PAD Kota Pekanbaru Capai 84 Persen

Selasa, 09 Juli 2019 - 14:00 WIB
PAD Kota Pekanbaru Capai...
PAD Kota Pekanbaru Capai 84 Persen
A A A
PEKANBARU - Kota Pekanbaru mencatatkan Penerimaan Asli Daerah (PAD) yang hampir memenuhi target. Kerja keras Kota Pekanbaru untuk merealisasikan target PAD terus digenjot.

PAD Kota Pekanbaru tersebut terungkap saat rapat paripurna dengan DPRD yang digelar Senin (8/7/2019). Secara umum disampaikan bahwa realisasi PAD dari 11 objek pajak yang dikelola Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru telah tercapai Rp256 miliar. Sementara target PAD Triwulan II sebesar Rp300 miliar. Dengan begitu, untuk triwulan II ini sudah 84 persen.

Hal itu disampaikan Kepala Bapenda Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin kepada media di gedung DPRD Kota Pekanbaru saat menghadiri rapat paripurna. Ia melanjutkan ada objek pajak yang belum mencapai target, seperti Bea Perolehan Hak atas Tanah Bangunan (BPHTB).

"Sampai Triwulan II, realisasi dari target 6 bulan sudah 84 persen kurang lebih. Masih ada beberapa yang belum tercapai, seperti BPHTB. Ini masalah investasi, masalah jual beli atau juga peningkatan hak," terang pria yang sebelumnya menjabat Camat Rumbai ini.

Dikatakan Zulhelmi, ada kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dalam memberikan kemudahan pada Wajib Pajak (WP), terutama BPHTB.

"Dalam waktu dekat ini InsyaAllah ada Perwako yang baru, kebijakan Pemerintah Kota. Nanti insyaAllah kita sosialisasikan bersama BPN. Untuk pemanfaatan program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap). Banyak kemudahan dan keringanan dan diskon khusus terkait BPHTB, yang mengikuti program PTSL. Kalau tidak salah kurang lebih 7.000 hingga 9.000 bidang persil yang mendapatkan fasilitas. Contoh, dibawah Rp150 juta NJOP nya itu free, artinya dia tidak perlu bayar BPHTB nya sama kita, sebelumnya Rp100 juta. Sekarang dinaikkan jadi Rp150 juta," jelas Zulhelmi Arifin.

Ketika disinggung langkah yang diambil apakah dapat menggenjot PAD. Menurut Zulhelmi Arifin ada dua hal yang harus jalan bersamaan. "Pertama untuk program PTSL itu, bagaimana seluruh persil dapat tertata dan tersertifikat. Nantinya ketika ada sertifikat, seperti peralihan hak. Yang tidak mengikuti program PTSL, kita bisa mendapatkan pajak BPHTB nya," ucapnya.(Kominfo1/RD1)
(alf)
Berita Terkait
Meski Terhambat Masalah...
Meski Terhambat Masalah Gaji, Sriwijaya FC Menang 3-2 atas PSPS Pekanbaru
Kisah Putri Kaca Mayang...
Kisah Putri Kaca Mayang dan Asal Usul Pekanbaru
Terpapar COVID-19, ASN...
Terpapar COVID-19, ASN Pemprov Riau Meninggal Dunia
Hakim PN Pekanbaru Tolak...
Hakim PN Pekanbaru Tolak Pembebasan 5 Terdakwa Investasi Bodong Rp84 M
Wali Kota Pekanbaru...
Wali Kota Pekanbaru Prediksi Dua Minggu Lagi Pekanbaru Zona Hijau
PSBB Tidak Diperpanjang,...
PSBB Tidak Diperpanjang, Wali Kota: Bukan Berarti Semua Bebas
Berita Terkini
BNN dan Bea Cukai Gagalkan...
BNN dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Kuncup Bunga Kanabis Asal Thailand
3 jam yang lalu
Pemprov Jatim Dukung...
Pemprov Jatim Dukung BYD Tech-Culture Fest 2026
3 jam yang lalu
Gen Z Berekspresi, 510...
Gen Z Berekspresi, 510 STUDIOS Bawa Tren Self-Photo ke Lampung Selatan
4 jam yang lalu
Penampakan Lamborghini...
Penampakan Lamborghini hingga Aset Mewah Tersangka Aseng yang Disita Kejagung
5 jam yang lalu
Pesawat AMA Dibakar...
Pesawat AMA Dibakar di Yahukimo, Kemenko Polkam Dorong Tindakan Tegas
6 jam yang lalu
HKTI Papua Dukung Agenda...
HKTI Papua Dukung Agenda Ketahanan Pangan Nasional dari Biak
7 jam yang lalu
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved