Industri Makanan Skala Menengah Banyak Gunakan Elpiji Bersubsidi

Selasa, 23 Oktober 2018 - 16:30 WIB
Industri Makanan Skala...
Industri Makanan Skala Menengah Banyak Gunakan Elpiji Bersubsidi
A A A
SEMARANG - Sejumlah industri makanan skala menengah di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah kedapatan menggunakan elpiji 3 kg untuk produksi. Penyalahgunaan gas bersubsidi itu, diketahui tim monitoring penggunaan elpiji 3 kg Kabupaten Semarang saat melakukan inspeksi di beberapa industri makanan skala menengah.

Dalam isnpeksi, tim monitoring yang terdiri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Hiswana Migas dan Polres Semarang menemukan 78 tabung elpiji 3 kg yang digunakan beberapa industri makanan skala menengah. Dari 78 tabung 3 kg, sebanyak 76 di antaranya berhasil ditarik dan ditukar dengan 38 tabung elpiji 5,5 kg nonsubsidi.

Kepala Seksi Pengawasan Perdagangan Disperindag Kabupaten Semarang Witri Relawati mengatakan, inspeksi mendadak (sidak) penggunaan elpiji 3 kg dilakukan untuk memberikan efek jera kepada masyarakat mampu agar tidak menyalahgunakan gas bersubsidi. Selain itu, juga untuk mengajak para pelaku usaha skala menengah ke atas untuk menggunakan elpiji nonsubsidi.

"Dalam setiap sidak, kami selalu mengajak para pelaku usaha skala menengah yang masih menggunakan elpiji 3 kg untuk melakukan penukaran tabung ke tabung nonsubsidi. Imbauan tersebut terus kami lakukan agar penggunaan elpiji 3 kg, khususnya di Kabupaten Semarang tepat sasaran," katanya, Selasa (23/10/2018).

Kanit 2 Sat Intelkam Polres Semarang Aiptu Sapto Hermawan menambahkan, dalam sidak ini, Pertamina memberikan trade in (tukar tabung) dengan elpiji 5,5 kg secara gratis. Pertamina memberikan satu tabung elpiji 5,5 kg dengan menukarkan dua tabung 3 kg. "Dalam kegiatan sidak ini, Pertamina sudah memberikan 38 tabung elpiji 5,5 kg dengan menukar 76 tabung 3 kg," ujarnya.

Sementara itu, Unit Manager Communication and CSR MOR IV PT Pertamina (Persero) Andar Titi Lestari menyatakan, dari sidak di Kabupaten Semarang PT Pertamina (Persero) mendapat potensi penghematan kuota elpiji bersubsidi selama satu bulan sejumlah 375 tabung. "Dengan demikian, penyaluran elpiji 3 kg bisa lebih baik dan tepat sasaran," katanya.

Lebih jauh Andar meminta kesadaran para pelaku usaha dan rumah tangga menengah untuk menggunakan gas nonsubsidi agar kuota LPG 3 kg dapat tepat sasaran dan sesuai peruntukannya. "Elpiji 3 kg itu diperuntukan untuk rumah tangga kategori miskin dan UMKM. Jadi warga ekonomi mampu dilarang menggunakan elpiji bersubsidi," ucapnya.
(amm)
Berita Terkait
Pertamina Jamin Pasokan...
Pertamina Jamin Pasokan Elpiji Jateng-DIY Selama Ramadhan dan Lebaran
Pemkab Bangka Tengah...
Pemkab Bangka Tengah Bakal Terbitkan Kartu Kendali Gas Bersubsidi
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Warga Pontianak Berdesakan...
Warga Pontianak Berdesakan di Tengah Pandemi Demi Gas Elpiji
Gubernur Khofifah Pastikan...
Gubernur Khofifah Pastikan Pasokan Elpiji 3 Kilogram di Jatim Aman
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Berita Terkini
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
2 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
3 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
3 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
3 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
3 jam yang lalu
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
3 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved