Korupsi Pembangunan Pelabuhan Dompak, 2 Terdakwa Divonis 6 Tahun Penjara

Selasa, 02 Juli 2019 - 17:11 WIB
Korupsi Pembangunan...
Korupsi Pembangunan Pelabuhan Dompak, 2 Terdakwa Divonis 6 Tahun Penjara
A A A
TANJUNGPINANG - Terdakwa Hariyadi dan Berto Riawan divonis selama 6,5 tahun dan 6 tahun penjara karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi proyek pembangunan lanjutan Pelabuhan Dompak, Tanjungpinang . Dalam sidang putusan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Selasa (2/7/2019), kedua terdakwa terbukti bersalah secara bersama-sama yang mengakibatkan kerugian negara.

Sidang yang dipimpin Hakim Ketua Sumedi didampingi Hakim Anggota Yon Efri dan Jhoni Gultom menyatakan, perbuatan terdakwa Hariyadi dan Berto (sidang terpisah) terbukti dalam dakwaan primair jaksa penuntut umum dalam Pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 UU No 31/1999 Jo UU No 20/2001 tentang perubahan UU No 31 /1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"(Terdakwa Hariyadi) menjatuhkan pidana penjara selama 6 tahun 6 bulan dan denda Rp300 juta dengan ketentuan apabila denda tidak bayar maka diganti dengan pindana kurungan penjara selama 5 bulan," ujar Sumedi.

Sumedi menuturkan, majelis hakim juga menghukum terdakwa Hariyadi untuk membayar uang penganti kerugian negara sebesar Rp420 juta. Dengan ketentuan apabila tidak dibayar selama satu bulan setelah putusan ini, maka harta bendanya disita jaksa untuk dilelang membayar uang pengganti.

"Bila harta benda tidak cukup untuk membayar uang pengganti, maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 tahun," ujarnya.

Dalam perkara ini hal-hal yang memeberatkan perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi. Kemudian menyebabkan kerugian negara dan menikmati hasil kejahatannya sebesar Rp422 juta. Tidak memberikan contoh yang baik kepada bawahannya selaku pejabat pembuat komitmen di KSOP Tanjungpinang dan masyarakat.

Sementara hal-hal meringankan terdakwa mengakui perbuatannya, belum pernah dihukum dan tulang punggung keluarga.

Kemudian, untuk terdakwa Berto, kata Sumedi menjatuhkan pidana penjara selama 6 tahun dan denda Rp300 juta. Dengan ketentuan denda tidak bayar maka diganti kurungan penjara selama 5 bulan.

"Uang pengganti Rp170 juta, harta benda akan disita untuk membayarnya, bila tidak diganti maka pidana penjara selama 3 tahun," ujar Sumedi.

Mendengar putusan itu, terdakwa Hariyadi langsung menerimanya sedangkan terdakwa Berto dan jaksa penuntut umum Nolly Wijaya menyatakan sikap pikir-pikir.

Sebelumnya, Nolly menuntut kedua terdakwa selama hukuman penjara 8 tahun 6 bulan dan denda Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan, kemudian membayar uang penganti kerugian negara Rp500 juta subsider 4 tahun penjara.

Perkara korupsi ini diungkap Satreskrim Polres Tanjungpinang dengan dugaan korupsi senilai Rp5,054 miliar pembangunan lanjutan Pelabuhan Dompak Tanjungpinang. Kedua tersangka adalah Hariyadi selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) dan Berto Riawan selaku penyedia dan Direktur Cabang PT Karya Tunggal Mulya Abadi.

Adapun modus operandi tersangka adalah pelaksanaan pembangunan fasilitas Pelabuhan Dompak tidak sesuai dengan nilai kontrak. Sementara paket pekerjaan terdiri dari persiapan, pekerjaan areal pelabuhan (pagar, penerangan, break water, an kebus beton), taman parkir, kelengkapa dan perlengkapan pelabuhan, pekerjaan gerbang/gapura dan finisihing.
(rhs)
Berita Terkait
Kerugian Negara Akibat...
Kerugian Negara Akibat Dugaan Korupsi Pengaturan Kuota Rokok Ditaksir Lebih dari Rp250 Miliar
KPK Geledah Rumah di...
KPK Geledah Rumah di Gorontalo Terkait Korupsi Kuota Rokok di Tanjungpinang
Langkah Tepat Jokowi...
Langkah Tepat Jokowi Buat Indeks Ekonomi Indonesia Terus Tumbuh
Sinergitas Daerah dengan...
Sinergitas Daerah dengan DPD RI Penting untuk Menjaga Keutuhan Wilayah NKRI
Jelang Nataru, BNNP...
Jelang Nataru, BNNP Kepri Sita Mobil Bermuatan 60 Kg Sabu di Tanjungpinang
Obesitas Regulasi Pemberantasan...
Obesitas Regulasi Pemberantasan Korupsi di Indonesia
Berita Terkini
JPO Tendean Bakal Dibangun...
JPO Tendean Bakal Dibangun Lagi, Jangka Pendek Bikin Zebra Cross
27 menit yang lalu
Libur Sekolah Lebih...
Libur Sekolah Lebih Pengaruhi Order Online daripada Komisi 8 Persen
8 jam yang lalu
UB Gandeng CNGR-Kementerian...
UB Gandeng CNGR-Kementerian ESDM, Perkuat Hilirisasi Industri dan Siapkan SDM Unggul
10 jam yang lalu
Polda Riau Bongkar Sawmill...
Polda Riau Bongkar Sawmill Illegal di Kampar, Sita Ratusan Batang Kayu Hasil Illegal Logging
10 jam yang lalu
Kepala BSKDN Kemendagri...
Kepala BSKDN Kemendagri Ajak Mahasiswa KKN Hadirkan Inovasi untuk Kemajuan Kepulauan Yapen
12 jam yang lalu
FKGI Dukung Arah Kebijakan...
FKGI Dukung Arah Kebijakan Kemenhut, Infrastruktur Diminta Lindungi Koridor Gajah
12 jam yang lalu
Infografis
6 Alasan Ribuan Narapidana...
6 Alasan Ribuan Narapidana Masuk Islam di Penjara AS Setiap Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved