Korban Tewas Minuman Oplosan Bertambah Jadi Sembilan Orang

Senin, 08 Januari 2018 - 20:53 WIB
Korban Tewas Minuman...
Korban Tewas Minuman Oplosan Bertambah Jadi Sembilan Orang
A A A
CIMAHI - Korban pesta minuman keras oplosan buruh pabrik celup di Jalan Industri, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), bertambah satu sehingga total menjadi sembilan orang. Korban bertambah setelah satu dari tiga korban yang mendapat perawatan intensif di rumah sakit menghembuskan napas terakhir Minggu 7 Januari 2018 malam.

"Jumlah total korban yang meninggal akibat minuman oplosan itu jadi sembilan orang setelah pada Minggu malam ada seorang lagi yang meninggal," kata Kapolres Cimahi, AKBP Rusdy Pramana Suryanagara di Polres Cimahi, Senin (8/1/2018).

Korban tewas berinisial W alias Wakwaw (19), warga Kampung Pasir Astana, Desa Cangkorah, Batujajar, dan A (19) warga Tasikmalaya, tewas Sabtu 6 Januari 2018. Sedangkan AI (20), warga Cimerang; MY (19), Cimerang; MA (21), warga Cijeunjing; WW alias Carli (18); YD (20), warga Cimerang; dan UW (19), tewas Minggu 7 Januari 2018. Sedangkan korban terakhir berinisial Z (21), warga Cimerang.

Rusdy mengatakan, minuman oplosan yang ditenggak para korban bukan termasuk golongan minuman keras karena tidak terdapat kandungan miras di dalamnya. Akan tetapi minuman yang diracik itu lebih berbahaya dari minuman keras karena kandungan kimia yang dipakainya adalah bahan-bahan untuk industri.

"Bahan-bahannya dari alkohol, Na2S203 (hydro), H202 (peroksida), NaCLO (byclin), NaOH (caustyc), dan scopinos (sabun) yang dicampurkan. Itu jelas berbahaya karena bahan itu digunakan untuk membersihkan mesin," tuturnya.

Dia menambahkan, para korban tewas merupakan karyawan satu pabrik. Bahan-bahan kimia tersebut mereka dapatkan dari dalam pabrik lalu diracik di warung di pinggir pabrik tersebut. Hasil minuman yang diracik itu jumlahnya hampir setengah galon dan yang memicu reaksi ke tubuh karena campuran energy drink-nya.

Dua korban yang masih dirawat secara intensif di rumah sakit, Dan (20), warga Cimerang dan (Sh) 20, warga Cijeungjing Kertamulya, sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Ditanya mengenai kejadian itu, mereka tak bisa banyak berbicara.

Dan hanya menyebutkan pada saat pesta minuman ada lebih dari 10 orang yang ikut. "Kalau minum enggak ada yang ngajak karena memang kami semua ingin minum," ucapnya seraya menambahkan merasakan sakit setelah dua hari minum.
(wib)
Berita Terkait
Miras Oplosan Tewaskan...
Miras Oplosan Tewaskan Sembilan Orang di Jepara
Polisi Dalami Kasus...
Polisi Dalami Kasus Miras Oplosan yang Tewaskan Pemuda di Makassar
Awas! Miras Oplosan...
Awas! Miras Oplosan Picu Kematian dan Risiko Kebutaan
Miras Merk Internasional...
Miras Merk Internasional Ini Ternyata Racikan Pria Asal Karanganyar
Bukan Hand Sanitizer,...
Bukan Hand Sanitizer, Pemuda di Makassar Tewas karena Tenggak Miras Oplosan
Pabrik Miras Produksi...
Pabrik Miras Produksi Ribuan Liter Digerebek Polisi di Sebuah Kebun
Berita Terkini
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
40 menit yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
58 menit yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
1 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
1 jam yang lalu
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
1 jam yang lalu
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
2 jam yang lalu
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved