Wali Kota Tanjungpinang Launching 8 Produk Wisata Pulau Penyengat

Rabu, 28 Agustus 2019 - 12:34 WIB
Wali Kota Tanjungpinang...
Wali Kota Tanjungpinang Launching 8 Produk Wisata Pulau Penyengat
A A A
TANJUNGPINANG - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang melaksanakan kegiatan Launching Produk Wisata Pulau Penyengat yang diluncurkan oleh Wali kota Tanjungpinang, Syahrul, di Gedung Kesenian Aisyah Sulaiman, Selasa (27/8/2019).

Setelah melewati berbagai rangkaian uji trail, akhirnya produk wisata Pulau Penyengat ini diluncurkan. Mimpi itu akhirnya menjadi kenyataan berkat kerjasama antara Pemerintah Kota Tanjungpinang, Kementerian Pariwisata RI, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Penyengat. Dalam sambutannya, Syahrul mengatakan Pulau kecil asal muasal Bahasa Indonesia ini kini sudah punya produk wisata. Tak tanggung-tanggung delapan produk sekaligus akan di launching pada kesempatan ini.

Kedelapan produk mulai dari Tradisional Dress Experience (T rade), Bentor atau Cycling Historical Tour (Benchit), Tour of the Mosque, hingga Literature Tour (Littour). Kemudian empat lainnya yakni, Cultural Performance (Culper), Gurindam Experience (Gurex), Tanjak Experience, dan Cooking Class (Cooclass) mempunyai keunikan dan sangat layak dijual.

"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Tanjungpinang saya merasa terharu sekaligus bangga yang tiada terkira, keberhasilan meluncurkan produk ini merupakan kerja yang cukup melelahkan melalui pelbagai langkah dan tahapan yang berakhir dengan kebahagian, tugas kita sekarang adalah bagaimana memasatkan produk tersebut kepada wisatawan, konsepnya dan distribusi paketnya harus disiapkan," ungkapnya.

Ditambahkan oleh Syahrul, kerjasama dengan beberapa tour operator atau travel agent dan hotel harus dilakukan. Produk ini juga harus bisa ditawarkan melalui berbagai program sales mission. Sebab, konsepnya unik, menarik dan tidak dimiliki daerah lain. Pasarnya juga familiar dengan kekuatan budaya dan alam di Pulau Penyengat yang luar biasa eksotis dan tiada duanya.

"Saya yakin dan percaya apabila produk ini dipasarkan secara profesional tingkat kunjungan wisatawan ke Pulau Penyengat akan meningkat, waktu kunjungan juga akan lebih lama, sebab wisatawan akan merasakan sensasi yang luar biasa melihat destinasi secara utuh destinasi Pulau Penyengat ini," tambah Walikota yang akrab disapa Ayah Syahrul ini.

Selama ini ada kesan yang sudah terpatri dikalangan wisatawan, bahwa mengunjungi Pulau Penyengat cukup dalam hitungan jam saja. Kesan itu akan terbantahkan bila pemasaran konsep produk itu mengena kepada wisatawan. Jangankan satu hari, dua atau tiga hari pun tidak bakalan cukup menikmati sensasi dari pulau bersejarah ini. lni adalah realitas yang ingin saya sampaikan, dengan catatan konsep pemasaran produk ini betuI-betul berjalan.

Ayah Syahrul juga mengatakan bahwa inilah tantangan dan tugas berat yang harus dilakukan bersama, khususnya Pokdarwis Kelurahan Penyengat yang menjadi ujung tombak dalam pemasaran produk pariwisata ini. "Pokdarwis Penyengat harus melakukan inovasi, kreasi dan kerjasama memasarkan produk ini guna menggaet kunjungan wisatawan sebanyak-banyaknya, saya yakin dan percaya, jika Pokdawis Penyengat mampu “menjual” produk wisata ini selain bisa meningkatkan perekonomian masyarakat tidak tertutup kemungkinan akan menjadi rujukan dari Pokdawvis Iainnya yang ingin belajar membuat produk pariwisata," harapnya.

Diakhir sambutannya, Syahrul mencabar Pokdarwis Penyengat untuk mampu menjual paket wisata Pulau Penyengat kepada seluruh masyarakat. "Sejarah mencatat, setiap orang ada waktunya dan setiap waktu ada orang, sekarang waktunya bagi Pokdarwis Penyengat untuk menujukkan taring dan kinerjanya kepada pelaku pariwisata bahwa kalian mampu menjual dan memasarkan produk kepada wisatawan," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, Surjadi mengatakan Pulau Penyengat mempunyai sejarah yang |uar biasa. Pulau kecil ini memainkan peran penting dalam percaturan sejarah dan politik di republik ini. Tinggalan sejarah dari pulau ini layak untuk dijual kepada wisatawan.

