Mangelek Tao Toba Ritual Kearifan Lokal Warga di Sekitar Danau Toba

Minggu, 08 Maret 2020 - 05:03 WIB
Mangelek Tao Toba Ritual...
Mangelek Tao Toba Ritual Kearifan Lokal Warga di Sekitar Danau Toba
A A A
Ritual Mangelek Tao Toba di Danau Toba nyaris dilupakan karena sudah cukup lama tidak digelar oleh banyak panitia kegiatan yang melaksanakan event-event berskala nasional maupun internasional di kawasan Danau Toba.

Ritual ini kebiasaan masyarakat sekitar Danau Toba saat menghelat sebuah acara
Nah, untuk pertama kali setelah beberapa tahun tidak digelar penggiat Budaya Yayasan Pusuk Buhit,Rabu (4/3/2020) kemarin kembali menggelar ritual Mangelek Tao Toba di perairan Parapat, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun.

Ritual yang dihadiri masyarakat Parapat tersebut digelar dalam rangka akan dilaksanakannya Poldasu Water Ski Championship 2020 tanggal 20-22 Maret mendatang.

Diawali doa bersama di atas kapal kayu dan kemudian memercikan air yang sudah didoakan oleh tokoh masyarakat kepada panitia acara kemudian mempersiapkan keperluan ritual seperti jeruk perut,daun sirih dan berbagai hasil pertanian.

Tokoh masyarakat sekaligus pemimpin ritual kemudian bersama warga yang mengikuti acara tersebut dengan menggunakan kapal, mengitari perairan Danau Toba.

Tokoh masyarakat Kecamatan Girsang Sipanganbolon DH Sinaga mengatakan,ritual
Mangelek Tao Toba merupakan wujud menghargai leluhur.

"Saya mewakili masyarakat kecamatan Girsang Sipanganbolon,menyampaikan terima kasih panitia Poldasu Water Ski Championship 2020,menghargai para leluhur sebelum melaksanakan acara di perairan Danau Toba," ujar Opung DH Sinaga.

Panitia Kreatif Poldasu Water Ski Championship 2020 Andi Sitompul menambahkan berharap dengan dilakukannya ritual 'Mangelek Tao Toba" atau memanjatkan doa kepada Tuhan pelaksanaan kejuaraan nasional dan kejuaraan terbuka ski air yang digelar 20-22 Maret mendatang bisa berjalan dengan aman dan lancar.

"Dengan memanjatkan doa kepada Tuhan panitia berharap Water Ski Championship 2020 bisa berjalan dengan aman dan lancar," harap Andi.

Kegiatan tersebut menurutnya juga merupakan wujud menghargai dan menghormati kearifan lokal yang berlaku di tengah-tengah masyarakat di kawasan Danau Toba.
(vhs)
Berita Terkait
Senjata Pemusnah Massal...
Senjata Pemusnah Massal yang Menginspirasi Persaingan Misi Antariksa
Prasasti Gondang, Situs...
Prasasti Gondang, Situs Peninggalan Kerajaan Singosari yang Usang
Gua Napalicin, Legenda...
Gua Napalicin, Legenda Si Pahit Lidah yang Kesal dan Bergumam
Kisah Pemberontakan...
Kisah Pemberontakan Rakyat Jambi terhadap Penjajah Belanda
Kisah Kampung Adat Seribu...
Kisah Kampung Adat Seribu Gonjong, Pernah Ditinggali Syafruddin Prawiranegara
Kisah Pohon Cengkeh...
Kisah Pohon Cengkeh Tertua di Dunia yang Selamat dari Pemusnahan Belanda
Berita Terkini
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
9 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
11 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
11 jam yang lalu
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
12 jam yang lalu
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
14 jam yang lalu
Polisi Tembak Pelaku...
Polisi Tembak Pelaku Curanmor yang Melawan, Sahroni: Sudah Tepat dan Terukur!
14 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved