Mencetak Santri Garut sebagai Entrepreneur dan Eksportir

Sabtu, 04 Mei 2019 - 16:44 WIB
Mencetak Santri Garut...
Mencetak Santri Garut sebagai Entrepreneur dan Eksportir
A A A
GARUT - Sebagai salah satu daerah dengan potensi ekonomi yang luar biasa, Garut bisa berperan meningkatkan daya saing ekonomi nasional. Terlebih daerah di bawah administrasi Provinsi Jawa Barat itu merupakan salah satu basis dari pesantren yang punya peran strategis untuk berkontribusi demi kemajuan negeri.

"Potensi ekonomi Garut yang bisa menjadi sumber devisa seperti jaket dan tas kulit yang berkualitas ekspor, minyak akar wangi dan pariwisata," kata Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Soetrisno Bachir di Ponpes Zawiyah Tarekat Tijaniyah, Garut, Jawa Barat, Sabtu (4/5/2019).

Di ponpes yang diasuh DR KH Ikyan Badruzzaman itu, Soetrisno menjadi pembicara dalam acara dialog beratjuk "Strategi Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Pesantren". Kali ini, Soetrisno menyinggung tentang pelaksanaan konsep "One Pesantren One Product" (OPOP) yang dapat menciptakan nilai tambah untuk produk lokal.

Melalui konsep tersebut, pesantren dinilai bisa berkontribusi dalam peningkatan daya saing ekonomi nasional. Garut sebagai salah satu basis pesantren, kata Soetrisno, bisa menyumbang peran untuk itu. Apalagi Garut punya potensi ekonomi luar biasa yang beragam jenis itu.

Dikatakan Soetrisno, sudah saatnya santri dibekali jiwa kewirausahaan dan pendampingan keterampilan agar bisa menjadi pengusaha tangguh yang mampu menciptakan produk unggulan bernilai ekspor. Terlebih pemerintah punya agenda besar di sektor perdagangan untuk mengatasi defisit transaksi pedagangan.

"Salah satu kuncinya adalah meningkatkan daya saing," katanya.

Soetrisno optimistis Indonesia akan maju jika ditopang ekonomi yang tangguh dan punya daya saing ekonomi global. Dengan demikian, neraca perdagangan akan surplus, nilai tukar rupiah stabil dan makro ekonomi tetap tumbuh secara berkelanjutan. Pesantren berpotensi punya andil untuk itu.

Dengan jumlah pesantren yang mencapai sekitar 22.000 dan santrinya sekitar 4 juta orang menjadi modal penting untuk mewujudkan daya saing industri dan ekonomi nasional yang tangguh. Oleh karena itu, pesantren menjadi penting dalam mendorong kemajuan ekonomi nasional. Terlebih dalam hal mencetak santri dengan keterampilan yang berkualitas, tenaga profesional yang berkarakter, berakhlak baik dan punya kompetensi.

"Juga mampu menjadikan Garut sebagai pusat keunggulan ekonomi lokal yang mampu mengolah komoditas potensial di sekitar pesantren agar mempunyai nilai tambah," kata Soetrisno.
(amm)
Berita Terkait
9 Pondok Pesantren Terbaik...
9 Pondok Pesantren Terbaik yang Direkomendasikan di Jawa Barat
Tokoh Ponpes Keberatan...
Tokoh Ponpes Keberatan Keputusan Gubernur Terkait Protokol Kesehatan di Pesantren
Kabar Gembira untuk...
Kabar Gembira untuk Para Santri, Jabar Segera Miliki Perda Pesantren
5 Rekomendasi Pondok...
5 Rekomendasi Pondok Pesantren di Jawa Timur
8 Kamar Pesantren di...
8 Kamar Pesantren di Cianjur Terbakar saat Santi Salat Jumat
Jabar Resmi Miliki Perda...
Jabar Resmi Miliki Perda Pesantren, Ridwan Kamil: Ini Perjuangan Panjang
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
7 jam yang lalu
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
8 jam yang lalu
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
8 jam yang lalu
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
9 jam yang lalu
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
9 jam yang lalu
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
10 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved