Rekor, Harga Cabai di Pangkalan Bun Tembus Rp200.000 per Kg

Kamis, 15 Agustus 2019 - 07:51 WIB
Rekor, Harga Cabai di...
Rekor, Harga Cabai di Pangkalan Bun Tembus Rp200.000 per Kg
A A A
KOTAWARINGIN BARAT - Harga cabai rawit di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng) tembus Rp200.000 per Kg. Harga ini rekor tertinggi dalam 5 tahun terakhir.

Mahalnya harga jual cabai rawit di sejumlah pasar tradisional dan pedagang sayur di Pangkalan Bun membuat ibu rumah tangga dan para pedagang makanan menjerit.

“Gila harganya, saya Rabu siang 14 Agustus 2019 sempat membeli di Pasar Indrasari 1 ons atau 100 gram dengan harga Rp25.000. Kalau beli 1.000 gram (1 Kg) harys membayar Rp200.000. Ceh, ceh pedasnya menampar kami,” ujar Mely, warga Kampung Baru, Kamis pagi (15/8/2019).

Tak hanya Mely yang mengeluh, sejumlah pedagang makanan juga kelimpungan untuk memasak aneka menu masakan yang mayoritas menggunakan cabai.

“Mau tidak mau tetap kita beli meski harganya selangit, kalau kita naikkan harga makanan sangat tidak mungkin, sebab pembeli pasti komplain. Ya kita siasati dengan menggunakan cabai yang minim di setiap masakan,” ujar Acil Hana, penjual makanan di Kelurahan Raja.

Padahal pantauan ke sejumlah pasar tradisional dan penjual sayur mayur di Pangkalan Bun pada Rabu pagi, 14 Agustus 2019 harga jual masih di kisaran Rp120.000-Rp140.000.

Pedasnya harga cabai rawit ini sudah terjadi sejak enam hari terakhir atau sebelum Hari Idul Adha. Hal ini disebabkan pasokan dari Pulau Jawa minim.

“Kalau tengkulak bilang, tidak ada kiriman dari Jawa. Sebab kebutuhan cabai rawit di Pangkalan Bun ini masih tergantung dari Pulau Jawa. Kalau tidak ada pengiriman ya kayak gini jadinya langka,” ujar Bibit, pedagang sayur di Jalan Ahmad Wongso.

Mahal harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Pangkalan Bun membuat sejumlah warga terpaksa membeli cabai rawit meski sudah busuk.

Padahal selama ini, pedagang selalu membuang cabai yang sudah busuk. Masyarakat Pangkalan Bun berharap harga cabai kembali normal.
(shf)
Berita Terkait
Ratusan Anak Didik LPP...
Ratusan Anak Didik LPP Enter Pangkalan Bun Ikuti Ujian Sertifikasi Profesi BNSP
Mandi di Sungai Arut...
Mandi di Sungai Arut Habis Lebaran, Karyawan Tenggelam dan Belum Ditemukan
Bakar Lahan untuk Buka...
Bakar Lahan untuk Buka Kebun Sawit, 2 Warga Kobar Dipenjara
Kreatif, Ibu PKK Ini...
Kreatif, Ibu PKK Ini Ciptakan Kerupuk Raksasa 'Sorgum Dewa'
Waket DPRD Kobar Berharap...
Waket DPRD Kobar Berharap Tim Nakes RS SI Utamakan Layani Pasien COVID-19 yang Lemah
Jaga Silaturahmi dan...
Jaga Silaturahmi dan Kekompakan, Kodim 1014 Pangkalan Bun, Anggota DPRD Kobar, dan Eksekutif Main Voly Bersama
Berita Terkini
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
59 menit yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
1 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
2 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
3 jam yang lalu
Klive Beach Club Gandeng...
Klive Beach Club Gandeng Happiness Foundation Gelar CSR Kebahagiaan
3 jam yang lalu
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
4 jam yang lalu
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved