16 Hari Dirawat di RS, Bayi Lahir Tanpa Batok Meninggal Dunia

Kamis, 24 Januari 2019 - 08:13 WIB
16 Hari Dirawat di RS,...
16 Hari Dirawat di RS, Bayi Lahir Tanpa Batok Meninggal Dunia
A A A
KOTAWARINGIN BARAT - Rahmad Hidayat (18 hari) warga Jalan Gusti Abdullah, RT 3, Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng yang lahir tanpa batok kepala meninggal dunia di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun pada Kamis (24/1/2019) dini hari sekira pukul 00.15 WIB.

"Tadi malam pukul 01.00 WIB langusung dibawa pihak keluarga ke rumah duka di RT 3, Raja Seberang. Rencananya pagi ini pukul 08.00 WIB akan dimakamkan di TPU Sekip Pangkalan Bun," ujar Wakil Ketua dan Kepala Bidang Kesehatan, Lentera Kotawaringin Barat, Mayang Purnamasari yang seca rutin memantau kondisi bayi malang ini.

Sebelumnya, Plt Direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Fachruddin mengatakan, berdasarkan sejumlah kasus di Indonesia bahkan dunia, bayi yang lahir tanpa batok kepala tidak bisa bertahan hidup lama.

"Sebab kepala itu organ vital yang didalamnya otak. Jika tanpa pelindung maka akan rentan dengan masuknya bakteri atau virus. Jadi kemungkinan hidup itu sangat kecil. Tapi kita tetap berusaha maksimal. Semua ditentukan Tuhan YME," ujarnya.

Untuk diketahui, Putra pasangan Sri Wahyuni (26) dan Barliansyah (45) ini lahir tanpa batok kepala. Rahmat lahir secara normal di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Minggu (6/1/2019) pukul 05.00 WIB. Karena ketiadaan BPJS Kesehatan dan ketiadaan biaya, akhirnya Rahmad dipulangkan ke rumah meski belum diketahui kondisi pasti bayi malang ini.

"Rahmat lahir normal dengan berat badan sekitar 3 kg. Saya terkaget lahirnya tanpa batok kepala. Meski sekarang kondisinya sehat, namun kita tidak tahu kondisi sebenarnya. Kemarin habis biaya persalinan sekitar Rp2 jutaan, karena saya tidak ada BPJS Kesehatan makanya saya bawa pulang karena saya tidak punya biaya," ujar ibu bayi malang ini, Sri Wahyuni (26) dengan raut muka sedih di sedih di rumah sangat sederhana ukuran 4x8 metet yang terbuat dari kayu di sekitar Bantaran Sungai Arut.

Di dalam rumah ini ada 3 kepala keluarga (KK) yang menghuni. Dua orangtua, tiga anak Sri (termasuk Rahmad, Sri dan suami. "Ya kami tinggal di rumah ini bertujuh."

Menurut Sri, selama 9 bulan hamil tidak ada keluhan apapun. Selama ini berobat dengan bidan kampung dan tidak pernah di USG karena ketiadaan biaya. Pada Sabtu (5/1/2019) sekitar pukul 22.00 WIB perut mulai kontraksi dan segera dilarikan ke RSUD Sultan Imanuddin.

"Sabtu pukul 23.30 WIB mulai masuk ruang persalinan dan pada Minggu pukul 05.00 WIB Rahmad lahir dengan tanpa batok kepala."

Ayah Rahmad, Barliansyah (45) yang bekerja sebagai kuli angkut barang bongkar muat di pelabuhan Tanjung Kalaf Kumai berharap bantuan dari para donatur. Sebab dirinya mengaku tidak mampu berobatkan anaknya yang lahir tanpa batok kepala.

"Kerjaan saya tidak menentu, kalau ada kapal datang baru ikut bongkar muat barang, paling sehari cuma dapat Rp50 ribu. Itupun tidak tiap hari. Yah sebulan rata rata hanya mendapat honor Rp1,5 juta," ujar Barli dengan muka sedih di dalam rumahnya.Dia berharap uluran tangan dari pemerintah daerah dan juga warga. Supaya anak ketiganya tersebut bisa dirawat di rumah sakit dan mengetahui kondisi sebenarnya.

"Ya saya takut terjadi apa apa, karena tidak ada batok kepalanya. Takutnya nanti terlalu lama di rumah justru terkena virus atau apa. Saya takut," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Memilukan! Bayi Cacat...
Memilukan! Bayi Cacat di Cirebon Sengaja Dibuang di Sawah
Miris M Rafathar Alami...
Miris M Rafathar Alami Bibir Sumbing hingga Sulit Makan
Memilukan, Bayi di Rokan...
Memilukan, Bayi di Rokan Hulu Ini Lahir Tanpa Tempurung Kepala
Bayi Inses Meninggal...
Bayi Inses Meninggal setelah Dilahirkan, Kondisinya Sangat Memprihatinkan
Zwitsal Bersama Alfamart...
Zwitsal Bersama Alfamart Jaga Kesehatan Kulit 3.000 Bayi Indonesia Melalui ‘4 Langkah AKSI’
Pemulung Temukan Bayi...
Pemulung Temukan Bayi Baru Dillahirkan di Dalam Gorong-gorong
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
43 menit yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
2 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
2 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
2 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
2 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
2 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved