Kisah Karomah Syekh Muhammad Sholeh

Sabtu, 23 Juni 2018 - 05:00 WIB
Kisah Karomah Syekh...
Kisah Karomah Syekh Muhammad Sholeh
A A A
Syekh Muhammad Sholeh bin Abdurrahman adalah seorang ulama penyebar agama Islam di Kawasan Pantai Utara Banten. Syekh Muhammad Sholeh sebelumnya adalah santri dari Sunan Ampel.
Setelah menimba ilmu dari Sunan Ampel dia kemudian menimba ilmu dari Sunan Gunung Jati (ayahanda dari Sultan Hasanudin) atau Sultan Syarif Hidayatullah yang pada masa itu menjadi penguasa Cirebon.

Setelah menimba ilmu dari Sunan Gunung Jati lalu Syekh Muhammad Sholeh diperintahkan oleh gurunya untuk berdakwah sambil mencari putranya Maulana Hasanudin yang pergi ke Banten dan sudah lama tidak kembali ke Cirebon.

Kala itu Banten masih beragama Hindu dan masih dibawah kekuasaan Kerajaan Pajajaran yang dipimpin oleh Prabu Pucuk Ulum dengan pusat pemerintahannya berada di Banten Girang.

Akhirnya Syekh Muhammad Sholeh pun bertemu Maulana Hasanudin di Gunung Lempuyang dekat Kampung Merapit, Desa Ukir Sari, Kecamatan Bojonegara. Setelah bertemu, Maulana Hasanudin menolak untuk segera kembali ke Cirebon karena merasa terpanggil untuk mengislamkan tatar Banten yang masih banyak memeluk Agama Hindu.

Syekh Muhammad Sholeh pun akhirnya menetap di Gunung Santri yang merupakan salah satu bukit dan nama kampung di Desa Bojonegara, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang dan mulai berdakwah menemani Sultan Hasanuddin.

Maulana Hasanudin pun kemudian mengangkat Syekh Muhammad Sholeh untuk menjadi pengawal sekaligus penasehat dengan julukan “Cili Kored” karena berhasil dengan pertanian dengan mengelola sawah untuk hidup sehari-hari dengan julukan sawah si derup yang berada di Blok Beji.

Namun Syiar Islam yang dilakukan Maulana Hasanudin mendapat tantangan dari Prabu Pucuk Umun sang penguasa kala itu, yang semakin kehilangan pengaruh akibat masuknya ajaran Islam.

Karena berhasil menyebarkan agama Islam di Banten sampai bagian Selatan Gunung Pulosari (Gunung Karang) dan Pulau Panaitan Ujung Kulon. Prabu Pucuk Umun pun menantang Maulana Hasanudin untuk bertarung dengan cara mengadu ayam jago dan sebagai taruhannya jika kalah akan dipotong lehernya. Tantangan Prabu Pucuk Umun lalu diterima Maulana Hasanudin.

Setelah Maulana Hasanudin bermusyawarah dengan pengawalnya Syekh Muhamad Soleh, akhirnya disepakati yang akan bertarung melawan Prabu Pucuk Umun adalah Syekh Muhamad Sholeh yang bisa menyerupai bentuk ayam jago seperti halnya ayam jago biasa. Hal ini terjadi karena kekuasaan Allah SWT.

Pertarungan dua ayam jago tersebut berlangsung seru namun akhirnya ayam jago milik Maulana Hasanuddin yang memenangkan pertarungan dan membawa ayam jago tersebut kerumahnya.

Ayam jago tersebut berubah menjadi sosok Syekh Muhammad Sholeh sekembalinya di rumah Sultan Maulana Hasanudin. Akibat kekalahan adu ayam jago tersebut Prabu Pucuk Umun pun tidak terima dan mengajak berperang Sultan Maulana Hasanudin. Namun akhirnya pasukan Prabu Pucuk Umun pun dapat dikalahkan dalam perperangan dan mundur ke selatan bersembunyi di pedalaman Rangkas yang sekarang dikenal dengan Suku Baduy.

Setelah selesai mengemban tugas dari Sultan Maulana Hasanudin, Syekh Muhammad Sholeh pun kembali ke kediamannya di Gunung santri dan melanjutkan aktifitasnya sebagai mubaligh dan menyiarkan agama Islam kembali.

Syekh Muhammad Sholeh wafat pada usia 76 tahun dan berpesan kepada santrinya jika wafat dimakamkan di Gunung Santri. Di dekat makan beliau terdapat pengawal sekaligus santri Syekh Muhammad Sholeh yaitu makam Malik, Isroil, Ali dan Akbar yang setia menemani Syekh dalam meyiarkan agama Islam. Syekh Muhammad Sholeh wafat pada tahun 1550 Hijriah/958 M.

Jalan menuju makam Waliyullah tersebut mencapai kemiringan 70-75 Derajat sehingga membutuhkan stamina yang prima untuk mencapai tujuan jika akan berziarah. Jarak tempuh dari Tol Cilegon Timur 6 Km kearah Utara Bojonegara, jika dari Kota Cilegon melalui jalan Eks Matahari lama sekarang menjadi gedung Cilegon Trade Center 7 KM kearah utara Bojonegara.

Sumber :

- Buku Gunung Santri Objek Wisata Religius
- Bantensurvival.blogspot- Ramaloka.com
(sms)
Berita Terkait
Ratu Zaleha, Cucu Pangeran...
Ratu Zaleha, Cucu Pangeran Antasari yang Tangguh Melawan Belanda
Sejarah Baturusa, Tempat...
Sejarah Baturusa, Tempat Rusa Melahirkan Anak di Tengah Laut Mandailing Natal
Raden Sungging, Bangkit...
Raden Sungging, Bangkit dari Kubur Setelah Dibunuh Belanda dan Makamnya Dijaga Sepekan
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan...
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan Puluhan Buaya saat Menuju Demak
Pertarungan Pangeran...
Pertarungan Pangeran Purbaya Melawan Pasingsingan dan Berdirinya Masjid di Kalisoka
Syekh Maulana Muhammad...
Syekh Maulana Muhammad Asnawi, Tokoh Awal Penyebar Islam di Kebumen
Berita Terkini
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
5 jam yang lalu
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
5 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
7 jam yang lalu
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
7 jam yang lalu
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
8 jam yang lalu
Muscab PPP se-Papua...
Muscab PPP se-Papua Tengah, Mardiono Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Sejahterakan Rakyat
8 jam yang lalu
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved