Bupati Kobar: WFC Jangan Sampai Menghilangkan Kearifan Lokal

Rabu, 20 Februari 2019 - 16:36 WIB
Bupati Kobar: WFC Jangan...
Bupati Kobar: WFC Jangan Sampai Menghilangkan Kearifan Lokal
A A A
KOTAWARINGIN BARAT - Penataan kawasan bantaran sungai Arut melalui konsep waterfront city (WFC) terus digenjot Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng). Sejak 2018, proyek ini telah dimulai di Kelurahan Mendawai Kecamatan Arut Selatan. Tahun ini (2019), penataan kawasan bantaran sungai Arut menjadi modern terus digeber.

Sebagai tindak lanjut pada Selasa (19/2/2019) sore, Bupati Kobar Nurhidayah memimpin pertemuan di ruang rapat Bupati Kobar. Agenda rapat yang juga dihadiri beberapa instansi terkait adalah ekpose rencana pembangunan tahap selanjutnya program waterfront city oleh pihak konsultan. (Baca Juga: Kobar Jadi Tuan Rumah Pelatihan Kader HMI se-Indonesia)

Di dalam pemaparannya, pihak konsultan menyatakan bahwa target pembangunan tahap kedua adalah penyediaan jalan dan pedestrian sepanjang 120 meter. Pembangunan juga akan diarahkan kepada kelengkapan street furniture berupa pagar, pot bunga dan lampu penerangan sebanyak 6 unit.

Selain itu, pada tahap ini sekaligus akan dilengkapi beberapa fasilitas umum, seperti kafe/resto, landmark, river view, dermaga, toilet portable dan bangunan pemadam kebakaran.

Nurhidayah mengungkapkan, jika waterfront city ini berdampak positif bagi perekonomian masyarakat. Proses pembangunan WFC tahap kedua ini juga nantinya memunculkan ruang baru bagi masyarakat untuk mengakses peningkatan di sektor perekonomian.

“Yang paling utama dari pembangunan ini, bagaimana waterfront city ini ke depan mampu mendorong geliat perekonomian masyarakat dari segala lini,” kata orang nomor satu di Kobar ini.
Bupati Kobar: WFC Jangan Sampai Menghilangkan Kearifan Lokal

Upaya pemantapan konsep terus dilakukan. Ini dilakukan dengan harapan waterfront city bisa menjadi salah satu alternatif destinasi baru pariwisata di Kotawaringin Barat.

Nurhidayah berharap pembangunan WFC juga tidak meninggalkan kearifan budaya lokal. “Waterfront City merupakan konsep tata kelola lingkungan daerah tepian air secara modern, namun jangan sampai meninggalkan budaya kearifan lokal kita,” pungkasnya.
(rhs)
Berita Terkait
Proyek Pembangunan Gedung...
Proyek Pembangunan Gedung Sport Centre Pangeran Ratu Alamsyah Siap Dikawal Bersama
Leigislatif bakal Akomodir...
Leigislatif bakal Akomodir Masukan Abpennas ke Pemerintah Daerah
Pembentukan Satgas Pengelola...
Pembentukan Satgas Pengelola CSR Diperlukan untuk Pembangunan Daerah
Pembangunan Jalan Program...
Pembangunan Jalan Program Konsorsium Jadi Produk Unggulan Kepemimpinan Nurani
Pemkab Diminta Efektif...
Pemkab Diminta Efektif Gunakan Anggaran untuk Membangun Kobar
Percepat Pembangunan,...
Percepat Pembangunan, Pemekaran Wilayah Perlu Ditingkatkan di Kobar
Berita Terkini
Kemendagri: Tanggap...
Kemendagri: Tanggap Darurat Aceh Berakhir, Anggaran Pemulihan Disiapkan Rp58,9 Triliun
7 jam yang lalu
Yusril Imbau Dedi Mulyadi...
Yusril Imbau Dedi Mulyadi Tak Bikin Sayembara Tangkap Begal: Khawatir Masyarakat Jadi Main Hakim Sendiri
8 jam yang lalu
BNI Menegaskan Kedatangan...
BNI Menegaskan Kedatangan Siswa Bukan atas Arahan Petugas
9 jam yang lalu
Kemhan Sebut Insiden...
Kemhan Sebut Insiden Bus Dinas yang Diduga Kabur usai Tabrak Ojol Diselesaikan secara Damai
10 jam yang lalu
Kisah Warga Bondowoso...
Kisah Warga Bondowoso Sukarela Serahkan Lutung Jawa ke Kemenhut
11 jam yang lalu
Hati-hati! Ada Perbaikan...
Hati-hati! Ada Perbaikan Jalan di Tol Jakarta-Cikampek
11 jam yang lalu
Infografis
Waspada 8 Gejala Awal...
Waspada 8 Gejala Awal Hipertensi, Jangan Dianggap Sepele
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved