Nasib 12 Anggota DPRD Blitar Tunggu Gelar Perkara Polda Jatim

Kamis, 01 Februari 2018 - 19:25 WIB
Nasib 12 Anggota DPRD...
Nasib 12 Anggota DPRD Blitar Tunggu Gelar Perkara Polda Jatim
A A A
BLITAR - Kasus dugaan korupsi dana KONI yang menyeret 12 anggota DPRD Kabupaten Blitar dibawa ke Polda Jawa Timur (Jatim). Dalam gelar perkara di Polda Jatim nasib 12 orang anggota dewan akan diputuskan.

"Iya (gelar perkara di Polda Jatim)," ujar Kapolres Blitar AKBP Slamet Waloya, Kamis (1/2/2018).

Dalam kasus korupsi KONI Kabupaten Blitar polisi telah menetapkan dua orang sebagai tersangka, yakni Ketua KONI Dwi Wahyu Hadi dan Bendahara KONI Mohammad Arifin. Bahkan Arifin telah dijatuhi vonis 1 tahun penjara. Keduanya terbukti merugikan keuangan negara sebesar Rp972.438.000.

Mereka melakukan mark up dana terkait pengiriman atlet acara Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur Tahun 2015. Dalam sidang di tipikor, kedua terdakwa mengatakan ada dana korupsi yang mengalir ke 12 anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar. Menurut Slamet, pihaknya (polres Blitar) diperintahkan Polda Jatim untuk menggelar perkara di sana.

Tujuannya untuk mendapat masukan hukum sebelum pengambilan langkah berikutnya. "Kita diminta gelar perkara di Polda. Untuk mendapatkan masukan hukum terhadap kasus tersebut," terangnya.

Sebelumnya aktivis Komite Rakyat Pemberantas Korupsi (KRPK) melaporkan 12 anggota DPRD ke Polres Blitar.Jaringan Indonesia Corruption Watch (ICW) Provinsi Jawa Timur itu mendesak polisi segera menangkap ke 12 anggota dewan.

Aksi ramai ramai mengembalikan dana KONI Rp50 juta ke polisi sudah membuktikan mereka (12 dewan) turut menikmati aliran dana korupsi. "Kita meminta polisi segera menangkap ke 12 anggota dewan yang turut menikmati dana korupsi KONI," tegas Koordinator KRPK Moh Triyanto.

Triyanto menilai polisi tidak fair dalam menuntaskan kasus korupsi KONI. Selama ini dia menangkap kesan tebang pilih dan berbelit belit. Kendati sama sama mengembalikan dana, Ketua dan Bendahara KONI tetap dijebloskan ke dalam penjara.

"Sementara 12 anggota dewan hingga kini tetap dibiarkan. Mereka masih juga berstatus saksi. Apa bedanya?," tanya Triyanto.
(rhs)
Berita Terkait
Tambahan Positif COVID-19...
Tambahan Positif COVID-19 Kabupaten Blitar Tertinggi di Jawa Timur
Waduh! Kasus Kematian...
Waduh! Kasus Kematian COVID-19 di Blitar Lampaui Jawa Timur
Pemkot Blitar Putus...
Pemkot Blitar Putus Ratusan Tenaga Outsourcing secara Mendadak
Berantas Praktik Korupsi,...
Berantas Praktik Korupsi, Pemkab Malang Lampaui Target MCP KPK
Pertama di Jawa Timur,...
Pertama di Jawa Timur, Bank Jatim Bersama RSUD Srengat Launching Bring Hardja
Wakil Bupati Blitar:...
Wakil Bupati Blitar: Mulai Sekarang Hilangkan Praktik Bagi-bagi Proyek
Berita Terkini
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
42 menit yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
1 jam yang lalu
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
2 jam yang lalu
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
2 jam yang lalu
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
3 jam yang lalu
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
3 jam yang lalu
Infografis
Ini Rincian Gaji Anggota...
Ini Rincian Gaji Anggota DPR Jadi Rp65,5 Juta usai Pemangkasan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved