Kisah Raden Karlan Pejuang OKD Melawan DI/TII di Pangandaran

Jum'at, 25 Oktober 2019 - 05:00 WIB
Kisah Raden Karlan Pejuang...
Kisah Raden Karlan Pejuang OKD Melawan DI/TII di Pangandaran
A A A
Raden Karlan (81) merupakan salah satu warga Dusun/Desa Parigi, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran yang ikut terlibat menjadi Organisasi Keamanan Desa (OKD) dan Organisasi Pertahanan Rakyat (OPR) di tahun 1956 hingga 1960.

Sosok Raden Karlan pernah menjadi buah bibir karena kemampuannya mengusir pemberontak Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di wilayah Pangandaran. Bahkan Raden Karlan yang lahir pada 14 Juni 1938 ini konon tidak mempan ditembak peluru pemeberontak. Dia pun kerap selamat saat ditawan pemberontak DI/TII yang terkenal ganas.

Raden Karlan merupakan salah satu putra Raden Tisnawijaya seorang tokoh masyarakat di wilayah Parigi ini mengenyam pendidikan Sekolah Rakyat (SR) dengan tanggal kelulusan 24 Juli 1954.

Meski sudah lanjut usia, keseharian Raden Karlan masih terlihat segar dan tidak pernah mengeluh merasakan rasa sakit seperti orang lanjut usia pada umumnya.

Bahkan di usia 81 tahun Raden Karlan sering berangkat pepergian menggunakan sepeda ontel tua miliknya pulang pergi dari Kabupaten Pangandaran ke Kota Tasikmalaya.

"Sekarang saya tidak punya teman se umur yang dulu sepermainan kecil atau waktu remaja, semuanya sudah wafat," kata Raden Karlan saat dijumpai di rumahnya.

Dia mengaku, pernah ikut berjuang mengusir pemberontak DI/TII dengan menjadi OKD dan OPR.

OKD merupakan pemuda Desa yang diperbantukan untuk mempertahankan kemerdekaan di tingkat Desa, sedangkan OPR pemuda Desa keterwakilan dari tiap OKD yang berkedudukan di tingkat Kecamatan.

"Anggota OPR Kecamatan Parigi dulu berjumlah 40 orang yang merupakan OKD dari 6 Desa," kenang Raden Karlan.

Masa itu, Raden Karlan juga pernah mengikuti latihan perang selama 3 bulan setiap hari hingga malam terus berlatih dibawah pimpinan Letnan Iskandar dari Badan Organisasi Daerah Militer (BODM).

"Antara OKD atau OPR sering terjadi kontak senjata dengan pemberontak DI/TI di daerah jalur jalan Sier, Dusun Kemplung, Desa Karangbenda dan saya beberapa kali mengalami ancaman keselamatan nyawa waktu itu," timpalnya.

Raden Karlan memaparkan, perjalanan hidupnya banyak mengalami peristiwa genting dan gawat di saat kondisi negara belum kondusif.

Dirinya mengaku, keterbatasan senjata atau peralatan perang tidak menjadi alasan baginya untuk menjadi seorang pengecut jika berhadapan dengan musuh.

Bahkan Raden Karlan memiliki ide cerdas dikala dirinya tidak memiliki senjata, namun masih tetap menjadi sosok pemberani.

"Senjata paling ampuh menaklukan musuh adalah PDTB yang artinya Pembelaan Diri Tak Bersenjata dengan cara mengantongi pasir dalam saku celana atau baju yang dipakai," paparnya.

Cara menggunakan pasir tersebut, saat dikepung musuh, pasir di lemparkan ke mata musuh hingga musuh tidak berdaya, cara tersebut merupakan jurus ampuh yang dilakukan Raden Karlan setiap bertemu dengan pemberontak negara.

Selain menjadi pejuang OKD, Raden Karlan juga memiliki talenta bermain musik, sejak muda dirinya sering menjadi pengisi acara-acara bergengsi melantunkan lagu keroncong.

"Belajar musik dan bernyanyi dari seorang warga Tionghoa bernama Yanpo, sampai saya bisa manggung dari satu tempat ke tempat lain," terangnya.

Masa kejayaan bermain musik Raden Karlan tergolong lama sejak tahun 1956 hingga 1965. Biasanya lagu yang sering menjadi request penonton keroncong judul lagu mengapa kau menangis dan Bandung Selatan.

Kini Raden Karlan hanya menjadi pemungut sampah di daerah perkotaan Kabupaten Pangandaran. Meski begitu dia tetap semangat dalam menjalani sisa hidupnya.
(sms)
Berita Terkait
Ratu Zaleha, Cucu Pangeran...
Ratu Zaleha, Cucu Pangeran Antasari yang Tangguh Melawan Belanda
Sejarah Baturusa, Tempat...
Sejarah Baturusa, Tempat Rusa Melahirkan Anak di Tengah Laut Mandailing Natal
Raden Sungging, Bangkit...
Raden Sungging, Bangkit dari Kubur Setelah Dibunuh Belanda dan Makamnya Dijaga Sepekan
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan...
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan Puluhan Buaya saat Menuju Demak
Pertarungan Pangeran...
Pertarungan Pangeran Purbaya Melawan Pasingsingan dan Berdirinya Masjid di Kalisoka
Syekh Maulana Muhammad...
Syekh Maulana Muhammad Asnawi, Tokoh Awal Penyebar Islam di Kebumen
Berita Terkini
Jelang Upacara HUT Ke-80...
Jelang Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara, Begini Situasi Satlat Brimob Cikeas
45 menit yang lalu
Ini Daftar Jalan di...
Ini Daftar Jalan di Jakarta yang Ditutup Sementara saat Presiden Belarus Melintas
57 menit yang lalu
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
8 jam yang lalu
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
10 jam yang lalu
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
12 jam yang lalu
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
12 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved