Kasus Kekerasan Anak di Sleman Tinggi

Rabu, 31 Januari 2018 - 17:06 WIB
Kasus Kekerasan Anak...
Kasus Kekerasan Anak di Sleman Tinggi
A A A
SLEMAN - Kasus kekerasan anak di Sleman, DIY, ternyata cukup tinggi. Dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak pengendalian penduduk dan keluarga berencana (P3AP2KB) Sleman mencatat pada tahun 2017 terjadi 175 kasus. Dari jumlah ini 54 masuk ranah hukum, 43 korban dan 11 pelaku.

Padahal Sleman telah mencanangkan sebagai kabupaten layak anak (KLA). Untuk itu, berbagai langkah terus dilakukan pemkab Sleman guna menekan kasus tersebut.

Kepala Dinas P3AP2KB Sleman Mafilindati Nuraini mengaku prihatin dengan data tersebut. Untuk mencegah dan mengantisipasi kejadian ini, selain dengan edukasi dan pembinaan juga harus ada perhatian lebih serius dari semua komponen yang ada. Baik pemerintah, pemangku kepentingan dan stakeholder.

“Penanganan masalah ini memerlukan langkah konkrit,” kata Linda panggilan Mafilindati Nuraini usai fokus group discussion (FGD) tentang penyusunan peraturan Bupati (perbup) Sleman tentang kabupaten layak anak di Aula Dinas P3AP2KB Sleman, Rabu (31/1/2018).

Linda menjelaskan, untuk masalah ini Pemkab Sleman berkomitmen dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak. Selain membentuk gugus tugas kabupaten layak anak (KLA) dan peraturan daerah (Perda) No 18/2013 tentang penyelenggaraan perlindungan anak.

Juga dengan memberikan pelatihan dan pembinaan serta sosialisasi. Termasuk memberikan informasi dan pemahaman kepada para pemangku kebijakan yang berhubungan dengan anak.

“Selain memberikan jaminan terpenuhi hak anak. Hal ini juga sebagai pijakan bagi mereka untuk mewujudkan cita-cita,” paparnya.

Komitmen ini juga diteguhkan dengan dicanangkannya Sleman menuju Kabupaten Layak Anak (KLA). Dimana untuk KLA, selain membentuk gugus tugas kabupaten, juga kecamatan dan desa, termasuk forum Anak Sleman (Forans), pusat informasi dan konseling remaja (PIKR) serta satgas perlindungan anak.

“Untuk menciptakan anak yang sejahtera, pemkab juga sudah membuat kebijakan setiap anak yang lahir harus sehat, cerdas dan berkualitas. Sebab untuk menjadi anak yang sejahtera, maka harus sehat baik fisik maupun psikis," tandas mantan kepala dinas kesehatan (Dinkes) Sleman itu.

Langkah lainnya yaitu, dengan membentuk pusat pembelajaran keluarga (Puspaga). Dimana dalam Puspaga ini akan memberikan layanan aktif dan pasif serta konsultasi pengasuhan yang diampu oleh psikolog. Termasuk juga menyediakan layanan inovasi bagi keluarga paskaperceraian.

Kasubbbag Perundang-undangan Bagian Hukum Pemkab Sleman Hendra Adi mengatakan, selain untuk mengoptimalkan pelaksanaan perda perlindungan anak, adanya perbup ini juga diharapkan dapat menekan kasus kekerasan anak di Sleman.

“Karena itu FGD ini untuk mencari masukan terhadap rancangan perbup KLA,” ungkapnya.
(rhs)
Berita Terkait
Pemkab Bangka Tengah...
Pemkab Bangka Tengah Raih Penghargaan KLA Tingkat Madya Ketiga Berturut
KemenPPPA: Tak Satu...
KemenPPPA: Tak Satu pun Daerah di Indonesia Kota Layak Anak
DP3A Luwu Cegah Tindak...
DP3A Luwu Cegah Tindak Kekerasan Perempuan dan Anak
Gowa Optimistis Kembali...
Gowa Optimistis Kembali Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak
Meski Kasus Kekerasan...
Meski Kasus Kekerasan Capai 76, Kota Bekasi Dapat Predikat Nindya Layak Anak
SOP Penanganan Korban...
SOP Penanganan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak Mendesak
Berita Terkini
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
24 menit yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalteng Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
41 menit yang lalu
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
7 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
7 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
7 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
8 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved