Berdalih Jemput Sodara, Warga Jember Bawa Kabur Mobil Ibu Kos
Minggu, 30 September 2018 - 18:30 WIB
Berdalih Jemput Sodara, Warga Jember Bawa Kabur Mobil Ibu Kos
A
A
A
SLEMAN - Masyarakat perlu berhati-hari dan tidak mudah percaya terhadap orang yang baru dikenal. Apalagi jika orang tersebut meminjam kendaraan bermotor. Meski merasa akrab, tapi tidak jarang kendaraan yang dipinjam malah dibawa kabur.
Ini yang dialami warga Jetis, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Winarsih. Ia kehilangan mobil Kijang Kapsul bernomor polisi AD 8144 PA setelah dipinjam AP, warga Jember, Jawa Timur, Senin (24/9/2018). AP dan istrinya, SW baru kos di rumah Sri Winarsih awal September lalu. Kejadian ini lalu dilaporkan Sri Winarsih ke Polsek Kalasan.
Kapolsek Kalasan Kompol Partono mengatakan Sri Winarsih awalnya tidak curiga menerima AP dan istrinya SW kos di tempatnya. Termasuk ketika AP akan meminjang mobil dengan alasan untuk mejemput saudaranya di
Bandara Adisutjipto.
"Sri Winarsih baru curiga saat selang satu jam istri AP, SW juga pergi meninggalkan rumah itu dengan membawa barang-barang," kata Partono, Minggu (30/9/2018).
Benar juga setelah mengecek kamar AP dan SW, ternyata sudah dalam keadaan kosong. Sadar menjadi korban penipuan, Sri Winarsih kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polsek Kalasan. "Mendapat laporan kami langsung melakukan penyelidikan, selain dengan mendatangi tempat kajadian juga dengan memeriksa beberapa saksi," katanya.
Atas kejadian ini, warga yang memiliiki kos diminta lebih berhati-hati saat menerima penyewa kos. Selain harus meminta identitas juga harus melaporkan kepada pengurus RT setempat.
Ini yang dialami warga Jetis, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Winarsih. Ia kehilangan mobil Kijang Kapsul bernomor polisi AD 8144 PA setelah dipinjam AP, warga Jember, Jawa Timur, Senin (24/9/2018). AP dan istrinya, SW baru kos di rumah Sri Winarsih awal September lalu. Kejadian ini lalu dilaporkan Sri Winarsih ke Polsek Kalasan.
Kapolsek Kalasan Kompol Partono mengatakan Sri Winarsih awalnya tidak curiga menerima AP dan istrinya SW kos di tempatnya. Termasuk ketika AP akan meminjang mobil dengan alasan untuk mejemput saudaranya di
Bandara Adisutjipto.
"Sri Winarsih baru curiga saat selang satu jam istri AP, SW juga pergi meninggalkan rumah itu dengan membawa barang-barang," kata Partono, Minggu (30/9/2018).
Benar juga setelah mengecek kamar AP dan SW, ternyata sudah dalam keadaan kosong. Sadar menjadi korban penipuan, Sri Winarsih kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polsek Kalasan. "Mendapat laporan kami langsung melakukan penyelidikan, selain dengan mendatangi tempat kajadian juga dengan memeriksa beberapa saksi," katanya.
Atas kejadian ini, warga yang memiliiki kos diminta lebih berhati-hati saat menerima penyewa kos. Selain harus meminta identitas juga harus melaporkan kepada pengurus RT setempat.
(amm)