Gua Kreo, Legenda Kawanan Kera dan Tempat Petilasan Wali Songo

Senin, 05 Agustus 2019 - 05:00 WIB
Gua Kreo, Legenda Kawanan...
Gua Kreo, Legenda Kawanan Kera dan Tempat Petilasan Wali Songo
A A A
SEMARANG - Gua Kreo merupakan salah satu objek wisata di Semarang, Jawa Tengah. Namun gua yang berada di wilayah Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati ini bukanlah gua biasa.

Menurut cerita turun temurun di masyarakat, gua ini dipercaya sebagai tempat petilasan para Wali Songo dan legenda kawanan kera. Itu karena di dalam Gua Kreo menjadi tempat hidupnya ratusan ekor kera.

Syafei, salah seorang pemandu wisata menceritakan kisah legenda Gua Kreo yang dulunya sebagai tempat petilasan Sunan Kalijogo, Sunan Bonang, Sunan Ampel, dan Sunan Gunung Jati.
Gua Kreo, Legenda Kawanan Kera dan Tempat Petilasan Wali Songo

Diceritakan, para sunan itu ingin membangun sebuah masjid di daerah Demak dengan menggunakan batang pohon untuk pondasi. Akan tetapi, ketika batang itu ingin ditebang oleh para sunan, kejadian aneh terjadi di mana batang tidak bisa ditebang.

“Nah dalam perjalanan itu, sunan bertemu dengan kawanan kera ekor panjang. Mereka pun saling berkomunikasi. Kera yang ditemui memiliki warna bulu yang berbeda, ada warna hitam, putih, kuning dan merah. Masing-masing warna memiliki arti tersendiri. Kera hitam melambangkan tanah yang subur, kera putih melambangkan kesucian, kera kuning melambangkan angin dan kera merah melambangkan keberanian,” ungkapnya.

Dia menambahkan, kawanan kera itu selanjutnya mengajak sunan ke sebuah tempat untuk meminta petunjuk Yang Maha Kuasa. Dalam persemediannya, sunan diberikan petunjuk agar batang pohon bisa ditebang.
Gua Kreo, Legenda Kawanan Kera dan Tempat Petilasan Wali Songo

Selanjutnya sunan kembali ke dalam hutan untuk menebang batang dengan menggunakan selendang yang dibawanya.

Seketika itu, batang pohon berhasil ditebang. Kemudian, batang dibelah menjadi dua bagian dan dibawa ke tempat persemedian.

“Keesokan harinya, sunan membawa kembali batang itu menuju masjid. Kawanan kera saat itu ingin ikut dengan para sunan. Namun sunan tak mengizinkan kawanan kera untuk ikut. Sunan menitipkan amanah untuk kawanan kera agar menjaga tempat ini (sekarang dikenal dengan nama Gua Kreo),” bebernya.

Syafei melanjutkan ceritanya, jika dalam perjalanannya batang yang dibawa oleh para Sunan itu terjatuh dan tenggelam. “Namun batang sisanya tertanam (ditancapkan) yang dikelilingi oleh pohon kecil bernama pohon Kerinci,” ujarnya.

Sementara, hingga saat ini Gua Kreo dihuni sekitar 650 ekor kera panjang yang konon jumlahnya tetap, tidak bertambah dan berkurang.

Warga tidak pernah menemukan bangkai kera yang mati. Kawanan kera membagi kelompoknya menjadi dua kubu yaitu kubu atas dan kubu bawah.
Gua Kreo, Legenda Kawanan Kera dan Tempat Petilasan Wali Songo

“Masing-masing kubu mempunyai dua raja. Alasan kenapa kera tidak boleh disentuh atau dipegang karena selalu dilindungi oleh rajanya. Rajanya akan marah jika anak buahnya disentuh,” ungkapnya.

Sehingga kera-kera itu begitu mudah berinteraksi dengan para pengunjung. Setiap bulan Syawal di Gua Kreo digelar tradisi Sesaji Rewondo, sebagai bentuk rasa peduli terhadap kera-kera dengan memberinya makan yang khusus diperuntukkan kera yang tidak boleh dimakan oleh manusia.

Untuk diketahui, Gua Kreo yang memiliki kedalaman 7 meter ini terdapat gua lain yang berada di sisi kiri yaitu Gua Landak dengan kedalaman 8 meter. Konon Gua Landak merupakan gua yang dahulu dihuni oleh putri landak dan kawanan hewan landak. Namun kini di dalam gua tersebut tak ada lagi hewan landak.
(shf)
Berita Terkait
Senjata Pemusnah Massal...
Senjata Pemusnah Massal yang Menginspirasi Persaingan Misi Antariksa
Prasasti Gondang, Situs...
Prasasti Gondang, Situs Peninggalan Kerajaan Singosari yang Usang
Gua Napalicin, Legenda...
Gua Napalicin, Legenda Si Pahit Lidah yang Kesal dan Bergumam
Kisah Pemberontakan...
Kisah Pemberontakan Rakyat Jambi terhadap Penjajah Belanda
Kisah Kampung Adat Seribu...
Kisah Kampung Adat Seribu Gonjong, Pernah Ditinggali Syafruddin Prawiranegara
Kisah Pohon Cengkeh...
Kisah Pohon Cengkeh Tertua di Dunia yang Selamat dari Pemusnahan Belanda
Berita Terkini
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
4 jam yang lalu
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
5 jam yang lalu
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
5 jam yang lalu
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
6 jam yang lalu
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
6 jam yang lalu
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
6 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved