Praktik Aborsi Ilegal Marak, Pengamat: Saatnya Pemerintah Buka Mata

Senin, 17 Februari 2020 - 13:37 WIB
Praktik Aborsi Ilegal...
Praktik Aborsi Ilegal Marak, Pengamat: Saatnya Pemerintah Buka Mata
A A A
JAKARTA - Praktik klinik aborsi ilegal yang dibongkar Subdit III Sumber Daya Lingkungan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya di Jalan Paseban, Jakarta Pusat, menyita perhatian masyarakat. Pasalnya, selama 21 bulan klinik itu beroperasi, ribuan janin sudah digugurkan.

Kriminolog Universitas Indonesia Ferdinand Andi Lolo angkat bicara terkait kasus ini. Menurut dia, saat ini ada perbenturan antara nilai dan situasi dalam masyarakat Indonesia. (Baca juga: Gerebek Klinik Aborsi Ilegal di Paseban, Polisi Ringkus 3 Pelaku)

"Nilai sosial dan religius masyarakat memandang bahwa anak-anak harus lahir dari perkawinan yang sah. Namun jika terjadi kehamilan di luar perkawinan sah, maka akan dianggap sebagai aib yang besar," kata Ferdinand saat dihubungi SINDOnews, Senin (17/2/2020).

Terlebih, lanjut dia, fasilitas kesehatan tidak menyediakan layanan untuk menggugurkan kandungan dalam situasi seperti itu. Sementara sang ibu karena usia, belum berpenghasilan, dan dan takut, akan mempermalukan keluarga berada dalam situasi yang terjepit dan putus asa.

"Adanya rasa putus asa karena berbagai sebab justru membuka lahan bisnis bagi praktik ilegal itu. Selama masih ada permintaan, selalu ada jasa," ujar Ferdinand. (Baca juga: Polisi Temukan 903 Janin Hasil Aborsi Ilegal Dibuang di Septic Tank)

Menyikapi kian maraknya praktik aborsi ilegal, Ferdinan menuturkan sudah semestinya pemerintah membuka mata dan menyelesaikan persoalan tersebut dengan mengembalikan kembali norma sosial di masyarakat. Masuknya budaya luar ke Indonesia harus sama-sama dicarikan solusi agar generasi muda tidak lagi terjerumus ke dalam pergaulan bebas yang bisa menyengsarakan kehidupan mereka di masa mendatang.

"Pemerintah masih melihat masalah ini dari sudut hitam putih, padahal walaupun secara resmi tidak pernah dicarikan solusinya. Selain penindakan hukum, masalah aborsi tetap ada bahkan cenderung meningkat, mengingat tingkat kebebasan, cara pandang kaum milenial yang mulai bergeser dari pola perilaku dan nilai generasi generasi pendahulu mereka," tukasnya.
(thm)
Berita Terkait
Pengungkapan Kasus Praktik...
Pengungkapan Kasus Praktik Aborsi Ilegal di Bali
2 Bidan di Kota Kendari...
2 Bidan di Kota Kendari Gugurkan Kandungan Siswa Kelas 1 SMA
Aborsi Ilegal di Klinik...
Aborsi Ilegal di Klinik Pandeglang, Sudah Lebih 100 Janin Digugurkan
Ditreskrimsus Polda...
Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Bongkar Praktik Aborsi Ilegal di Bekasi
Terkuak, Kuburan Janin...
Terkuak, Kuburan Janin Bayi yang Ditemukan Warga Bukan Korban Aborsi
Cegah Aborsi Ilegal,...
Cegah Aborsi Ilegal, Akademisi: Kesehatan Reproduksi Harus Diajarkan Sejak Dini
Berita Terkini
Roy Suryo Laporkan Lechumanan...
Roy Suryo Laporkan Lechumanan dan Rismon Sianipar ke Polda Metro Jaya
23 menit yang lalu
Gapasdap Dorong Pemerintah...
Gapasdap Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Angkutan Pelayaran Imbas Kenaikan Dolar AS
29 menit yang lalu
Maksimalkan Potensi...
Maksimalkan Potensi Sumber Daya Mineral, Pemerintah Didorong Segera Buka Lelang WIUP Muratara
36 menit yang lalu
DPD KAI Jawa Barat Torehkan...
DPD KAI Jawa Barat Torehkan Prestasi Nasional di Rakernas KAI 2026
56 menit yang lalu
Haji Ghoni Kembali Dipercaya...
Haji Ghoni Kembali Dipercaya Pimpin Forkabi
1 jam yang lalu
Dudung Sidak Pasar Induk...
Dudung Sidak Pasar Induk Kramat Jati, Ini Hasilnya
2 jam yang lalu
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved