boks per hari, sekarang cuma 5 boks se hari. Masih ada pemasukan, pelanggan juga enggak kabur semua kok meski harga kita jauh lebih mahal. Konsumen tahu kualitas yang bagus yang mana," tukasnya.
(thm)
Berita Terkait
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Terus Imbau Warga Taat Protokol Kesehatan
Pemprov DKI Wajibkan...
Pemprov DKI Wajibkan Masyarakat Gunakan Masker di Transportasi Umum
38.174 Warga Jakarta...
38.174 Warga Jakarta Ditindak karena Abai Masker
Masyarakat Tidak Menggunakan...
Masyarakat Tidak Menggunakan Masker pada Masa PSBB Transisi Meningkat
Selama 2021, 169.433...
Selama 2021, 169.433 Warga Jakarta Ditindak karena Tidak Pakai Masker
Satpol PP DKI Klaim...
Satpol PP DKI Klaim Pelanggaran Protokol Kesehatan Menurun Selama PSBB Transisi
Berita Terkini
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
1 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
1 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
1 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
2 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
2 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
3 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved