Sektor Pariwisata Wamena Tak Kena Dampak Kerusuhan, Lembah Baliem Aman Dikunjungi

Kamis, 10 Oktober 2019 - 15:41 WIB
Sektor Pariwisata Wamena...
Sektor Pariwisata Wamena Tak Kena Dampak Kerusuhan, Lembah Baliem Aman Dikunjungi
A A A
JAYAWIJAYA - Keindahan alam Papua tetap menjadi magnet bagi wisatawan. Kerusuhan di Wamena beberapa waktu lalu tak mempengaruhi sektor pariwisata di Kabupaten Jayawijaya yang terkenal dengan Lembah Baliem dan rumah Suku Dani.

Objek wisata budaya dan wisata alam tersebut tetap eksis dan aman dikunjungi para wisatawan lokal serta mancanegara.

Hal itu disampaikan peneliti dari Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto yang mengatakan sejumlah destinasi wisata tersebut dalam kondisi aman, tidak terkena dampak kerusuhan. "Letak obyek wisata tersebut berada di pinggir Kota Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya," katanya.

Dia mencontohkan Suku Dani sebagai pemilik objek wisata budaya, seperti mumi mengusung tradisi selalu menjaga peninggalan leluhur. Hingga kini, rumah-rumah dan kehidupan tradisional Suku Dani di sekitar Wamena dan Lembah Baliem masih utuh dan bisa dinikmati wisatawan.

“Termasuk situs Gua Kontilola dengan gambar Alien di dalamnya juga aman dari kerusuhan. Mama-mama suku Dani yang kreatif juga masih bersemangat merajut noken, baik untuk dipergunakan sendiri atau untuk dijual pada wisatawan,” kata Hari dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/10/2019).

Selain itu, kebun-kebun di pinggiran Wamena juga masih menghasilkan ubi jalar dan keladi, sebagai kuliner tradisional Lembah Baliem.

“Lembah Baliem sendiri merupakan daerah eksotis dengan keindahan alam dan budayanya. Dengan modal objek wisata budaya, alam dan produk kreatif khas Wamena maka pariwisata akan membangkitkan perekonomian Wamena yang terpuruk akibat kerusuhan,” ujarnya.

Sementara peneliti dari CSIS Edbert Gani menjelaskan, sektor pariwisata merupakan salah satu indikator untuk menilai kemajuan pembangunan, tingkat ekonomi, dan kondisi masyarakat sebuah negara atau daerah.

Karena itu, dia mendukung jika sektor pariwisata terus menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah dalam setiap upaya untuk membangun Papua.

"Pariwisata di Papua dalam konsep membangun provinsi itu harus didasarkan pada kriteria keberlanjutan yang intinya bahwa pembangunan dapat didukung secara ekologis dalam jangka panjang sekaligus layak secara ekonomi, adil, secara etika dan sosial masyarakat," tandasnya.
(shf)
Berita Terkait
Tradisi Bakar Batu Warga...
Tradisi Bakar Batu Warga Muslim Wamena Papua di Bulan Ramadhan
Gempa M5,7 Guncang Jayapura,...
Gempa M5,7 Guncang Jayapura, Getaran Dirasakan hingga Wamena
Pendekatan Jokowi ke...
Pendekatan Jokowi ke Papua Harus Ditopang dengan Iklim Demokrasi
Cek Aktivitas Warga...
Cek Aktivitas Warga di Malam Hari, Kapolda Papua Patroli dengan Berjalan Kaki
Kasus Rasial di Amerika...
Kasus Rasial di Amerika Jangan Dibawa ke Tanah Papua
Lulusan Terbaik SMA...
Lulusan Terbaik SMA di Amerika, Remaja dari Biak Ini Motivasi Anak Papua
Berita Terkini
Ada Demo di DPR, Arus...
Ada Demo di DPR, Arus Lalin di Jalan Gatot Subroto Tersendat
8 menit yang lalu
Hendak Demo di Patung...
Hendak Demo di Patung Kuda, Ratusan Mahasiswa Diadang Polisi di Semanggi
43 menit yang lalu
Kemendagri Dorong Percepatan...
Kemendagri Dorong Percepatan Penataan dan Registrasi Posyandu
56 menit yang lalu
Aksi Demo di Gedung...
Aksi Demo di Gedung DPR, Puluhan Mahasiswa Terlibat Aksi Dorong dengan Polisi
1 jam yang lalu
Biaya Operasional Tinggi,...
Biaya Operasional Tinggi, Gapasdap Minta Pemerintah Naikkan Tarif Angkutan Penyeberangan
1 jam yang lalu
Polda Metro Jaya: 3.588...
Polda Metro Jaya: 3.588 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Demo di DPR RI
2 jam yang lalu
Infografis
6 Negara Arab Paling...
6 Negara Arab Paling Terjangkau, Nomor Satu Negara Paling Aman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved