Komplotan Ini Jual Mobil Murah, Ternyata Surat-suratnya Palsu

Jum'at, 15 Desember 2017 - 18:07 WIB
Komplotan Ini Jual Mobil...
Komplotan Ini Jual Mobil Murah, Ternyata Surat-suratnya Palsu
A A A
JAKARTA - Polisi membekuk komplotan penipu dan pemalsu surat-surat kendaraan yang selama ini beraksi di Ibu Kota. Mereka adalah SA (52), THS (49), BW (33), SG (48), IS (56), SG (43), dan AT (44).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, kasus ini terungkap bermula saat Ditlantas dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya menggelar operasi kendaraan bermotor di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

Dalam operasi itu petugas mencurgai salah satu mobil menggunakan surat tanda nomor kendaraan (STNK) palsu. Setelah ditelusuri, kendaraan tersebut ternyata titipan dari tersangka SA.

"Saat itu petugas mendapati pengendara yang membawa mobil Toyota Avanza dengan STNK palsu," ujar Argo kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (15/12/2017).

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nico Afinta, menyebutkan, tersangka SA ditangkap di kawasan Kota Tangerang. Dari hasil pengembangkan penangkapan SA, polisi kemudian meringkus pelaku lain yang terlibat dalam penipuan tersebut.

"Dari pengakuan tersangka SA, mereka sudah melakukan jual beli kendaraan berbagai jenis yang status kendaraannya masih kredit dan menunggak," tutur Nico.

Modus pelaku merayu calon pembeli adalah menjual kendaraan dengan harga murah atau setengahnya dari harga normal. Pembayaran bisa dilakukan dalam dua tahap sehingga calon pembeli semakin tergoda.

Untuk tahap awal, pembayaran biasanya sekitar 50-60% dan menjanjikan bisa langsung balik nama kepada pembeli. Untuk buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB) akan diserahkan setelah dilakukan pembayaran tahap kedua yakni setelah 4-5 tahun kemudian.

“Misalnya mobil seharga Rp300 juta, dijual dengan harga Rp150 juta. Tapi korban tidak diberitahu kalau itu kendaraan over kredit. Setelah surat-surat palsu diberikan, uang diterima, pelaku menghilang," katanya.

Setelah pembeli melakukan pembayaran tahap pertama, pelaku SA memesan STNK palsu kepada SG dan BW. Ketika STNK palsu sudah jadi sekitar satu pekan kemudian, pelaku SA menyerahkan STNK palsu yang sudah balik nama itu kepada pembeli berikut plat nomor polisi baru.

Kini, para pelaku dijerat Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dengan ancaman hukuman penjara selama enam tahun. Pelaku juga akan dijerat Pasal 480 dan 481 KUHP tentang Penadahan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.
(thm)
Berita Terkait
Gelapkan Rp1,7 Miliar,...
Gelapkan Rp1,7 Miliar, Aipda DS Dilaporkan di Propam Polda Sumsel
Diduga Lakukan Penipuan,...
Diduga Lakukan Penipuan, Pasutri Ini Dijebloskan ke Tahanan Polda Metro
Terbukti Gelapkan Uang...
Terbukti Gelapkan Uang Jual Beli Kayu Rp3,6 Miliar, Bos PT DTA Divonis 1 Tahun
Ditipu Rp1,5 M, Pria...
Ditipu Rp1,5 M, Pria Asal Surabaya Langsung Polisikan Direktur 2 Perusahaan
Surat SP2HP Terbit,...
Surat SP2HP Terbit, Kuasa Hukum Pelapor: Hormati Proses Hukum yang Berjalan
Edan, Sepasang Kekasih...
Edan, Sepasang Kekasih Ini Kompak Gadaikan 6 Mobil Rental untuk Hura-hura
Berita Terkini
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
41 menit yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
3 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
3 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
3 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
4 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
4 jam yang lalu
Infografis
Daging Kerbau Mengandung...
Daging Kerbau Mengandung Kolesterol? Ternyata Ini Faktanya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved