Ratusan Siswa SDIT di Depok Diduga Keracunan Air

Rabu, 17 Oktober 2018 - 18:07 WIB
Ratusan Siswa SDIT di...
Ratusan Siswa SDIT di Depok Diduga Keracunan Air
A A A
DEPOK - Sebanyak 150 siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Pondok Duta, Depok diduga mengalami keracunan. Penyebabnya diduga berasal dari air yang ada di lingkungan sekolah.

Air tersebut diduga terkontaminasi bakteri dan digunakan untuk berwudhu dan cuci tangan oleh siswa. Peristiwa ini terjadi pada Rabu, 10 Oktober 2018 pekan lalu, dari informasi yang didapat banyak siswa yang mengalami diare dan muntah.

Namun gejala tersebut tidak dirasakan bersamaan. Beberapa di antaranya bahkan sampai dilarikan ke rumah sakit. Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya mengatakan, anaknya mengeluh lemas dan pusing.
Kemudian dia memberikan obat tapi tidak sembuh. "Rabu lalu sekitar pukul 01.00 WIB dini hari anak saya muntah. Dua jam kemudian mulai diare terus-terusan tidak berhenti. Saya kasih obat sama oralit saja, tapi enggak sembuh-sembuh berkelanjutan terus sampai Minggu pagi saya bawa ke UGD," katanya pada Rabu (17/10/2018).

Diperkirakan ada 150 siswa yang mengalami keracunan air. "Dua Minggu yang lalu anak saya sudah mengeluh tentang air wudhu yang bau tinja. Saya tanya sudah bilang ke Pak guru, sudah katanya. Saya berpikir pasti pihak sekolah akan ada tindak lanjut karena keluhan anak-anak," ungkapnya.

Setelah kejadian ini, pihak sekolah langsung diberitahu. Dari keterangan pihak sekolah, memang benar saat menerima laporan sekolah langsung mengecek kondisi air. Saat itu memang air agak berbau.

Kemudian sekolah melaporkan ke Dinas Kesehatan Kota Depok untuk diambil contoh air dan dilakukan uji laboratorium. "Kita sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan, kita tidak bisa bilang ini keracunan ataupun apa, karena dinas belum memberikan informasi apa-apa. Kami dilarang mengeluarkan statement apa pun sebelum keluar hasilnya dari dinas," kata Ketua Umum Yayasan SDIT Pondok Duta, Uzman Rizal.

Uzman menuturkan, sekolah sudah memutus sumber air yang biasa digunakan dan tempat penampungan air akan dibersihkan. Dikatakan dia, sumber air di sekolah tersebut ada dua. Pertama dibangun tahun 1991 dan kedua tahun 2017. "Jadi saat ini telah kita alihkan sumber airnya ke air sumber yang baru kemudian pada hari Jumatnya kita pakai sumber air yang baru. Kita tes sudah tidak bau lagi," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
83 Warga Keracunan Usai...
83 Warga Keracunan Usai Hadiri Hajatan di Sukabumi
Sragen Gempar! Usai...
Sragen Gempar! Usai Syukuran, Ratusan Orang dari 2 Desa Keracunan Massal
84 Warga Sukabumi Diduga...
84 Warga Sukabumi Diduga Keracunan Makanan usai Hadiri Resepsi Pernikahan, 2 Masih Dirawat
Jumlah Korban Keracunan...
Jumlah Korban Keracunan Sate Jebred di Garut Bertambah Jadi 53 Orang
Keracunan Makanan, 1...
Keracunan Makanan, 1 Pegawai Rumah Makan Siap Saji Tewas dan 2 Lainnya Kritis
Tanggamus Gempar, Ratusan...
Tanggamus Gempar, Ratusan Warga Keracunan Usai Santap Makanan di Ruman Calon Kepala Pekon
Berita Terkini
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
1 jam yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
2 jam yang lalu
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
3 jam yang lalu
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
3 jam yang lalu
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
4 jam yang lalu
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
4 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved