Tersenyum karena Banjir Pesanan, Pusing Tolak Order Baru

Kamis, 24 Mei 2018 - 15:08 WIB
Tersenyum karena Banjir...
Tersenyum karena Banjir Pesanan, Pusing Tolak Order Baru
A A A
MOJOKERTO - Ramadhan menjadi bulan baik bagi perajin songkok di Desa Mengelo, Kecamatan Sooko,Mojokerto. Inilah satu-satunya bulan menjadi ladang mencari untung.

Tak sibuk memasarkan produk yang mereka buat, sebaliknya mereka hanya menunggu pemesan yang datang ke lapak. Toh dengan begitu, sebanyak apapun songkok yang diproduksi, dipastikan bakal berpindah tangan alias laku.

Ahmad Dimyati, salah satu perajin songkok yang kini bisa tersenyum lebar lantaran banjir order. Sejak dua pekan sebelum Ramadhan, pesanan dari berbagai daerah mulai berdatangan.

Ia pun mulai pasang kuda-kuda untuk mengatur strategi produksi. Mengaca Ramadhan tahun-tahun sebelumnya, Dimyati selalu mengalami kesulitan memenuhi pesanan pelanggaran lama maupun baru. Sejatinya, ia tak ingin menyerah karena kondisi tak mampu memenuhi semua kebutuhan pemesan.

Ramadhan kali ini, penjualan Songkok buatan Dimyati sudah melonjak lima kali lipat dibanding hari biasanya. Dalam kondisi normal, hanya bisa menjual 20 kodi setiap pekannya.

Kali ini, angka penjualannya sudah mencapai 100 kodi lebih per pekan. Angka itu, menurutnya, sebenarnya masih bisa dinaikkan jika masalah produksi bisa diatasi. ”Padahal saya sudah nambah karyawan 10 orang dan membagi pekerjaan ke banyak tetangga,” ujarnya.

Ia sudah mengaku angkat tangan dengan pesanan baru. Menurut Dimyati, dengan pesanan yang sudah masuk saja, ternyatamasih kelimpungan untuk memenuhi target produksi.

Belum lagi banyak pembeli secara eceran di lapaknya yang bisa mengurangi target produksi. Kondisi seperti ini, lanjut Dimyati, dialami setiap musim Lebaran.

”Senang karena semua barang laku. Susahnya pas menolak pembeli. Kadang kita kasihan. Tapi mau bagaimana lagi, jika dipaksa kita terima, justru kami kesulitan memroduksinya,” tukasnya.

Bagi perajin songkok di Mengelo, Ramadhan dikenal sebagai bulan anti-tak laku. Semua jenis songkok, selalu laku di pasaran. Meski diakuinya, setiap Lebaran ada produk khusus yang memang laku keras lantaran booming atau sedang mengikuti tren. Ia selalu menyiapkan desain baru ketika menyambut Ramadlan. ”Apapun laku. Dan barang kita selalu habis kalau menjelang Lebaran seperti ini,” tukasnya.

Saat ini, lebih dari 30 jenis songkok dibuat Dimyati dengan dibantu puluhan karyawannya. Banyaknya varian produk itu harga pun dipatok mulai Rp50.000 hingga Rp80.000 per kodi atau 20 biji. Dan musim Lebaran seperti saat ini, harga bisa ia naikkan lantaran banyaknya permintaan.

Menekuni usaha ini sejak 1998, kini produk Dimyati telah tersebar di seluruh Nusantara. Bahkan, menurutnya, banyak reseller yang menjual produknya ke luar negeri.

Dia sendiri, mengaku masih belum bisa menjangkau pasar internasional. Diakuinya, produk songkok buatannya lebih banyak masuk ke pusat-pusat grosir baik di Surabaya, Solo, maupun Jakarta. ”Luar jawa juga banyak pembeli,” tukas Dimyati.

Ramadhan seperti ini, juga ada fenomena pasar yang unik. Menurut Dimyati, selalu ada merek baru yang muncul bersaing. ”Mungkin memang karena setiap tahunnya permintaan songkok terus meningkat, sehingga banyak pemain baru,” pungkasnya.
(vhs)
Berita Terkait
Mencoba Peruntungan...
Mencoba Peruntungan Baru, Alya Nurshabrina Luncurkan Fall Into Place
Hasil CPNS 2018 Bermasalah,...
Hasil CPNS 2018 Bermasalah, Puluhan Pencari Kerja Geruduk Pemkab Raja Ampat
Jalani 12 Adegan Rekonstruksi,...
Jalani 12 Adegan Rekonstruksi, Begini Kesadisan Geng Akatsuki 2018
Pemprov Revisi RPMJD...
Pemprov Revisi RPMJD Sulsel Tahun 2018-2023
Bareskrim Tetapkan Tersangka...
Bareskrim Tetapkan Tersangka Proyek Venue Asian Games 2018
Terungkap, Israel Pernah...
Terungkap, Israel Pernah Coba Bunuh Soleimani pada 2018
Berita Terkini
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
2 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
2 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
2 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
3 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
3 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
3 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved