Awal Kedatangan Tionghoa di Tasikmalaya

Senin, 18 Februari 2019 - 05:00 WIB
Awal Kedatangan Tionghoa...
Awal Kedatangan Tionghoa di Tasikmalaya
A A A
Keberagaman di daerah Tasikmalaya bukanlah hal baru. Penduduk asli dan pendatang, termasuk dari etnis Tionghoa hidup berdampingan.

Catatan penulis Tionghoa asal Tasikmalaya Oey Hong Thay yang dikutip dari Buku 'Gedenk Boek' Tahun 1933, pertama kali orang Tionghoa tinggal di Singaparna, yang kini merupakan Ibu Kota Kabupaten Tasikmalaya.

Menurut penuturun Oey Hong Thay, sekitar tahun 1870-1875 ketika Tasikmalaya (kala itu bernama Sukapura) dengan Ibu Kotanya Manonjaya dan masih di bawah Sumedang, terdapat kurir surat antara Sumedang dan Cirebon. (Baca juga: Di Balik Berpindah-pindahnya Ibu Kota Sukapura ).

Di Cirebon ada seorang pengusaha kaya bernama The Tiang Seng yang memiliki usaha perdagangan. Ia selalu pulang pergi dari Cirebon ke Sumedang, sehingga akhirnya menjadi sahabat Pangeran Sumedang. Kemudian, dia memohon agar bisa berdagang di Tasikmalaya untuk menantunya bernama Thio Boen Pang.

Dimulailah usaha dagangnya itu dengan membuka toko di Singaparna, berdekatan dengan Toko Bako Cap Kereta Mesin. Thio Boen Pang yang membawa adiknya Thio Oetan menjual gambir karena penduduk Pasundan dikenal pengunyah sirih.

Thio Oetan inilah yang akhirnya diam di Tasikmalaya dan menjadi penduduk Tionghoa pertama di Tasikmalaya sambil membuka jasa angkutan barang dari Tasikmalaya ke Cirebon atau sebaliknya.

Jasa pengangkutan barang itu hanya menggunakan tandu berkuda dan ada juga yang jalan kaki dengan memakan waktu sampai tiga hari. Mereka menelusuri jalan Ciawi, Panumbangan, Panjalu, Cibubuhan, Cikijing Ciamis.

Perdagangan di Tasikmalaya mulai ramai, sehingga etnis Tionghoa lain berdatangan dan membuka usaha di Tasikmalaya. Namun, Thio Oetan tak lama di Tasikmalaya. Dia pindah ke Bandung karena berselisih dengan priyayi Tasikmalaya.

Tasikmalaya pun semakin ramai lagi setelah dibukanya jalur kereta Cibatu-Banjar sehingga penduduk Tionghoa bertambah menjadi 50 orang.

Barang-barang dari Jakarta juga mulai masuk ke Tasikmalaya karena lancarnya jalur kereta api, termasuk barang dari Tasikmalaya seperti minyak kelapa.

Lambat laun, semakin banyaklah etnis Tionghoa di Tasikmalaya. Hal ini terlihat sejak kepemimpinan Bupati Tasikmalaya ke-14 RAA Wiratanuningrat pada tahun 1913 sampai sekarang.
(zik)
Berita Terkait
Sejarah Kota Natal dan...
Sejarah Kota Natal dan Hubungannya dengan Kerajaan Pagaruyung
Sejarah Baturusa, Tempat...
Sejarah Baturusa, Tempat Rusa Melahirkan Anak di Tengah Laut Mandailing Natal
Gagal Meracuni Sawunggaling,...
Gagal Meracuni Sawunggaling, Belanda Murka dan Rakyat Surabaya Digilas
Kisah Purnawarman, Raja...
Kisah Purnawarman, Raja Tarumanegara Penunggang Gajah yang Miliki Kekuatan Bak Dewa Wisnu
Mengembalikan Identitas...
Mengembalikan Identitas Sejati Kota Medan sebagai Kota Perdagangan dan Saudagar
RS Simpang, Perjalanan...
RS Simpang, Perjalanan Penuh Wabah dan Penampung Korban Perang
Berita Terkini
Soroti Kasus Penyiksaan...
Soroti Kasus Penyiksaan di Bandung, Wakil Ketua DPRD Jabar Gagas Siskamling Digital
13 menit yang lalu
Gunung Semeru Erupsi...
Gunung Semeru Erupsi Setinggi 1,4 Km, PVMBG: Waspada Awan Panas dan Guguran Lava
1 jam yang lalu
BNN dan Bea Cukai Gagalkan...
BNN dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Kuncup Bunga Kanabis Asal Thailand
10 jam yang lalu
Pemprov Jatim Dukung...
Pemprov Jatim Dukung BYD Tech-Culture Fest 2026
10 jam yang lalu
Gen Z Berekspresi, 510...
Gen Z Berekspresi, 510 STUDIOS Bawa Tren Self-Photo ke Lampung Selatan
10 jam yang lalu
Penampakan Lamborghini...
Penampakan Lamborghini hingga Aset Mewah Tersangka Aseng yang Disita Kejagung
11 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved