Ratusan Tambak Petani di Sekitar Kawasan PT VDNI Terancam Hilang

Selasa, 07 Mei 2019 - 22:53 WIB
Ratusan Tambak Petani...
Ratusan Tambak Petani di Sekitar Kawasan PT VDNI Terancam Hilang
A A A
KONAWE - Ratusan hektare tambak ikan, udang dan kepiting di Desa Tani Indah, Kecamaan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), di sekitar kawasan industri pengolahan ore nikel, PT Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI) terancam hilang. Sebab, saat ini hasil panen tambak, terus berkurang, akibat air tambak milik para petani, mulai berubah. Kondisi ini diakui para petani, jauh berbeda sebelum berdirinya kawasan industri PT VDNI.

Perubahan warna air tambak ini, diakui para petani cukup mempengaruhi hasil panen budidaya ikan bandeng. Sementara budidaya kepiting dan undang, tidak lagi dilakukan para petani, karena takut tidak berhasil.

Sebelum adanya aktivitas kawasan industri PT VDNI, petani tambak memperoleh hasil panen dengan nilai rata-rata mencapai 1 ton ikan bandeng per petak, kemudian di ekspor ke Singapura.

Namun saat ini, hasil itu tidak pernah lagi diperoleh para petani tambak di Desa Tani Indah. Sejak masuknya PT. VDNI, perlahan-lahan produktifitas tambak mengalami penurunan, dengan nilai rata-rata panen sebanyak 800 kilogram (Kg) per tambak dalam setahun terakhir. Selain jumlah panen menurun, pencemaran debu jalan hauling juga menyebabkan ukuran ikan menjadi kerdil.

Zulkarnain, adalah salah satu petani tambak yang merasakan dampak ini. Ia tidak lagi banyak berharap dengan usaha tambak.

"Alhamdulillah, sebelum munculnya tambang di sini, hasil (tambak) cukup maksimal, dengan muncul tambang ini sehingga hasilnya (panen tambak) berkurang sampai 50 persen," ungkap Zulkarnain, di area tambaknya, pada Sabtu (04/05/2019). Zulkarnain, kini benar-benar tak berharap lagi dengan usaha tambak, setelah mengalami kerugian setiap kali panen.

Kini, Zulkarnain membangun rumah kos di sejumlah lahan tambak yang tidak bisa diolah lagi, untuk disewakan kepada pekerja di kawasan industri pengolahan ore nikel PT VDNI. Hal ini dilakukan Zulkarnain, karena terpaksa, demi mempertahankan produktifitas nilai ekonomi aset tanahnya.

Bahkan, seorang petani tambak udang di Desa Tani Indah, Sulaiman, berencana menjual lahan tambaknya, kepada perusahaan PT VDNI, jika tawaran harga sesuai dengan keingannya. Sementara petani tambak lainnya, yang tidak bisa bertahan dengan situasi ini, terpaksa meninggalkan lahan tambaknya dan memilih menjadi pekerja di kawasan industri PT VDNI.

Hingga berita ini diturunkan MNC Media belum berhasil mendapat konfirmasi dari PT VDNI.
(sms)
Berita Terkait
Kritis Pencemaran Lingkungan
Kritis Pencemaran Lingkungan
Legislator Apresiasi...
Legislator Apresiasi Polda Riau Tindak Tegas Korporasi Perusak Lingkungan
Anggap Ganggu Kesehatan,...
Anggap Ganggu Kesehatan, Warga Minta Pabrik Aspal di Pana Berhenti Operasi
Fenomena Aneh, Aliran...
Fenomena Aneh, Aliran Sungai di Jembatan Tarikolot Sempat Berbusa seperti Awan
Kendalikan Pencemaran...
Kendalikan Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, MIND ID dan KLHK Bersinergi
Legislator Jabar: Konservasi...
Legislator Jabar: Konservasi Alam Mutlak Harus Dilakukan
Berita Terkini
Polisi Persilakan Tiyo...
Polisi Persilakan Tiyo Ardianto Bikin Laporan Dugaan Temuan Alat Pelacak di Mobil
3 menit yang lalu
Kasus Andrie Yunus,...
Kasus Andrie Yunus, Koordinator Kontras Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
26 menit yang lalu
Akses Jalan Medan Merdeka...
Akses Jalan Medan Merdeka Selatan ke Patung Kuda Ditutup Imbas Demo Serikat Pekerja
32 menit yang lalu
Galungan Jadi Momentum...
Galungan Jadi Momentum Jaga Budaya Bali, Partai Perindo Ajak Perkuat Persatuan
43 menit yang lalu
Gempa M 5,0 Guncang...
Gempa M 5,0 Guncang NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
55 menit yang lalu
4.576 Polisi Diterjunkan...
4.576 Polisi Diterjunkan untuk Jaga Demo di 5 Titik Jakarta Hari Ini
1 jam yang lalu
Infografis
China Tingkatkan Patroli...
China Tingkatkan Patroli di Sekitar Kepulauan Sengketa di LCS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved