Nungguk Pajak Hotel Rp5 Miliar, Manajemen Swiss Belinn Pangkalan Bun Bisa Dipidana

Sabtu, 17 Agustus 2019 - 17:56 WIB
Nungguk Pajak Hotel...
Nungguk Pajak Hotel Rp5 Miliar, Manajemen Swiss Belinn Pangkalan Bun Bisa Dipidana
A A A
KOTAWARINGIN BARAT - Wakil Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng), Ahmadi Riansyah yang merupakan Ketua Tim Yustisi menegaskan, Swiss Belinn Pangkalan Bun menunggak pajak pada tahun sebelumnya dikarenakan manajemen lama (PT Mitra Permata Waringin) dinyatakan pailit oleh lembaga keuangan. Di Pengadilan saat itu dinyatakan pailit dan diambil alih oleh manajemen lain.

"Begitu diambil oleh manajemen lain setorannya lancar. Tapi ketika mereka melakukan kasasi, manajemen lama menang, dan diambil alih kembali, sekarang menunggak kembali," kata Ahmadi usai upacara HUT RI ke-74 di halaman Kantor Bupati Kobar, Sabtu 17 Agustus 2019.

Ahmadi menerangkan, akumulasi tunggakan pajak sejak tahun 2015 hingga sekarang mencapai hampir Rp5 miliar. Upaya yang dilakukan Tim Yustisi sudah berkoordinasi dengan tim salah satunya adalah Polres Kobar dengan pihak Kejaksaan Kobar.

"Kita melakukan persuasif terlebih dahulu pajak ini, kalau tidak disetorkan kita akan ke arah pidana. Karena pajak itu logikanya adalah uang yang sudah disetor oleh masyarakat pengguna yang dititipkan kepada pengelola dan seharusnya disetorkan kepada pemerintah. Untuk sementara ini kita masih melakukan komunikasi dan negosiasi," pungkasnya.

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus mengejar tunggakan pajak sejumlah pengusaha perhotelan, sarang burung walet dan galian C di Pangkalan Bun dan sekitarnya. Sebab masih banyak pengusaha yang tidak koopertif dalam membayar kewajibannya berupa pajak.

Yang terbesar saat ini adalah Swiss Belinn Pangkalan Bun yang mencapai hampir Rp5 miliar dalam kurun waktu yang cukup lama.

"Saya menggugah para pengusaha terutama Swiss Belinn untuk kooperatif membayar pajaknya. Sampai tahun ini tunggakan pajaknya mencapai Rp4 miliar bahkan lebih mendekati Rp5 miliar," ujar Kepala Bapenda Kobar, Molta Dena di kantor Bupati Kobar, Selasa (13/8/2019).

Ia mengatakan, sebab pemasukan dari pajak sangat penting untuk pembangunan daerah. Untuk itu dirinya mendesak pengusaha untuk taat bayar pajak. "Ya harus taat pajak dong," katanya.
(rhs)
Berita Terkait
Kodim 1014 Pangkalan...
Kodim 1014 Pangkalan Bun Bantu APD ke Pemkab Kotawaringin Barat
Jadi Tersangka Korupsi...
Jadi Tersangka Korupsi Dana Pemkab Kotawaringin Barat, Ujang Iskandar Langsung Ditahan
DPRD Kotawaringin Barat...
DPRD Kotawaringin Barat Apresiasi Pemkab Atas Raihan Opini WTP ke-9 Kali
Didampingi KPK, Pemkab...
Didampingi KPK, Pemkab Manggarai Barat Tindak Tegas 2 Hotel Lalai Bayar Pajak
Ratusan Anak Didik LPP...
Ratusan Anak Didik LPP Enter Pangkalan Bun Ikuti Ujian Sertifikasi Profesi BNSP
Legislatif Dukung Bapenda...
Legislatif Dukung Bapenda Kobar Pasang Stiker Bagi Toko yang Tak Taat Bayar Pajak
Berita Terkini
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
2 jam yang lalu
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
2 jam yang lalu
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
3 jam yang lalu
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
3 jam yang lalu
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
4 jam yang lalu
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
4 jam yang lalu
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved