Hasil CPNS 2018 Bermasalah, Puluhan Pencari Kerja Geruduk Pemkab Raja Ampat
Selasa, 20 Oktober 2020 - 05:42 WIB
loading...
Puluhan pencari kerja meluruk Kantor Bupati Raja Ampat karena merasa tidak puas dengan pengumuman hasil CPNS formasi 2018.
A
A
A
RAJA AMPAT - Puluhan pencari kerja (Pencaker) Orang Asli Papua Raja Ampat (OAP-R4) geruduk kantor Bupati Raja Ampat, Papua Barat, Senin (19/10/2020). Mereka tidak puas atas pengumuman hasil tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2018.
Kedatangan pencaker ini hendak menemui Sekda Kabupaten Raja Ampat Dr Yusuf Salim selaku Ketua Tim Panitia Seleksi Daerah (Panselda) CPNS formasi 2018. Para pencaker ini juga meminta kepastian sekaligus transparansi atas hasil tes CPNS formasi 2018 beberapa waktu yang lalu melalui website resmi BKN.
Namun, kedatangan pencaker di kantor Bupati gagal bertemu orang yang dimaksud. Mereka bertemu staf yang memberikan informasi jika Sekda masih dalam perjalanan menuju kantor.
(Baca juga: Kepala SMA di Belitung Timur Positif COVID 19, Diduga Tertular Suami )
Aksi pencaker berlanjut hingga masuk ke dalam ruang lobi kantor Bupati. Mereka membawa pengeras suara meminta aparat kepolisian dapat memfasilitasi bertemu Sekda. Sambil menanti kedatangan Sekda beberapa pencari kerja sempat membuat suasana riuh. Beberapa orang sempat menghancurkan buah lemon hingga berserakan di lantai ruang lobi kantor Bupati.
Menghamburkan buah lemon tersebut saat ini menjadi tren di tengah-tengah masyarakat Raja Ampat sebagai tanda bahwa seseorang dianggap tidak dapat dipercaya.
Kedatangan pencaker ini hendak menemui Sekda Kabupaten Raja Ampat Dr Yusuf Salim selaku Ketua Tim Panitia Seleksi Daerah (Panselda) CPNS formasi 2018. Para pencaker ini juga meminta kepastian sekaligus transparansi atas hasil tes CPNS formasi 2018 beberapa waktu yang lalu melalui website resmi BKN.
Namun, kedatangan pencaker di kantor Bupati gagal bertemu orang yang dimaksud. Mereka bertemu staf yang memberikan informasi jika Sekda masih dalam perjalanan menuju kantor.
(Baca juga: Kepala SMA di Belitung Timur Positif COVID 19, Diduga Tertular Suami )
Aksi pencaker berlanjut hingga masuk ke dalam ruang lobi kantor Bupati. Mereka membawa pengeras suara meminta aparat kepolisian dapat memfasilitasi bertemu Sekda. Sambil menanti kedatangan Sekda beberapa pencari kerja sempat membuat suasana riuh. Beberapa orang sempat menghancurkan buah lemon hingga berserakan di lantai ruang lobi kantor Bupati.
Menghamburkan buah lemon tersebut saat ini menjadi tren di tengah-tengah masyarakat Raja Ampat sebagai tanda bahwa seseorang dianggap tidak dapat dipercaya.
Lihat Juga :