"Dengan mengikuti tour di Pulau Penyengat wisatawan dapat mengunjungi dan mendengar penggalan cerita dua ratus tahun terakhir perjalanan sejarah Kerajaan Melayu Johor Riau membayangkan perjuangan, sikap hidup, kentalnya atmosfir kecendekiaan para pendahulu masyarakat Pulau Penyengat yang turut membentuk sejarah Nusantara dan Indonesia, dengan mengikuti berbagai pengalaman wisata lainnya, pengunjung dapat merasakan kreatifltas dan kearifan sebuah bangsa yang terletak di penintasan perdagangan dunia," ujar Surjadi.

Terkait dengan kegiatan Launching Produk Pariwisata Pulau Penyengat, Surjadi yang mendeklarasikan jargon pariwisata dengan "salam jalan-jalan" itu menyampaikan beberapa hal yang harus jadi perhatian yaitu bahwa pengembangan pariwisata haruslah menyentuh segala pihak yang berkaitan dengan pan‘wisata, baik itu industri pariwisata yang besar maupun masyarakat yang berada di sekitar industri pariwisata dimaksud."Perlu kita ingat bahwa pengembangan sumber daya manusia pariwisata juga harus bertujuan pada usaha peningkatan kompetensi masyarakat dalam mengelola pariwisata, untuk itu, kami mengharapkan melalui Launching Produk Pariwisata Pulau Penyengat Kota Tanjungpinang Tahun 2019, kita mampu mendatangkan wisatawan melalui produk wisata yang telah dipersiapkan," pungkasnya.
Acara ini diisi dengan berbagai kesenian diantaranya Zapin Pulau Penyengat, Tari Legenda Putri Buluh Betung, pemutaran video destinasi wisata Pulau Penyengat dan juga diserahkan penghargaan kepada Wiwien Tribuwani Wiyonoputri selaku Fasilitator Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat dan Tendy Nuralam, Ph.D selaku Tim Percepatan Wisata Budaya dan Sejarah Religi Kementerian Pariwisata RI serta dilakukan juga penandatanganan nota kesepahaman antara Pokdarwis Penyengat dengan PHRI dan ASITA Kota Tanjungpinang.

Turut hadir Wakil Walikota Tanjungpinang, Rahma, FKPD Kota Tanjungpinang, Pimpinan OPD, Pelindo Tanjungpinang, Pimpinan Perbankan, PHRI, ASITA, Pokdarwis dan Pelaku Wisata se-Kota Tanjungpinang.
(atk)
Berita Terkait
Miliki 77 Ekstasi, Oknum...
Miliki 77 Ekstasi, Oknum PNS Satpol PP Pemko Tanjungpinang Ditangkap
Wali Kota Tanjungpinang...
Wali Kota Tanjungpinang Meninggal Karena COVID-19
Peringati HKG ke-50,...
Peringati HKG ke-50, TP PKK Kunjungi Pulau Penyengat Tanjungpinang
Penyidik Polres Tanjung...
Penyidik Polres Tanjung Pinang Tak Hadir, Sidang Praperadilan Kakek 82 Tahun Ditunda
Menaker Meluncurkan...
Menaker Meluncurkan Pelatihan Bahasa dan Budaya Jepang Berbasis Aplikasi
Pemerintah Dorong UMKM...
Pemerintah Dorong UMKM Dapat Go Digital
Berita Terkini
Kejar Target Jadi Ibu...
Kejar Target Jadi Ibu Kota Negara pada 2028, Otorita IKN Usul Tambahan Rp15,5 Triliun
1 jam yang lalu
Perbaikan Aceh Alami...
Perbaikan Aceh Alami Kemajuan Signifikan, Satgas PRR: Warga Mulai Tatap Masa Depan
1 jam yang lalu
Fundamental Solid, Perbanas...
Fundamental Solid, Perbanas Tegaskan Kesiapan Perbankan Dukung Ekonomi RI
1 jam yang lalu
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
3 jam yang lalu
Pramono Buka Peluang...
Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum
3 jam yang lalu
Polres Jakpus Ungkap...
Polres Jakpus Ungkap Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda
3 jam yang lalu
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved