Anggap Ganggu Kesehatan, Warga Minta Pabrik Aspal di Pana Berhenti Operasi
Senin, 29 Juni 2020 - 16:36 WIB
loading...
Gerakan Aktivitas Pemerhati Lingkungan Hidup (GA-PLH) saat melakukan unjuk rasa di depan pabrik aspal di Pana, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang, Senin (29/6/2020). Foto: SINDOnews/Aris Bafauzi
A
A
A
ENREKANG - Gerakan Aktivitas Pemerhati Lingkungan Hidup (GA-PLH) berunjuk rasa di depan pabrik aspal di Pana, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang, Senin (29/6/2020).
Koordinator aksi, Wiranto Embong Bulan meminta pemerintah mencabut izin operasi dari pabrik yang dikelola PT Gangking Raya tersebut. Sebeb, pabrik dianggap telah mengganggu kenyamanan, kesehatan, dan tanaman masyarakat di sekitar pabrik.
Baca juga: Air Terjun Laburan Enrekang, Destinasi yang Cocok Dikunjungi Akhir Pekan
"Kami mendesak pemerintah mencabut izin pabrik yang sama sekali tidak peduli dengan pencemaran lingkungan . Yang sangat merugikan masyarakat sekitar. Mestinya mereka juga harus peduli dengan kesehatan masyarakat dari dampak asap dan limbah pabrik," ujar Wiranto.
Massa aksi juga mendesak Direktur PT Gangking Raya tanggung jawab terhadap persoalan kesehatan yang dialami warga akibat keberadaan pabrik aspal itu.
Koordinator aksi, Wiranto Embong Bulan meminta pemerintah mencabut izin operasi dari pabrik yang dikelola PT Gangking Raya tersebut. Sebeb, pabrik dianggap telah mengganggu kenyamanan, kesehatan, dan tanaman masyarakat di sekitar pabrik.
Baca juga: Air Terjun Laburan Enrekang, Destinasi yang Cocok Dikunjungi Akhir Pekan
"Kami mendesak pemerintah mencabut izin pabrik yang sama sekali tidak peduli dengan pencemaran lingkungan . Yang sangat merugikan masyarakat sekitar. Mestinya mereka juga harus peduli dengan kesehatan masyarakat dari dampak asap dan limbah pabrik," ujar Wiranto.
Massa aksi juga mendesak Direktur PT Gangking Raya tanggung jawab terhadap persoalan kesehatan yang dialami warga akibat keberadaan pabrik aspal itu.
Lihat Juga :