Penolakan Makam Teroris, Risma Menunggu Fatwa MUI

Jum'at, 18 Mei 2018 - 14:49 WIB
Penolakan Makam Teroris,...
Penolakan Makam Teroris, Risma Menunggu Fatwa MUI
A A A
SURABAYA - Penolakan pemakaman teroris di Kota Pahlawan, Surabaya masih terus menimbulkan polemik. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menunggu keputusan dan fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) soal pemakaman terduga teroris yang ditolak warganya.

Di berbagai sudut kota, aksi penolakan warga diwujudkan dengan berbagai cara, mulai memasang spanduk-spanduk kecaman hingga penutupan liang lahat jenazah. Mereka tak mau jenazah teroris dimakamkan di Surabaya.

Sejak Kamis (17/5/2018) sore, warga menutup tujuh liang lahat jenazah teroris yang hendak dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jarak, Jalan Putat Jaya, Surabaya.

Penolakan itu dikarenakan warga mengecam keras aksi tindakan bom bunuh diri. Selain itu, tidak ada satu pun keluarga atau kerabat yang datang saat jenazah hendak dimakamkan.

Tri Rismaharini memahami penolakan yang dilakukan warganya. Dia pun langsung koordinasi dan komunikasi bersama MUI. Risma mengirim surat kepada MUI meminta solusi atau pun fatwa soal penolakan pemakana itu.“Kita tunggu hasil Fatwa MUI seperti apa, sehingga nantinya mudah untuk menjelaskan kepada warga,” ujar Risma ketika ditemui di Gedung Convention hall Arief Rahman Hakim, Jumat (18/5/2018).

Langkah ini, kata dia, merupakan alternatif satu-satunya untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Dirinya pun tidak berani mengambil keputusan saat memperoleh informasi tersebu.“Saya tidak berani mengambil keputusan karena takut menimbulkan gesekan yang semakin besar dengan masyarakat. Masalah satu belum selesai terus ada gesekan dengan warga. Jangan sampai itu terjadi dan Itu berat bagi saya,” ungkapnya.

Sampai saat ini, Risma masih menunggu hasil fatwa MUI yang akan dikeluarkan. “Ya kita menunggu fatwanya seperti apa karena ada beberapa warga yang menolak aksi bom bunuh diri ini,” ujar wali kota perempuan pertama di Surabaya itu.

Risma juga sedih dengan aksi bom bunuh diri yang juga berdampak pada perekonomian kota. Saat ini, roda perekonomian di Kota Surabaya sedang mengalami penurunan. “Ya agak turun tapi mudah-mudahan cepat normal kembali,” katanya.
(vhs)
Berita Terkait
Momen Haru Anak Polisi...
Momen Haru Anak Polisi Korban Bom Surabaya Lolos Jadi Polwan
Protokol Kesehatan di...
Protokol Kesehatan di Berbagai Tempat Ditetapkan dengan Ketat
Perindo Surabaya Apresiasi...
Perindo Surabaya Apresiasi Intervensi Pemkot Terhadap Keluarga Chintya
Pemkot Surabaya Kembali...
Pemkot Surabaya Kembali Perketat 19 Pos Masuk Surabaya
Pemkot Surabaya Sukses...
Pemkot Surabaya Sukses Gelar Kembali Parade Surabaya Juang
Ketua KIPP Diteror,...
Ketua KIPP Diteror, Ancaman dan Kepala Kambing Hitam di Teras Rumah
Berita Terkini
154 Warga Terjangkit...
154 Warga Terjangkit ISPA Imbas Kebakaran TPA Jatiwaringin, Mayoritas Balita-Ibu Hamil
7 jam yang lalu
UMKM Binaan Astra Tembus...
UMKM Binaan Astra Tembus ke Luar Negeri, Omzet Petani Naik Jadi Rp11,9 Miliar
7 jam yang lalu
Anggota DPRD Jakarta...
Anggota DPRD Jakarta Sebut Flyover Latumenten Bisa Kurangi Macet 40%
8 jam yang lalu
Sisir TKP Kasus Penganiayaan,...
Sisir TKP Kasus Penganiayaan, Polda Jabar Ungkap Taufik Hidayat Pukul YTR dengan Helm dan Besi
9 jam yang lalu
FKM UI Gelar Pelatihan...
FKM UI Gelar Pelatihan K3 dan Kesiapsiagaan Kebakaran untuk Guru SMPN 107 Jakarta
9 jam yang lalu
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun Tanggul 1,48 Kilometer di Kali Grogol Kemanggisan
10 jam yang lalu
Infografis
Fatwa MUI: Salam Lintas...
Fatwa MUI: Salam Lintas Agama Bukanlah Makna Toleransi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved