Buruh KBB Demo di DPRD, Tolak Kenaikan BPJS Kesehatan

Rabu, 18 September 2019 - 19:17 WIB
Buruh KBB Demo di DPRD,...
Buruh KBB Demo di DPRD, Tolak Kenaikan BPJS Kesehatan
A A A
PADALARANG - Ratusan buruh dari beberapa organisasi serikat buruh di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar aksi unjuk rasa ke gedung DPRD KBB di Jalan Raya Tagog, Padalarang, Rabu (18/9/2019). Mereka menyampaikan sejumlah tuntutan, seperti menolak revisi UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, cabut PP 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, kenaikan iuran BPJS Kesehatan, pemagangan dan tenaga kerja asing.

Sebelum menggelar aksinya di gedung DPRD, buruh sempat melakukan aksi sweeping ke sejumlah pabrik mengajak perwakilan buruh dari setiap perusahaan untuk ikut aksi. Setelah itu buruh berkonvoi menggunakan kendaraan dengan mengikuti mobil komando. Aksi ini membuat aktivitas lalu lintas di depan gedung DPRD lumpuh karena satu lajur jalan ditutup oleh buruh untuk memarkirkan kendaraan.

"Total ada tujuh tuntutan yang kami sampaikan dan tadi sudah dibuat rekomendasi dari DPRD untuk mendukung tuntutan buruh seperti ke Pemda KBB dan BPJS Kesehatan," kata Sekretaris KC Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Dede Rahmat di sela-sela aksi.

Menurut dia kebijakan pemerintah dalam menaikan iuran BPJS Kesehatan dianggap sangat memberatkan kaum buruh. Terlebih bagi mereka yang kepesertaan mandiri karena kenaikan iuran menjadi beberapa kali lipat.

Untuk itu buruh di KBB menuntut DPRD KBB membuat rekomendasi agar iuran BPJS Kesehatan tidak dinaikan. Serta mengawal proses tersebut jangan hanya selesai pada pembuatan rekomendasi saja.

"Kami juga meminta pencabutan soal aturan Kemenaker Nomor 229 Tahun 2019 tentang Penempatan Tenaga Kerja Asing, serta untuk rekomendasi UMK tahun depan tidak memakai rumusan PP Nomor 78," sebutnya.

Ketua DPRD KBB sementara, Bagja Setiawan menyebutkan, tujuh tuntutan buruh yang disampaikan ke DPRD dinilai sebagai tuntutan yang rasional. Beberapa tuntutan bahkan sudah pernah diusulkan ke pusat melalui unsur pimpinan terdahulu seperti soal UU Ketenagakerjaan.

Begitupun dengan soal penolakan kenaikan iruran BPJS Kesehatan, DPRD sepakat menolak karena memberatkan buruh dan rakyat. "Saya pribadi sudah menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini, dan sekarang suara itu sudah menjadi kesepakatan lembaga (DPRD) sehingga sudah membuat rekomendasi ke pihak BPJS," ucapnya.
(wib)
Berita Terkait
Ratusan Buruh Pabrik...
Ratusan Buruh Pabrik Sarung Geruduk DPRD Pekalongan, Ini Tuntutannya
Puluhan Buruh Semarang...
Puluhan Buruh Semarang Demo Kantor BPS dan DPRD Jateng
Ratusan Buruh Bandung...
Ratusan Buruh Bandung Barat Blokade Jalan Depan DPRD, Tuntut UMK Naik 15 Persen
Demo JHT, Ratusan Buruh...
Demo JHT, Ratusan Buruh Geruduk Kantor BPJS Ketenagakerjaan Tangerang
Buruh Tambang Demo,...
Buruh Tambang Demo, Arus Lalin di Depan Gedung DPRD KBB Ditutup
Aksi Buruh Geruduk Gedung...
Aksi Buruh Geruduk Gedung DPRD Jatim Tuntut Revisi Penetapan UMK 2022
Berita Terkini
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
1 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
2 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
3 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
4 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
12 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
12 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved