Kasus Rasial di Amerika Jangan Dibawa ke Tanah Papua

Selasa, 09 Juni 2020 - 02:05 WIB
loading...
Kasus Rasial di Amerika...
Pastor Pribumi Keuskupan dari Lima se-Regional Papua angkat bicara soal tindakan rasial yang terjadi di Amerika. Foto/Edy Siswanto/iNewsTV
A A A
JAYAPURA - Soal tindakan rasial yang terjadi di Amerika dan kemudian disangkut pautkan ke kasus rasial di Papua, para Pastor Katolik yang mengatasnamakan Pastor Pribumi Keuskupan dari Lima se-Regional Papua angkat bicara. Sekitar 8 Pastor mewakili 57 Pastor Katolik di Papua mengutuk keras semua bentuk Rasial sesama umat Tuhan.

"Jangan sampai yang terjadi di Amerika terjadi di Indonesia, kami kutuk rasisme dan semua bentuk ketidakadilan," kata koordinator Pastor Pribumi Pastor Albertho Jhone Bunai, Pr kepada awak media di Perumahan Pastor Katolik Abepura, Senin 8 Juni 2020.

Pihaknya juga mengutuk segala jenis perilaku rasial yang dilayangkan kepada warga Papua. Meski diakui baik Papua maupun non Papua semua telah menolak adanya rasial bagi semua umat Tuhan. (Baca juga: Mayoritas Warga Amerika Bilang AS Sudah Tidak Terkendali )

"Kepada para pemimpin negara, baik tingkat Kabupaten maupun Kota hendaknya kita menyebarkan budaya toleransi dan hidup bersama dalam damai. Dan bagi semua elemen untuk menemukan kembali nilai-nilai perdamaian, keadilan, kebaikan dan persaudaraan antar sesama manusia dan hidup berdampingan, karena semua manusia sama kedudukannya dimata Tuhan," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, pihaknya juga menyoroti proses hukum terhadap tujuh Tahanan Politik yang saat ini berproses hukum di Kalimantan Timur, yakni Buctar Tabuni, Agus Kossay, Stefanus Itlay, Alexander Gobay, Fery Kombo, Irwanus Urobmabin dan Hengky Hilapok.

"Menurut kami ada ketimpangan jalannya proses hukum ketujuh tahanan politik. Pelaku dihukum hanya 5-6 bulan, namun saudara kami dihukum berat, dari 5 sampai 17 tahun, atas kasus makar. Ini menurut kami tidak adil," ucapnya.

Pihaknya meminta Hakim bisa melihat secara objektif atas kasus tersebut, dan memberikan hukuman yang sesuai, bukan seolah ada diskriminasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gempa Magnitudo 5,4...
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Sarmi Papua
Update Ledakan Bom Sisa...
Update Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Papua: 19 Orang Terluka, 55 Mengungsi
Dana Otsus Papua 2026...
Dana Otsus Papua 2026 Capai Rp12,69 Triliun, Wempi Wetipo: Saatnya Evaluasi Menyeluruh
MBG di Papua Perkuat...
MBG di Papua Perkuat Gizi dan Gerakkan Ekonomi Lokal
Ratusan Peserta Padati...
Ratusan Peserta Padati Nobar Pesta Babi di Sekretariat PMKRI Jakarta Pusat
Polemik Pembubaran Nobar...
Polemik Pembubaran Nobar Film Pesta Babi, KSAD Buka Suara
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Investasi Jangka Panjang:...
Investasi Jangka Panjang: Kolaborasi Pendidikan demi Masa Depan Berkelanjutan di Papua
Terungkap! 3 Modus Propaganda...
Terungkap! 3 Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi
Rekomendasi
Penguatan Kompolnas...
Penguatan Kompolnas Jadi Jantung Reformasi Polri Antar Rangga Afianto Raih Doktor Kepolisian
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Berbagai Jenis ETF Sebelum Berinvestasi
KPK Panggil Kepala Satpol...
KPK Panggil Kepala Satpol PP Cilacap terkait Kasus Pemerasan Bupati Syamsul Aulia Rachman
Berita Terkini
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, 27-28 Juni Gratis Naik Transum, Bebas Masuk Ancol dan Ragunan
Perindo Sulut Rampungkan...
Perindo Sulut Rampungkan Struktur Kecamatan, Bidik 3 Kursi DPRD
Pramono Perintahkan...
Pramono Perintahkan Investigasi Kasus Pemotongan Kabel Lift JPO Lenteng Agung
DPRD Klungkung Perkuat...
DPRD Klungkung Perkuat Pengawasan, Pastikan WTP Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved