7 Pabrik Pupuk Palsu Digrebek di Wonogiri dan Gunung Kidul

Kamis, 27 Februari 2020 - 23:40 WIB
7 Pabrik Pupuk Palsu...
7 Pabrik Pupuk Palsu Digrebek di Wonogiri dan Gunung Kidul
A A A
WONOGIRI - Jajaran Polda Jawa Tengah berhasil menggrebek tujuh pabrik pupuk diduga palsu yang tersebar di Wonogiri, dan Gunung Kidul. Enam tersangka berhasil diamankan bersama barang bukti ribuan sak pupuk palsu.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna mengatakan, terungkapnya kasus itu setelah Polisi mendapat laporan mengenai dugaan adanya peredaran pupuk dari petani Klaten. Selanjutnya, Polres Klaten melakukan pengecekan ke PT Petrokimia Gesik. “Hasilnya pengecekan tidak sama dengan yang asli sesuai SNI (standar nasional Indonesia (SNI),” kata Iskandar Fitriana Sutisna saat dihubungi SINDOnews, Kamis (27/2/2020).

Dari hasil pengembangan, akhirnya diketahui jika pupuk itu berasal dari pabrik pabrik rumah tangga di Wonogiri dan Gunung Kidul. Dari pengembangan terhadap tersangka yang ditangkap, pabrik telah ada sejak 3-5 tahun. Namun mereka mengaku bermain di ranah pupuk yang diduga palsu baru berlangsung tiga bulan. Dalam aksinya, pupuk yang asli dicampur dengan berbagai bahan.

Seperti di Wonogiri dicampur dengan bebatuan gunung yang dipecah dan dilebur menjadi satu. Jenis pupuk yang diduga dipalsukan adalah Phonska, dan pupuk merk T.SP – 36. “kasus ini ditangani masing masing Polres Wonogiri dan Klaten,” terangnya. Meski demikian, Polda Jawa Tengah tetap berkoordinasi dengan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta terkait pabrik yang ada di Gunung Kidul.

Sementara dari informasi yang berhasil dihimpun, kasus itu terbongkar ketika Tersangka S bekerja sama dengan Tersangka AY membuat dan mengedarkan pupuk diduga palsu seolah-olah pupuk bersubsidi Merk NPK Phonska buatan PT Petrokimia Gesik sebanyak 7 ton atau 383 sak kepada salah satu kelompok di Klaten. Saat itu, mereka tengah kesulitan mendapatkan pupuk.

Singkat cerita, tersangka S menawarkan pupuk subsidi jenis Phonska seharga Rp110.000/sak. Namun petani merasa curiga karena pupuk terasa aneh karena saat dicampur dengan urea menjadi lengket dan warnanya berubah. Selain itu juga lengket di tangan dan setelah dicuci tidak cepat hilang untuk beberapa hari. Sak pupuk diduga palsu tulisannya juga kurang terang. Setelah ditaburkan juga tidak ada perubahan.

Setelah mendapat laporan dan melakukan penyelidikan, Polisi menangkap S. Dari hasil interogasi, S mendapatkan pupuk dari AY. Pupuk di produksi sendiri oleh AY di Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul. Berbagai barang bukti terkait dugaan pembuatan pupuk palsu berhasil disita.

Polisi kemudian bergerak di pabrik kedua yang juga berlokasi di Kecamatan Ponjong, Gunung Kidul. Lokasi ketiga yang digrebek juga di Kecamatan Ponjong, Gunung Kidul. Dari pengembangan, kemudian berhasil ditemukan empat lokasi pembuatan pupuk diduga palsu di Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri.
(pur)
Berita Terkait
Polisi Amankan Puluhan...
Polisi Amankan Puluhan Ponsel Ilegal Beserta Penjual
Empat Orang Pengedar...
Empat Orang Pengedar Kosmetik Ilegal Diamankan Polisi
Gerebek Tempat Produksi...
Gerebek Tempat Produksi Pupuk Oplosan, Polisi Tangkap 3 Tersangka di Banyuasin
Buka Pengobatan Ilegal,...
Buka Pengobatan Ilegal, Pensiunan Pertamina Ditangkap Polisi
Diduga Menimbun dan...
Diduga Menimbun dan Menjual Pertalite Oplosan, Warga Kendal Ini Digelandang Polisi
Polda Jawa Timur Ungkap...
Polda Jawa Timur Ungkap Kasus Pupuk Ilegal Bersubsidi
Berita Terkini
Update Kebakaran TPA...
Update Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang, Titik Api Tersisa 30 Persen
2 menit yang lalu
Telkom Runners Teguhkan...
Telkom Runners Teguhkan Semangat BISA pada Peringatan HUT Ke-61 Telkom Indonesia
10 menit yang lalu
Tragis! Pria Ditemukan...
Tragis! Pria Ditemukan Tewas Akibat Terjepit Lift di Ruko Roxy Mas Jakpus
49 menit yang lalu
Perkuat Basis Elektoral...
Perkuat Basis Elektoral melalui Ketokohan dan Pelayanan Masyarakat di Sulsel, Perindo Siapkan Kader Pemimpin Masa Depan
1 jam yang lalu
Kunjungi Candi Prambanan,...
Kunjungi Candi Prambanan, Prabowo Pamerkan Mahakarya Peradaban Dunia ke PM Modi
1 jam yang lalu
Dukung Perubahan Nama...
Dukung Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat, PAN: Aspirasi Masyarakat Harus Dihormati
2 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved