Kasus Perusakan Restoran Khas Manado, Polisi Periksa Lima Saksi
Jum'at, 19 Oktober 2018 - 11:03 WIB
Kasus Perusakan Restoran Khas Manado, Polisi Periksa Lima Saksi
A
A
A
JAKARTA - Polisi masih terus menyelidiki kasus perusakan restoran khas Manado, RM Abunaken, di Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap kasus ini.
"Saksi-saksi sudah kami periksa, ada lima. Lalu CCTV juga kami periksa," ujar Kapolsek Cempaka Putih Kompol Rosiana kepada wartawan, Jumat (19/10/2018).
Namun sayanganya, rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi tidak begitu jelas gambarnya, sehingga tidak banyak membantu. Di CCTV, hanya tampak puluhan orang tengah bersepeda motor saat kejadian.
Dalam rekaman CCTV itu tidak tampak ada aksi penyerangan dari sekelompok pengendara motor itu. Hanya saja saksi yang telah diperiksa polisi menyebut awalnya ada dua orang melakukan aksi perusakan hingga akhirnya diikuti sejumlah orang lainnya. Usai melakukan perusakan, pelaku langsung kabur.
"Dia (pelaku) menggunakan jaket hijau, menggunakan celana panjang, pakai kaus putih, cirinya tinggal 170-an dan usia 25 tahunan," tuturnya.
Terkait dampak adanya perusakan itu, pemilik rumah makan mengaku mengalami kerugian mencapai Rp10 juta.
Sebelumnya sempat beredar kabar bahwa pelaku perusakan di restoran yang menjual masakan khas Manado itu dilakukan oleh oknum organisasi kemasyarakatan (ormas). Namun sejauh ini polisi belum bisa membuktikan kabar itu dan hingga kini masih terus diselidiki.
"Saksi-saksi sudah kami periksa, ada lima. Lalu CCTV juga kami periksa," ujar Kapolsek Cempaka Putih Kompol Rosiana kepada wartawan, Jumat (19/10/2018).
Namun sayanganya, rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi tidak begitu jelas gambarnya, sehingga tidak banyak membantu. Di CCTV, hanya tampak puluhan orang tengah bersepeda motor saat kejadian.
Dalam rekaman CCTV itu tidak tampak ada aksi penyerangan dari sekelompok pengendara motor itu. Hanya saja saksi yang telah diperiksa polisi menyebut awalnya ada dua orang melakukan aksi perusakan hingga akhirnya diikuti sejumlah orang lainnya. Usai melakukan perusakan, pelaku langsung kabur.
"Dia (pelaku) menggunakan jaket hijau, menggunakan celana panjang, pakai kaus putih, cirinya tinggal 170-an dan usia 25 tahunan," tuturnya.
Terkait dampak adanya perusakan itu, pemilik rumah makan mengaku mengalami kerugian mencapai Rp10 juta.
Sebelumnya sempat beredar kabar bahwa pelaku perusakan di restoran yang menjual masakan khas Manado itu dilakukan oleh oknum organisasi kemasyarakatan (ormas). Namun sejauh ini polisi belum bisa membuktikan kabar itu dan hingga kini masih terus diselidiki.
(thm)