Viral SMAN 1 Depok Akan UAS Susulan, Ini Penjelasan Kepsek

Selasa, 10 Desember 2019 - 20:03 WIB
Viral SMAN 1 Depok Akan...
Viral SMAN 1 Depok Akan UAS Susulan, Ini Penjelasan Kepsek
A A A
DEPOK - Beredar informasi perihal diulangnya Ujian Akhir Semester (UAS) di SMAN 1 Depok. Kabar itu didapat secara berantai dari pesan WhatsApp.

Kabar tersebut beredar sejak Senin (9/12/2019) sore. Kabar akan diulangnya UAS itu dipicu adanya informasi dugaan kebocoran soal UAS. Sebelumnya, beredar kabar ada dugaan 16 siswa dapat bocoran soal dari pengawas setelah membayar masing-masing Rp100 ribu, dengan total Rp1,6 juta.

Menanggapi kabar tersebut, Kepala SMAN 1 Kota Depok, Supyana, mengatakan tidak benar ada UAS susulan. Untuk penilaian, pihak sekolah akan tetap menggunakan hasil UAS. Para siswa baru saja menyelesaikan UAS pada Selasa (10/12) ini. Nilai tersebut lah yang akan digunakan sebagai penilaian.

"Memang tadi infonya ada UAS susulan, tapi enggak jadi," tukasnya, Selasa (10/12/2019).

Menurut Supyana, awal kabar dilakuan UAS susulan berasal dari wali murid yang merasa dirugikan. Bermula dari adanya siswa yang dituding menerima kecurangan saat UAS berlangsung, kemudian siswa itu melapor kepada orang tuanya.

Kabar tersebut kemudian ramai di grup wali murid hingga akhirnya sampai ke telinga kepala sekolah. "Jadi memang kabar tersebut saya terima kemarin karena ada siswa yang dituding curang dan dia melapor pada orang tuanya. Saya pun baru tahu kemarin. Namun soal kebenarannya saya kurang tahu," kata Suryana.

Dari laporan tersebut akhirnya pihak sekolah membuat tim untuk menelusuri kabar itu. Pihak sekolah sampai saat ini belum memanggil satu siswa karena untuk menghindari tindakan bullying antar siswa.

"Kami tidak mau salah langkah. Kami melakukan penyesuaian nilai dulu setelah proses koreksi selesai. Kalau kami panggil sekarang (siswa) khawatir akan terjadi bullying, dan kami sangat menghindari hal itu," ucapnya.

Setelah kabar soal dugaan bocoran soal, pihaknya juga menerima informasi perihal akan diulangnya UAS. Informasi tersebut pun diterima pihak sekolah dari pesan berantai dari wali murid.

Suryana menegaskan bahwa keputusan diadakannya UAS susulan dan lain sebagainya, baru bisa dilakukan apabila seluruh nilai siswa telah keluar dan unsur dugaan praktik kecurangan itu dapat dibuktikan. "Kan kita lihat dulu, benar enggak nih ada kecurangan dan sebagainya. Kalau sekarang kan nilainya saja belum keluar," ucapnya.

Untuk menindaklanjuti kejadian ini, pihak sekolah telah membentuk tim investigasi. Sejauh ini tim masih terfokus pada proses koreksi nilai. "Tim investigasi sudah kita bentuk, kami sedang bekerja," paparnya.

Terpisah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Jawa Barat, Aang Karyana, mengatakan, kebijakan UAS merupakan otoritas masing-masing sekolah. "Ya sekarang lagi di selidiki secara internal (sekolah). Kalau terbukti nanti kita akan ke lapangan melakukan pembinaan melibatkan pengawas dan kasi kasi dari cabang dinas," kata Aang.
(thm)
Berita Terkait
Pemkot Depok Ajukan...
Pemkot Depok Ajukan 670 Formasi CPNS, Mayoritas untuk Pendidik dan Kesehatan
Kolaborasi Olahraga...
Kolaborasi Olahraga dengan Industri Kreatif,Gekrafs Depok Gelar Turnamen Sepak Bola untuk Anak
Pemkot Depok Larang...
Pemkot Depok Larang Keras Penahanan Ijazah Sekolah
Disdik Jabar Batal Hentikan...
Disdik Jabar Batal Hentikan PTM Terbatas di Depok, Ini Alasannya
Fakta Unik Kota Depok...
Fakta Unik Kota Depok yang Bikin Geleng-Geleng, Nomor 5 Pernah Jadi Negara
Periksa Oknum Kurikulum...
Periksa Oknum Kurikulum hingga Guru, Kejari Depok Temukan 50 Rapor Diduga Palsu
Berita Terkini
Prakiraan Cuaca Jakarta...
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 24 Juni 2026: Berawan Sejak Pagi, Berpotensi Hujan Ringan Sore Hari
12 menit yang lalu
Di Diskusi Partai Perindo,...
Di Diskusi Partai Perindo, JJ Rizal Minta Gubernur Jakarta Belajar dari Soekarno
2 jam yang lalu
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
3 jam yang lalu
DPW Partai Perindo DKI...
DPW Partai Perindo DKI Launching Warkop Aspirasa, Gelar Diskusi Refleksi 499 Tahun Jakarta
3 jam yang lalu
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
10 jam yang lalu
Guru MI di Karawang...
Guru MI di Karawang Dilatih Kuasai E-LKPD Berbasis STEM
10 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved