Anggota Komisi A DPRD DKI Heran Kok Bisa Data KUA-PPAS Bocor

Kamis, 31 Oktober 2019 - 20:27 WIB
Anggota Komisi A DPRD...
Anggota Komisi A DPRD DKI Heran Kok Bisa Data KUA-PPAS Bocor
A A A
JAKARTA - Sejumlah anggota Komisi A DPRD DKI heran atas bocornya usulan anggaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dalam draf Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran (KUA-PPAS) RAPBD 2020. Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Diskominfotik) dianggap tidak bisa mengamankan data keamanan website RAPBD 2020, sehingga tersebar luas ke publik sebelum dibahas.
"Saya kira kinerja Diskominfotik patut dievaluasi. Kejadian bisa dibukanya kunci akses data KUA-PPAS oleh teman-teman kita di PSI. Ini menjadi bukti bahwa Diskominfotik tidak bisa mengamankan rahasia yang dimiliki Pemprov DKI, ini bahaya," ujar anggota Komisi A DPRD DKI, Wibi Adriano, di Gedung DPRD, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2019). (Baca juga: Anggarkan Lem Aibon Rp82,8 M, Disdik DKI: Kita Akan Cek Dulu )
Wibi mengatakan, polemik pengajuan anggaran yang tengah terjadi saat ini diungkap pertama kali oleh Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Aditya Sarana. Dia mengungkap usulan anggaran pembelian lem aibon senilai Rp82,8 miliar, pulpen Rp123 miliar, pembelian server Jakarta Smart City Rp65 miliar, dan pengadaan komputer Rp132 miliar, sebagaimana termaktub dalam KUA-PPAS RAPBD 2020 di Dinas Pendidikan. Hal ini pun menjadi viral dan memunculkan polemik di tengah masyarakat.

Menurut Wibi, Diskominfotik mempunyai peran penting dalam menyampaikan semua informasi terkait kebijakan yang diambil oleh Gubernur DKI. Sebab itu, Wibi meminta agar Diskominfotik bekerja dengan sungguh-sungguh. (Baca: Banyak Anggaran Tak Wajar di SKPD, Anies Sebut Biangnya Sistem Warisan Ahok)

Senada dengan Wibi, anggota Komisi A lainnya, Jamaludin, menuturkan, kinerja dari Diskominfotik masih jauh diluar ekspektasi. Sebab dengan anggaran yang berlimpah hingga mencapai ratusan miliar rupiah, Diskominfotik belum dapat memberikan perubahan bagi Kota Jakarta.

"Ini hanya tinggal dua bulan lagi penggunaan anggaran tahun ini berakhir. Sementara Diskominfotik baru bisa menyerap anggaran sekitar 50 persen, mana bisa ke kejar di akhir tahun," ujar Jamal. (Baca juga: Djarot Tak Masalahkan Anies Akan 'Bongkar' e-Budgeting Peninggalan Ahok)

Menyikapi permasalahan itu, Jamaludin menduga bahwa Diskominfotik tidak memiliki perencanaan matang untuk melakukan tugas dan fungsinya dalam menggunakan anggaran yang sudah dialokasikan. "Anggaran baru terserap 50 persen di bulan ini menjadi bukti kinerja Diskominfotik memang patut di evaluasi," pungkasnya.
(thm)
Berita Terkait
Dibahas di Puncak, APBD...
Dibahas di Puncak, APBD Perubahan DKI Akan Disahkan 13 November 2020
KUPA PPAS APBD DKI 2021...
KUPA PPAS APBD DKI 2021 Disepakati Rp79,52 Triliun
Pemprov DKI Ajukan Ajukan...
Pemprov DKI Ajukan Ajukan KUA-PPAS APBD 2023 Sebesar Rp85,57 Triliun
DPRD-Pemprov Bahas APBD...
DPRD-Pemprov Bahas APBD Perubahan 2020 dan RAPBD DKI 2021 secara Pararel di Puncak
Target Pajak 2021 Senilai...
Target Pajak 2021 Senilai Rp41,5 Triliun Dinilai DPRD DKI Membebani Masyarakat
DPRD Sepakati APBD DKI...
DPRD Sepakati APBD DKI Jakarta 2022 Sebesar Rp82,47 Triliun
Berita Terkini
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
1 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
2 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
3 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
3 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
5 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
5 jam yang lalu
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved