Proyek Irigasi di Pabuaran Sukamakmur Diduga Tak Sesuai Standar

Rabu, 10 Oktober 2018 - 17:25 WIB
Proyek Irigasi di Pabuaran...
Proyek Irigasi di Pabuaran Sukamakmur Diduga Tak Sesuai Standar
A A A
BOGOR - Sejumlah pihak meragukan kualitas proyek irigasi di Kampung Sukawayahna RT04/05 Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor karena dibangun menggunakan material yang tidak sesuai standar. Untuk pasir misalnya menggunakan pasir yang diambil dari dasar sungai di pinggir proyek irigasi tersebut. (Baca juga: Diduga Kurang Perencanaan Proyek Irigasi di Sukamakmur Tak Kunjung Selesai)
Proyek Irigasi di Pabuaran Sukamakmur Diduga Tak Sesuai Standar

Hal ini disesalkan oleh Wakil Ketua Bidang Kontruksi Kamar Dagang dan Indusri (Kadin) Kabupaten Bogor Ali Hakim. Menurut Ali, pemakaian material untuk suatu bangunan proyek pemerintah tidak boleh sembarangan karena harus melalui uji laboratorium. Untuk proyek irigasi di Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur dia meragukan telah diuji di laboratorium.

"Karena berdasarkan laporan di lapangan yang bekerja saja hanya tiga orang dari 28 orang pekerja. Saya menduga ini tentunya tidak diawasi oleh pihak konsultan dan dari Dinas PUPR. Karenanya dia meragukan kualitas proyek tersebut," kata Ali Hakim kepada SINDOnews, Rabu (10/10/2018).
Proyek Irigasi di Pabuaran Sukamakmur Diduga Tak Sesuai Standar

Ali Hakim mengatakan, hasil dari laboratorium sangat menentukan bisa tidaknya bahan tersebut digunakan untuk konstruksi. Sehingga pengujian di laboratorium harus mutlak dilakukan jika ingin menggunakan bahan atau material di lapangan.

Sebelumnya Kadus II Kecamatan Sukamakmur Baesuni juga meragukan kualitas irigasi yang dibangun di desanya itu. Karenanya dia mewanti wanti agar pekerja yang mengambil pasir di dasar sungai teliti agar tidak tercampur lumpur karena bisa mempengaruhi kualitas proyek. Karena dia mendengar ada sejumlah proyek irigasi di Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor yang dibangun tahun anggaran 2017 yang telah rusak.

"Tolong mang pasirnya dipisahkan lagi jangan tercampur lumpur ya," kata Baesuni saat meninjau proyek irigasi di Kampung Sukawayahna RT04/05 Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Senin 8 Oktober 2018.

Sementara Sekretaris DPC Asosiasi Kontraktor Nasional (Askonas) Jonarudin Syah mengatakan, menyayangkan pemakaian pasir yang tidak sesuai standar untuk proyek senilai Rp1 miliar lebih.

"Seharusnya untuk proyek senilai Rp1 miliar lebih tidak boleh sembarangan menggunakan bahan material dan harus dibeli di toko bangunan," kata Jonarudin.

Karenanya dia menduga hal ini akibat kurangnya pengawasan dari konsultan pengawas dan UPT Pengairan. "Kalau sudah begini kemungkinan tidak ada laporan progres ke PPK," timpalnya.

Sebelumnya Ade Umay Kepala Rombongan Pekerja PT Surya Tunas Marsada mengakui jika pasir yang dipakai memang diambil dari dasar sungai di pinggir saluran irigasi tersebut. "Ya kita memang pakai pasir tersebut sementara karena pasir dari material belum datang," ungkap Ade Umay, kepada SINDOnews, Selasa (9/10/2018).

Terpisah Kasi Perencanaan Pengairan Evaluasi Irigasi dan Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Bogor Sukiswanto mengatakan, pihaknya akan menindak lanjuti laporan penggunaan material pasir yang diambil dari dasar sungai dipinggir proyek tersebut.

"Terima kasih laporannya kita akan tindaklanjuti, terutama soal pemakaian material pasirnya. Kalau soal teknis pelaksanaan di lapangan yaa bisa ditanya ke pengawas di lapangan," kata Sukiswanto, dalam pesan WhatsApp, Selasa 9 Oktober 2018.

Sebelumnya proyek irigasi di Desa Pabuaran Sukamakmur yang dikerjakan mulai 23 April 2018 ini belum juga terselesaikan. Padahal menurut plang papan proyek, pembangunan irigasi yang dibiayai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2018 senilai Rp1.049.587.100 ini waktu pengerjaannya hanya 120 hari. Proyek ini molor karena diduga kurangnya perencanaan proyek oleh instansi terkait.
(sms)
Berita Terkait
Dibiarkan Mangkrak,...
Dibiarkan Mangkrak, Bangunan Sekolah Eks Regrouping di Gunungkidul Rusak dan Ditumbuhi Belukar
Proyek Ambisius Kota...
Proyek Ambisius Kota Dunia Senilai Rp77,5 T Terancam Gagal
Proyek Food Estate Mangkrak,...
Proyek Food Estate Mangkrak, Anggaran Rp108 T Mending Buat Subsidi Pupuk
Mangkrak 17 Tahun, Kelanjutan...
Mangkrak 17 Tahun, Kelanjutan Pelabuhan Adikarto Kulonprogo Butuh Sinkronisasi
Proyek Jalan Tol Mangkrak...
Proyek Jalan Tol Mangkrak Puluhan Tahun, Jokowi Sentil Soal Ego Sektoral
Anggaran Terbatas, Ini...
Anggaran Terbatas, Ini Siasat KemenPU Agar Proyek Tol Tidak Mangkrak
Berita Terkini
BMKG: Peringatan Dini...
BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Filipina Berakhir
30 menit yang lalu
Tsunami Tercatat di...
Tsunami Tercatat di 9 Wilayah Indonesia Pascagempa M7,7 di Filipina
1 jam yang lalu
Gempa M7,7 Filipina...
Gempa M7,7 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, BMKG: Tidak Masuk Zona Megathrust
1 jam yang lalu
10 Sampel DNA Keluarga...
10 Sampel DNA Keluarga Korban Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Dikirim ke Puslabfor
1 jam yang lalu
Tsunami Terjadi di 3...
Tsunami Terjadi di 3 Wilayah Indonesia Pascagempa 7,7 di Filipina, BMKG: Ketinggian 9-18 Cm
1 jam yang lalu
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
2 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved